Jepang U19 Paling Produktif, Target Pertahankan Gelar Juara

Berita

by redaksi

Jepang U19 Paling Produktif, Target Pertahankan Gelar Juara

Untuk bisa ke babak final Piala Dunia U-20, Tim Nasional Indonesia wajib mengalahkan Timnas Jepang pada babak perempat final AFC U-19 Championship, Minggu (28/10). Lawan yang cukup berat karena setelah enam kali menjadi runner-up, Jepang akhirnya menjuarai AFC U-19 pada 2016 lalu. Artinya Jepang menjalani turnamen ini dengan status juara bertahan.

Para pemain muda Jepang lambat laun memang menunjukkan perkembangan positif setelah dalam enam edisi terakhir dianggap mengalami penurunan performa (sebelum juara selalu terhenti di perempat final). Hal ini terlihat dari banyaknya pemain muda yang mulai bermain di tim J1 bahkan di timnas senior mereka. Takehiro Tomiyasu misalnya, pemain yang sebelumnya mengantarkan Jepang juara AFC-U19 dua tahun lalu itu kini sudah bermain dengan timnas senior meski usianya masih 19 tahun. Ia kini bermain di klub divisi teratas Liga Belgia, Sint-Truden.

Untuk kompetisi AFC U-19 saat ini pun Jepang menjadi kesebelasan yang paling menjanjikan. Tergabung di Grup B bersama Korea Utara, Thailand, dan Irak, Jepang mampu menyapu bersih semua laga dengan kemenangan. Mereka pun menjadi kesebelasan dengan gol terbanyak (13) dan hanya kebobolan tiga kali.

Korea Utara, yang mencapai tiga final dalam enam gelaran terakhir, digulung 5-2 oleh Jepang. Irak yang menjadi runner-up pada 2012, digasak 5-0. Thailand, yang menemani Jepang sebagai runner-up grup, dikalahkan 3-1. Skuat Jepang saat ini memang tak kalah berpotensi dibanding skuat 2016.

Di posisi gelandang terdapat Yuta Goke. Gelandang bernomor punggung 14 ini merupakan salah satu penggawa Vissel Kobe yang berlaga di J1. Musim ini, pemain yang beroperasi di sayap kanan ini sudah bermain sebanyak 21 kali—16 kali bermain sejak menit pertama. Cukup reguler untuk pemain berusia 19 tahun.

Kanya Fujimoto, gelandang bernomor 8, juga salah satu andalan di lini tengah Jepang U-19 sekaligus pemain reguler di kesebelasan yang ia bela. Tapi tidak seperti Yuta Goke, Fujimoto bermain di J2 bersama Tokyo Verdy. Walau begitu ia telah mencatatkan 19 laga plus dua gol di divisi dua Jepang musim ini.

Tapi yang paling patut diwaspadai timnas Indonesia U-19 adalah penyerang bernomor 18, Koki Saito. Usianya masih 17 tahun tapi di tiga laga yang ia jalani di AFC U-19 kali ini, tiga gol juga ia cetak—satu gol di masing-masing laga. Ia kini bermain di kesebelasan J2, Yokohama FC.

Secara kualitas, para pemain Jepang U-19 cukup merata di segala lini. Dari 23 pemain yang dibawa sang pelatih, Masanaga Kageyama, hanya Tomoya Wakahara (satu dari tiga kiper) yang belum dimainkan. Sisanya sudah bermain setidaknya satu kali sejak menit pertama. Pada pertandingan terakhir saat menumbangkan Irak, Kageyama mengistirahatkan hampir seluruh pemain utamanya namun tetap berhasil menang telak 5-0.

Saat ini, ada delapan pemain berbeda yang telah menyumbangkan gol untuk Jepang U-19 di kompetisi AFC U-19 saat ini. Koki Saito menjadi pencetak gol terbanyak dengan tiga gol bersama Taisei Miyashiro. Taichi Hara mencetak dua gol, sedangkan Kyosuke Takagawa, Takefuso Kubo, Yuta Taki, Hiroki Abe, dan Hiroki Ito masing-masing mencetak satu gol.

Komposisi skuat Jepang saat ini sebenarnya terbilang baru. Skuat Jepang saat ini bukan skuat Jepang yang mengalahkan Indonesia pada uji tanding Maret 2018 silam di mana Indonesia kalah 1-4. Tidak ada nama Kota Yamada dan Mizuki Ando, pencetak dua dari empat gol Jepang kala itu.

Tapi tetap saja Indonesia patut waspada. Masih ada nama Miyashiro, pencetak dua gol ke gawang Indonesia yang saat ini juga sudah mengemas tiga gol. Selain itu, kualitas Jepang juga teruji dengan mengalahkan kesebelasan-kesebelasan U-19 macam Rep. Ceko, Portugal, Australia, Vietnam, serta berhasil menahan imbang Meksiko dan Brasil. Dari 12 laga uji tanding jelang AFC U-19 ini, Jepang hanya kalah tiga kali (oleh Spanyol, Norwegia, dan Paraguay), imbang dua kali (melawan Brasil dan Meksiko), dan menang tujuh kali. Persiapan Jepang yang serius tersebut tak lepas dari target Jepang yang ingin kembali meraih gelar juara pada turnamen kali ini.

"Sampai titik ini kami telah berlatih luar biasa keras agar kami bisa mendapatkan hasil seperti ini [mengalahkan Korea Utara 5-2]. Seperti yang saya bilang, target kami adalah mempertahankan gelar juara dan, sebagai proses, lolos ke Piala Dunia U-20 tahun depan di Polandia," ujar kapten Jepang U-19, Hiroki Ito.

Indonesia patutnya tak gentar menghadapi Jepang yang menjadi salah satu kandidat juara kali ini. Pemain-pemain seperti Egy Maulana Vikri, Witan Sulaeman, Todd Ferre, Firza Andika, Saddil Ramdani, dan Nurhidayat telah menunjukkan permainan dan perjuangan impresif sejauh ini, yang sudah sepantasnya dihadiahi tiket ke Piala Dunia U-20 yang akan digelar di Polandia tahun depan.

foto: the-afc.com

[ar/pik]

Komentar