Perempuan Sebagai Pengangkat Martabat Sepakbola Kanada

Cerita

by redaksi

Perempuan Sebagai Pengangkat Martabat Sepakbola Kanada

Nama Christine Sinclair mungkin tidak seterkenal pemain sepakbola perempuan dari Amerika Serikat seperti Alex Morgan atau Hope Solo, tetapi kariernya begitu cemerlang bersama Tim Nasional Perempuan Kanada. Bersama Kanada, dia sudah mengikuti empat kali gelaran Piala Dunia dan tiga kali Olimpiade. Berbagai penghargaan individu juga sudah diraihnya, mulai dari Pemain Muda Terbaik versi Asosiasi Sepakbola British Columbia pada 1999 sampai yang terbaru adalah Pemain Perempuan Terbaik Kanada 2018.

Pada Selasa (11/12), dirinya dinobatkan sebagai yang terbaik di Kanada untuk yang ke-14 kalinya. Selain itu penyerang 35 tahun tersebut mengalahkan empat nominator lainnya seperti Kadeisha Buchanan, Jessie Fleming, Ashley Lawrence, dan Janine Beckie.

Penentuan siapa pemain terbaik Kanada dilakukan melalui proses penilaian dari para pelatih dan jurnalis di Kanada. Namun sejatinya, sejak 2015, Sinclair dan Buchanan bergantian mendapatkan penghargaan tersebut.

Penghargaan Pemain Terbaik Perempuan Kanada sudah digelar selama 26 tahun, dan Sinclair sudah mendapatkan lebih dari setengahnya.

“Christine Sinclair menunjukkan bahwa kamu dapat terus menampilkan yang terbaik untuk diri sendiri, tanpa memandang usia, jika kamu terus bekerja keras,” kata Kenneth Heiner-Moller, Kepala Pelatih Kanada, seperti dilansir Reuters. “Kondisi fisik yang hebat membantunya tetap konsisten bermain setiap menit untuk Portland Thorns FC dan juga Kanada.”

Salah satu nilai lebih yang menjadikan Sinclair layak untuk meraih penghargaan tersebut dikarenakan dirinya berandil besar dalam kemenangan 7-0 Kanada atas Panama. Berkat kemenangan itu pula Kanada berhasil mengamankan satu tempat di Piala Dunia Perempuan tahun depan di Perancis.

Pada pertandingan yang digelar di Toyota Stadium, Texas, Senin (15/10), Sinclair sukses mencetak dua gol. Dua gol tersebut juga menjadi gol ke-177-nya selama membela Tim Nasional Kanada.

Kini catatan golnya hanya tertinggal tujuh di belakang pencetak gol terbanyak sepanjang masa Amerika Serikat, Abby Wambach. Wambach berhasil mencetak 184 gol dari 2001 sampai 2015. Sinclair sudah melampaui catatan Mia Hamm yang bertengger di peringkat dua sejak Februari 2016.

Di level klub, Sinclair telah mencatatkan 2.160 menit untuk Portland Thorns saat mereka menempati peringkat kedua di National Woman Soccer League (NWSL). Dia mencetak sembilan gol dan tujuh asis saat Thorns mencapai final. Sayangnya Thorns harus kalah 0-3 dari North Carolina Courage pada September lalu.

Sinclair telah memenangi kejuaraan dengan tiga kesebelasan profesional yang berbeda, yaitu Woman Professional Soccer (WPS) 2010 dengan FC Gold Pride, WPS 2011 dengan Western New York Flash, serta NSWL 2013 dan 2017 bersama Portland.

Sinclair juga mencatatkan delapan gol dan dua asis dari 12 pertandingan terakhir Kanada di kancah internasional.

Baca juga: Justru Perempuan yang Mengangkat Derajat Sepakbola Kanada

Mundur sedikit saat gelaran Olimpiade Rio 2016, Kanada sukses mendapatkan medali perunggu keduanya setelah mereka mendapatkan medali serupa di Olimpiade London 2012.

Di usianya yang masih menginjak 15 tahun, dirinya juga sudah diikutsertakan dalam Piala Dunia Perempuan 1999 di Portland, Oregon. Dia bermain untuk Kanada U18 pada saat itu. Penampilan debutnya di level senior terjadi pada usia 16 tahun di Piala Algarve 2000 di mana dia menjadi pencetak gol terbanyak turnamen tersebut dengan tiga gol. Dua tahun kemudian, insting mencetak golnya makin terasah, hal itu terbukti dari raihan tujuh gol yang dia persembahkan untuk Kanada di Piala Emas CONCACAF.

Berselang satu tahun kemudian, tiga golnya di Piala Dunia Perempuan 2003 berhasil membawa Kanada menduduki peringkat empat terbaik yang merupakan catatan terbaik Kanada (sejak Piala Dunia Perempuan 1991).

Pada 2013 namanya juga dimasukkan ke dalam Walk of Fame Kanada. Hingga saat ini sudah ada sekitar 173 orang berpengaruh Kanada yang namanya sudah tercantum di situ. Mulai dari aktivis, ilmuwan, musisi, sampai penulis. Walk of Fame adalah sebuah capaian prestasi dari orang Kanada di bidangnya masing-masing, dengan bentuk serangkaian bintang-bintang yang dibuat seperti daun maple yang diletakkan di 13 jalur trotoar Toronto di depan Roy Thomson Hall, Teater Prince Wales, sampai Teater Royal Alexandra.

Tidak ketinggalan penghargaan Order of Canada berhasil diraihnya. Penghargaan ini sudah diadakan sejak 1967 oleh Yang Mulia Ratu Elizabeth II. Itu adalah sebuah penghargaan yang diberikan pemerintah Kanada ketika mengakui pencapaian luar biasa masyarakat yang berdedikasi tinggi kepada negara.

Sepakbola Perempuan Kanada Lebih Baik daripada Laki-laki

Sekarang sepakbola perempuan Kanada sudah berkembang jauh. Mereka berada di posisi kelima peringkat FIFA per 7 Desember 2018, hanya terpaut 15 poin dari Inggris yang berada tepat di atasnya.

Sinclair sempat mengenang perjalanannya sebagai pemain Tim Nasional Kanada sesaat menerima penghargaan pemain terbaik ke-13-nya dua tahun lalu. Seperti dilansir dari Globeandmail pada tahun 2016.

“Ya Tuhan, saya memikirkan ini siang dan malam. Ketika saya pertama kali debut di tim nasional, kami kalah dari Amerika 0-8, dan kalah dari Jerman 0-6. Kamu juga berharap pergi ke pertandingan-pertandingan tersebut tanpa kekalahan dan dibobol dengan banyak gol.”

“Sekarang mentalitas kami adalah melangkah ke setiap pertandingan untuk menang. Saya suka bahwa para pemain muda ini berharap untuk menang dan mereka tahu tidak ada perbedaan di sini,” ujar Sinclair.

Sebelum Christina Sinclair dianugerahi sebagai pesepakbola perempuan terbaik Kanada, Derek Cornelius (pesepakbola laki-laki) dan Jordyn Huitema (pesepakbola perempuan) terlebih dahulu menerima penghargaan Pemain Muda Terbaik 2018. Di bagian futsal ada nama Jacob Orellana yang meraih kategori terbaik di bidangnya.

“Derek Cornelius mulai datang ke kamp pelatihan pada Maret ketika tim nasional laki-laki sedang melakukan latihan di Spanyol. Dia menunjukkan sifat kedewasaan dan ketenangan bagi para pemain muda. Pada Mei dan Juni saat tim sedang mengikuti turnamen di Toulon, Perancis, dia mengambil ban kapten dan membantu kami mencapai beberapa hasil yang luar biasa,” kata Pelatih Kanada, John Herdman, dikutip dari CanadaSoccer.

“Dia memiliki karakter yang kuat dan dorongan untuk mencapai puncak sehingga kami berharap dia dapat terus berkembang,” kata Herdman.

Baca juga: Kanada Terbaik di Benua Biru

Masih dilansir dari situs yang sama, Kenneth Heiner-Moller selaku Pelatih Timnas Perempuan Kanada mengatakan bahwa anak asuhnya menunjukan performa yang meningkat. “Mencetak gol selalu menjadi bagian dari permainan Jordyn, tetapi dia telah menunjukkan peningkatan yang berkelanjutan dalam berbagai aspek permainan sepanjang 2018. Ini akan sangat menarik untuk mengikuti jalurnya, dan langkah selanjutnya dalam perkembangannya.”

Selama tahun 2018, Jordyn mencatatkan 10 gol dari 16 pertandingan internasionalnya. Termasuk raihan sepatu emasnya di Piala CONCACAF U20 Januari lalu. Pada November pun dirinya mencetak tiga gol dalam Piala Dunia Perempuan U17 serta membantu Kanada finis di peringkat keempat.

Sementara itu peraih penghargaan pesepakbola laki-laki terbaik Kanada 2018 juga diumumkan setelah Sinclair menerima gelar pesepakbola perempuan terbaik. Dari 12 nominasi yang di antaranya berisikan Scott Arfield (Rangers), Milan Borjan (Red Star Belgrade), David Junior Hoilett (Cardiff City), Atiba Hutchinson (Besiktas), Cyle Larin (Besiktas), dan Liam Millar (Liverpool U23), Alphonso Davies (Vancouver Whitecaps) berhasil meraih penghargaan ini.

Davies adalah pemain yang masih sangat muda, berusia 18 tahun. Bersama Whitecaps juga ia menjadi pemain terbaik di sana, serta masuk ke kesebelasan MLS All-Star 2018. Pemain sayap kiri ini berhasil mencetak delapan gol dari 33 pertandingan sepanjang tahun ini bersama Whitecaps.

Berkat penampilan gemilangnya tersebut, Davies langsung dikontrak oleh Bayern München dengan biaya 13,5 juta dolar AS; yang bisa saja naik menjadi 22 juta jika performanya meningkat. Angka ini adalah rekor MLS. Dia sudah mulai berlatih bersama Bayern sejak akhir November 2018. Kepindahan Davies ke Bayern juga semakin mempererat hubungan spesial antara pemain-pemain Kanada dengan Bundesliga Jerman.

Gelar pesepakbola terbaik Kanada yang diraih Davies juga sekaligus mematahkan dominasi Atiba Hutchinson yang berhasil memenangi empat gelar pemain terbaik Kanada terakhir dari total enam yang ia dapatkan.

Namun tetap saja, tak seperti sepakbola perempuannya, sepakbola laki-laki Kanada belum bisa berbicara banyak di pentas internasional. Bagi Kanada, kebanggaan mereka kepada sepakbola (yang bukan merupakan olahraga nasional mereka) ditunjukkan oleh sepakbola perempuan mereka, dengan Christina Sinclair tentu sebagai ikonnya. Hal itu juga terjadi di Amerika Serikat sebagai tetangga terdekat Kanada, di mana sepakbola perempuan mereka lebih baik daripada laki-lakinya.

(kim/dex)

Komentar