Roma dan Fiorentina Gagal Perbaiki Nasib

Berita

by redaksi

Roma dan Fiorentina Gagal Perbaiki Nasib

Laga besar antara AS Roma berhadapan dengan Fiorentina terjadi di Serie A pekan ke-11, Minggu (4/11). Pertandingan harus berakhir dengan skor imbang 1-1.

Bertandang sebagai tim tamu ke Artemio Franchi, Roma tertinggal terlebih dahulu melalui gol yang dicetak Jordan Veretout di menit ke-32 melalui tendangan penalti. Fiorentina mendapatkan hadiah tendangan penalti setelah penyerang andalan mereka, Giovanni Simeone dijatuhkan di kotak terlarang oleh Martion Olsen.

Sebenarnya di awal pertandingan Fiorentina mampu unggul cepat melalui pemain pinjaman mereka Gerson Santos di menit kedua, namun sepakan luar kotak penalti pemain kelahiran 1997 tersebut hanya melambung di atas mistar gawang. Gerson menjalani pertandingan spesial karena dia berstatus sebagai pemain pinjaman dari Roma.

Roma yang di babak kedua menyajikan permainan lebih terbuka baru bisa mendapatkan hasilnya lima menit sebelum pertandingan berakhir. Tendangan kaki kiri Florenzi berhasil membobol gawang Fiorentina yang dijaga oleh Alban Lafont.

Stefano Pioli selaku pelatih Fiorentina tidak tinggal diam atas hasil imbang yang didapatkan timnya. “Itu adalah pertandingan yang seimbang dan sulit dimenangkan. Ketika Anda bermain melawan lawan yang kuat seperti itu, Anda tahu mereka bisa mencetak gol kapan saja,” kata Pioli kepada Sky Sport Italia

Dengan hasil ini Fiorentina sudah empat pertandingan tanpa kemenangan di Serie A, sedangkan AS Roma melalui tiga laganya juga gagal meraih kemenangan. Terakhir Fiorentina mendapatkan kemenangan saat menghadapi Atlanta. Saat itu Fiorentina berhasil mengakhiri perlawanan Atlanta 2-0 melalui gol Cristian Biraghi dan Jordan Veretout. Setelah kemenangan tersebut, Fiorentina tidak bisa menjaga konsistensi mereka di jalur kemenangan. Mereka kalah tipis 1-0 melawan Lazio dan mendapatkan tiga hasil imbang berturut-turut menghadapi Cagliari, Torino, dan yang terbaru melawan AS Roma.

Di pihak AS Roma, mereka sempat mendapatkan kemenangan 3-0 di ajang Liga Champions saat berhadapan dengan CSKA Moscow. Pada pekan kesembilan Serie A, secara mengejutkan mereka takluk di kandang sendiri dengan skor 2-0 saat berhadapan dengan SPAL. Di pekan berikutnya, Roma pun gagal menang saat melawan Napoli. Roma seharusnya meraih kemenangan jika saja bisa mempertahakan keunggulan setelah sempat unggul berkat gol yang dicetak Stephen El Shaarawy

Pelatih Fiorentina, Stefano Pioli mengatakan saat konfrensi pers jelang pertandingan bahwa timnya akan menampilkan permainan agresif dan menyerang saat menghadapi semi-finalis Liga Champions musim lalu tersebut.

"Ini adalah tim besar pertama yang kami hadapi di kandang. Mereka adalah tim hebat yang selalu menempati posisi kedua atau ketiga dalam beberapa musim terakhir. Tujuan kami adalah memperbaiki apa yang didapat musim lalu, bermain lebih baik, dan bermain sepakbola menyerang,” ujarnya seperti dikutip Football Italia.

Kenyataannya dari statistik pertandingan Roma lebih bisa memegang kendali pertandingan. Dilihat dari penguasaan bola, Roma memegang unggul dengan 63 persen berbanding 37 persen. Fiorentina pun mencatatkan 14 tendangan ke gawang, tetapi hanya tiga yang mengarah ke arah gawang. Roma mencatatkan 19 tendangan ke gawang dan empat diantaranya mengarah ke arah gawang.

“Saya tidak bisa mengeluh tentang permainan para pemain, karena kami bermain dengan karakter dan Roma adalah tim yang sangat kuat,” ujar Pioli seperti dikutip Football Italia.

Dengan hasil ini, total dari delapan pertemuan antar kedua tim yang dihitung sejak musim 2015/16. Roma empat kali meraih kemenangan, sedangkan Fiorentina hanya meraih dua kemenangan dan dua laga berakhir dengan hasil imbang.

[mag/dex]

Komentar