Selagi Menanti Reinkarnasi Keane dan Vieira

Cerita

by Evans Simon

Evans Simon

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Selagi Menanti Reinkarnasi Keane dan Vieira

Rezim kekuasaan Manchester United boleh jadi sudah berakhir. Sementara, Arsenal, lebih parah - satu setengah dekade telah berlalu sejak mereka mengangkat trofi liga terakhir kali. Namun, rivalitas keduanya di Premier League adalah abadi.

Musim 2012-13 merupakan musim yang teramat spesial bagi Man United. Itu adalah musim di mana mereka menegaskan status sebagai yang tersukses di sepakbola Inggris dengan 20 titel juara liga, sekaligus salam perpisahan Sir Alex Ferguson sebagai manajer.

Kepastian menjadi juara didapat setelah menang 3-0 atas Aston Villa di Stadion Old Trafford pada 22 April 2013, empat pertandingan lebih cepat sebelum musim berakhir. Maka, sebagai bagian dari tradisi, mereka berhak mendapatkan Guard of Honour di sisa pertandingan tersebut.

Kesebelasan yang diberi `kehormatan` untuk memberi Guard of Honor pertama adalah Arsenal. Kedua tim bertemu di Stadion Emirates. Dan, tidak ada sosok yang lebih mendapat sorotan ketimbang Robin van Persie.

VIDEO: Manchester United vs Arsenal Rivalries

Entah apa yang merasuki Van Persie pada awal musim tersebut hingga tega mengkhianati Arsenal dan para suporternya. Setelah delapan tahun membela The Gunners, Ia hengkang ke Man United, mencetak 26 gol dan 15 asis untuk meraih titel juara Premier League pertama sepanjang kariernya.

Sebenarnya, duka atas kepergian Van Persie bisa saja tak sepedih itu. Toh, suporter Arsenal sudah berpengalaman ditinggal pemain bintang. Permasalahannya, Ia bergabung dengan Man United.

Membicarakan Premier League memang tidak lengkap tanpa menyebut Man dan Arsenal. Rivalitas mereka merupakan salah satu kisah terpanas - sekaligus romantis - di divisi tertinggi sepakbola Inggris.

Bagi kebanyakan orang, Man United-Arsenal tidak terlalu penting. Setidaknya, tidak lebih mendarah daging ketimbang Man United-Liverpool, yang merupakan dua klub tersukses di Inggris. Dibandingkan derby sekota (Man United-Man City, Arsenal-Tottenham Hotspur, dan Arsenal-Chelsea) pun tingkat gengsinya masih sangat mungkin diperdebatakan.

Bagaimanapun, mereka yang mengikuti Premier League di pengujung 1990an hingga awal 2000an pasti tahu betapa panasnya pertandingan setiap kali Man United dan Arsenal bertemu.

Bagai sepasang mantan calon pengantin yang saling menyalahkan atas batalnya pernikahan, adu sakit-menyakiti merupakan rutinitas bagi keduanya. Beberapa momen yang pantas disebut, antara lain: Arsenal mengamankan titel juara liga 2001/02 di Old Trafford, `Battle of The Buffet` setelah Man United mengakhiri rekor tak terkalahkan Arsenal, hingga kemenangan telak 8-2 yang dibukukan Man United - menjadi kekalahan terbesar Arsenal di Liga Inggris sepanjang sejarah.

Tingginya tensi rivalitas tidak terlepas dari keberadaan pemain-pemain berkarakter kuat, baik di skuat Man United maupun Arsenal. Paling mudah, tentu saja, menyebut nama dua gelandang yang sekaligus juga kapten, Roy Keane dan Patrick Vieira.

Keane dan Vieira sama-sama memiliki gaya bermain keras. Namun, terlebih dari itu - dan yang paling krusial- mereka mampu menghadirkan perlindungan bagi rekan satu tim. Mereka adalah karang kokoh yang memampukan tim masing-masing mengeluarkan kemampuan maksimal; Keane melalui gol-nya vs Juventus dalam semifinal Liga Champions 1998/99, sementara Vieira dengan satu gol ke gawang Tottenham di White Hart Lane pada musim tergenapinya status `The Invincibles`.

VIDEO: Top 5 goals Manchester United vs Arsenal

Pemain dengan kualitas kepemimpinan seperti Keane dan Vieira lah yang hilang dari skuat Man United dan Arsenal dalam beberapa tahun terakhir. Senyentrik-nyetriknya Paul Pogba, semahal-mahalnya Harry Maguire, setajam-tajamnya Piere Emerick-Aubameyang, hingga seberingas-beringasnya Sead Kolasinac tidak berpengaruh banyak dalam urusan mental; kerap harus dibayar dengan kehilangan poin.

Saat ini, Arsenal diketahui memiliki lima kapten, hasil dari pemungutan suara yang dilakukan para pemain. Adapun Man United memberikan jabatan tersebut kepada bek veteran Ashley Young.

Selama masih belum ada sosok yang benar-benar mampu menjadi reinkarnasi Keane dan Vieira, akan sulit bagi Man United dan Arsenal untuk kembali bersaing di papan atas. Namun, untuk sementara, mungkin kita bisa menikmati persaingan siapa yang paling memeable di antara mereka berdua.

Komentar