Bertarung Seperti Vialli

Cerita

by Redaksi 13

Redaksi 13

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Bertarung Seperti Vialli

Apa sikap yang akan kita ambil ketika sedang menghadapi kepelikan hidup? Beberapa orang mungkin memilih menyerah membiarkan dirinya dilingkupi rasa takut luar biasa. Menunggu masalah memuai dengan sendirinya. Beberapa yang lainnya memilih untuk bertarung, menolak untuk tunduk kepada keadaan. Entah nantinya menang atau kalah. Orang seperti ini percaya bahwa tak ada kemenangan yang diperoleh melalui pertarungan yang ketat. Dan demi dewa, Gianluca Vialli mengajarkan banyak hal tentang bagaimana seharusnya bersikap seperti pemenang.

“Hal terpenting bukanlah memenangkannya, tetapi berpikir seperti pemenang.”

Jika tidak karena sikap dan etosnya, hampir muskil bagi pemain yang memulai karier seniornya bersama Cremonese ini bermain untuk klub super beken seperti Juventus dan Chelsea serta dapat meraih sejumlah gelar bergengsi seperti: trofi Liga Champions, Scudetto, Coppa Italia, FA Cup, Cup Winner Cup, UEFA Cup dan sejumlah trofi lainnya.

Usai gantung sepatu pada tahun 1999, Vialli sempat menjajaki sebentar karier kepelatihan. Tapi namanya tenar kembali saat dirinya meluncurkan buku yang berjudul Italian Job, buku yang digarap bersama oleh Gianluca Marcotti ini mengulas mengenai komparasi kultur sepakbola dua negara, Italia dan Inggris, tempat Vialli menghabiskan kariernya sebagai pesepakbola.

Namun tidak banyak yang tahu bahwa semua hasil penjualan buku yang rilis pada tahun 2006 ini ternyata dihibahkanknya ke organisasi bernama e Mauro per la ricerca e lo sport, sebuah organisasi penelitian kanker yang didirikan oleh Vialli beserta Massimo Mauro, mantan rekannya di Juve.

Kini setelah cukup lama tidak muncul di depan publik, pada hari Senin lalu (26/2), Vialli hadir dalam sebuah sesi wawancaranya dengan jurnalis Corriero Dello Serra, Aldo Cazzullo. Pada awal sesi wawancara itu, dirinya menceritakan kembali kehidupan dan karier seorang Gianluca Vialli sebagai pesepakbola; termasuk mengenang persahabatannya dengan Roberto Mancini di kota Genoa, kasus doping dan piala Liga Champions-nya saat berseragam Juventus dan kariernya selama di London.

Namun hal yang mengejutkan dalam wawancara itu justru saat Vialli menceritakan mengenai kanker yang selama ini dirahasiakannya. "Sudah setahun berlalu dan saya kembali mengalami kondisi yang buruk. Entah bagaimana pertarungan ini akan berakhir."

Tidak hanya pada publik, Vialli juga memutuskan merahasiakan penyakitnya ini dari keluarga besarnya dengan alasan dirinya tidak ingin membuat keluarga besarnya kecewa.

"Sulit untuk menceritakannya pada yang lain, termasuk keluarga. Saya tak mau menyakiti orang-orang yang memberikan cinta: orang tua, saudara, Cathryn, istri saya dan anak-anak perempuan kami, Olivia serta Sovia. Saya ingin memakai jaket sehingga tak seorang pun menyadari dan tetap melihat saya sebagai Vialli yang mereka kenal sebelumnya," ujarnya.

Atas pengakuannya tersebut, sejumlah klub menunjukkan simpati terhadap kondisi Vialli. Sebagai sosok, Vialli memang cukup dicintai banyak orang. Kariernya tak pernah kelewat batas.

“Kami cinta pria ini. Harapan terbaik dari kami semua di Chelsea untuk Gianluca Vialli. Pikiran kami tertuju padamu, Luca,” cuit akun Chelsea di twitter.

Banner dukungan terhadap Gianluca Vialli juga ditunjukkan oleh suporter tribun selatan di Allianz stadium saat Juventus menjamu Valencia dalam matchday ke 5 Liga Champions. “Ayo, Gianluca! Bertarung dalam hidupmu seperti saat bertarung di lapangan. Kamu akan menang!”

Kanker yang tidak disebutkan secara spesifik jenisnya itu memang tidak sepenuhnya hilang dan masih bersarang dalam tubuh Vialli. Walaupun dirinya sudah melewati 8 bulan kemoterapi dan 6 minggu radioterapi, dari wawancara itu tersirat bahwa tidak ada kata menyerah bagi Vialli dalam melawan penyakit kanker yang dideritanya.

Untuk itu pria yang sudah memiliki 59 caps bersama timnas Italia ini berencana menceritakan kisahnya dalam menghadapi kanker dan akan menuliskannya dalam bentuk buku. “Saya harap bisa menginspirasi orang-orang dalam periode sulit,” harapnya.

Belum jelas kapan buku ini akan diluncurkan, namun yang pasti sikapnya menolak menyerah pada kesulitan adalah contoh bagi siapapun untuk tidak mudah menyerah dalam menghadapi kepelikan dalam hidup. Mari bertarung, bertarung seperti Vialli.

Komentar