Lawan Juventus Jadi Permainan Terbaik Lindelof?

Berita

by redaksi

Lawan Juventus Jadi Permainan Terbaik Lindelof?

Manchester United tak mampu mencetak satu gol pun ke gawang Juventus yang dihadapinya pada Rabu (24/10) dini hari WIB. Pada lanjutan Liga Champions UEFA 2018/19 pekan ketiga tersebut United takluk dengan skor 0-1. Walau begitu, ada satu pemain United yang cukup mendapatkan pujian: Victor Lindelof.

Sejak didatangkan dari Benfica pada musim panas 2017 lalu, permainan Lindelof dianggap tidak sesuai ekspektasi. Tapi saat dikalahkan Juventus semalam, tak sedikit pendukung Man United yang menilai bahwa bek Timnas Swedia ini menjadi salah satu pemain terbaik United, salah satunya bek legenda United, Gary Neville.

Lindelof sebenarnya tidak mencatatkan satu pun tekel, baik itu berhasil maupun gagal. Tapi kualitas permainannya terlihat dengan catatan 0 pelanggaran, 3 intersep, 5 sapuan, dan 5 blok. Tidak ada pemain United lain yang punya catatan intersep, sapuan, dan blok lebih tinggi dari Lindelof.

Sebagai pembanding, Chris Smalling, tandemnya di jantung pertahanan United, "hanya" mencatatkan 2 tekel berhasil dari 2 percobaan, 1 unggul duel udara, 0 intersep, 3 sapuan, 1 blok, dan 2 pelanggaran. Keunggulan Smalling atas Lindelof pada atribut tekel dan duel udara tak terlalu signifikan.

Bagi Mourinho, Lindelof memang bek tengah yang paling bisa diandalkan saat ini. Kemampuan yang dimiliki Lindelof menjadi obat penyembuh kekecewaannya yang gagal mendaratkan bek anyar pada musim panas 2018. Faktor bek berusia 24 tahun itu belum tampil maksimal adalah ia masih sedang berkembang.

"Kami punya lima bek tengah, semuanya punya kualitas berbeda, tapi tentu Victor [Lindelof] merupakan yang termuda dan punya ruang untuk berkembang dan meningkat," ujar Mou pada awal musim 2018/19, seperti dikutip Mail Online. "Secara teknis Victor pemain bagus. Saya `menghukumnya` [dengan memainkannya di bek kiri] karena secara teknis dia yang terbaik, dia satu-satunya yang bisa bermain bukan di posisi aslinya."

"Dia pria pintar, sangat ramah, mau belajar, mau bekerja. Dan ya, saya memprediksi musim ini ia akan lebih baik dari musim lalu. Saya harap ia lebih nyaman di Liga Primer. Kalau kamu ingat, ia bermain bagus di pertandingan Liga Champions, di Lisbon, di Moskwa. Itu menunjukkan ia lebih siap bermain di kompetisi kontintental. Tapi, ya, ia masih muda dan masih bisa berkembang. Saya percaya pada Victor," sambungnya.

Soal laga melawan Juventus, Lindelof sendiri merasa timnya tidak layak kalah. Ia pun berharap penampilan United di babak kedua bisa dipertahankan karena menunjukkan penampilan yang positif.

"Kami bermain melawan tim yang sangat bagus, pemain yang sangat bagus, dan ya, ini pertandingan berat. Tapi saya rasa kami layak mendapatkan lebih dari kekalahan. Di beberapa laga terakhir kami selalu tampil bagus di babak kedua. Saya tidak tahu kenapa, tapi kami perlu memulai pertandingan seperti ketika kami bermain di babak kedua, kami harus mempelajari itu," tutur Lindelof pada laman resmi Manchester United.

Lindelof musim ini memang menjadi salah satu pilihan utama Mou di pos bek tengah. Dari total 12 laga United di Liga Primer dan Liga Champions, eks bek Vasteras SK itu bermain di 10 laga. Lindelof menjadi tandem utama Smalling, menyingkirkan Marcos Rojo, Eric Bailly dan Phil Jones.

Baca juga: Mourinho: Tuan Chiellini dan Tuan Bonucci Bisa Mengajar Kelas Bek Tengah di Harvard

[ar]

Komentar