Tiga Hal yang Perlu Diketahui dari PSSI Anniversary Cup 2018

Berita

by redaksi

Tiga Hal yang Perlu Diketahui dari PSSI Anniversary Cup 2018

Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-88 pada 19 April 2018 silam. Sebagai bagian dari acara perayaan hari jadi federasi sepakbola Indonesia tersebut, PSSI pun menyelenggarakan turnamen Anniversary Cup 2018 yang dihelat pada 27 April hingga 3 Mei mendatang.

Anniversary Cup 2018 sendiri akan diikuti oleh empat negara. Selain Indonesia, tiga kesebelasan lain yang ikut ambil bagian pada turnamen ini adalah Bahrain, Uzbekistan, dan Korea Utara. Namun bukan timnas senior yang akan bermain pada turnamen ini. Semua peserta akan memainkan tim U23 mereka.

Secara kualitas, lawan-lawan Indonesia di Anniversary Cup 2018 nanti terbilang bukan lawan mudah. Peringkat FIFA pun menunjukkan Indonesia menjadi kesebelasan dengan peringkat paling rendah (162). Uzbekistan menjadi negara dengan peringkat FIFA tertinggi yakni peringkat ke-88. Disusul oleh Korea Utara (112) dan Bahrain (116). Akan tetapi turnamen ini tidak akan berpengaruh pada peringkat FIFA karena selain bertajuk pertandingan antara kesebelasan U23, turnamen ini digelar di luar agenda FIFA.

Lalu apa yang bisa diambil dari perhelatan Anniversary Cup 2018 ini? Setidaknya ada tiga hal yang perlu diketahui dari gelaran ini.

Persiapan Jelang Asian Games 2018

Selain merayakan ulang tahun PSSI, turnamen ini diadakan sebagai bentuk uji kualitas Timnas Indonesia U23 yang akan berlaga pada Asian Games 2018, yang digelar Agustus mendatang. PSSI sendiri punya target tinggi pada Asian Games yang akan digelar di Indonesia tersebut. PSSI menargetkan sepakbola Indonesia bisa menembus empat besar.

Pelatih timnas Indonesia, Luis Milla, menyadari betul target yang dibebankan padanya cukup berat. Oleh karenanya ia melihat Anniversary Cup 2018 ini untuk melihat kesiapan timnya jelang Asian Games yang tinggal tiga bulan lagi digelar.

"Saya ingin pemain belajar dari turnamen ini, jadi bukan soal menang atau kalah. Namun saya dapat melihat sampai di mana level dan perkembangan permainan mereka. Intinya Timnas Indonesia akan bermain maksimal di ajang tersebut,” kata Luis Milla pada laman resmi PSSI.

Sebagai bentuk persiapan tersebut, Milla pun memanggil 24 pemain yang memang dipersiapkan untuk Asian Games 2018 nanti. Selain para pemain U23 andalan seperti Rezaldi Hehanusa, Febri Hariyadi, Evan Dimas, Hansamu Yama, dan lain-lain, tiga pemain senior yang dibolehkan memperkuat tim pada Asian Games pun dipanggil untuk mengikuti turnamen ini.

Ketiga pemain tersebut adalah Andritany Ardhyasa (Persija Jakarta), Lerby Eliandri (Borneo FC) dan Ilija Spasojevic (Bali United).

Menguji Lapis Kedua Timnas Indonesia

Dari 24 pemain yang dipanggil Milla saat ini, sebenarnya sudah bisa terlihat kerangka skuat timnas Indonesia untuk Asian Games mendatang. Dari serangkaian uji tanding beberapa waktu lalu, hanya sedikit perubahan komposisi pemain yang dilakukan.

Maka kemungkinan besar yang akan dibawa Milla ke Asian Games adalah Hansamu, Rezaldi, Putu Gede, Bagas Adi, Ricky Fajrin, Andi Setyo, M. Hargianto, Zulfiandi, Evan Dimas, Gavin Kwan, Hanif Sjahbandi, Febri, Osvaldo Haay, Septian David Maulana, Egy Maulana, Ilham Udin, Awan Setho, dan Satria Tama. Untuk pemain senior, baru Andritany Ardhyasa yang tampaknya sudah mendapatkan satu slot di Asian Games.

Saat ini ada beberapa pemain baru atau yang kembali dipanggil Milla atas performa ciamik mereka di awal musim Liga 1 2018. Mereka adalah Firza Andika, Saddil Ramdani, dan Irfan Jaya. Pemain yang tercoret dari skuat timnas yang sebelumnya melawan Singapura U23 adalah Rachmat Erianto, Syahrian Abimanyu, Kartika Ajie, dan Ahmad Nur Hadianto.

Melihat komposisi ini, sebenarnya sudah cukup terbaca komposisi susunan pemain Timnas Indonesia di Asian Games mendatang. Andritany akan menghuni pos penjaga gawang. Empat pemain belakang adalah Hansamu, Bagas, Rezaldi, dan Putu. Tiga gelandang diisi Evan, Hargianto/Zulfiandi, dan Septian. Febri Hariyadi dan Ilham Udin/Osvaldo menempati pos sayap.

Penyerang tunggal akan diperebutkan pemain senior yakni oleh Lerby dan Spaso, serta Ezra Walian. Ezra tidak ikut tampil di Anniversary Cup 2018 ini karena ia tidak mendapatkan izin dari klub Belanda yang dibelanya, Almere City, karena bukan agenda FIFA.

Karena skuat untuk Asian Games masih bisa berubah, maka Anniversary Cup ini juga akan menjadi ujian bagi para pemain cadangan timnas Indonesia karena tiga laga akan digelar dalam jangka waktu berdekatan, hanya berselang tiga hari.

Saat itulah rotasi pemain akan dilakukan oleh Milla dan melihat para pemain mana saja yang tetap bisa menjaga kualitas tim saat pemain-pemain inti diistirahatkan.

Bentrok dengan Jadwal Liga 1

Sebenarnya perhelatan Anniversary Cup 2018 ini dilaksanakan pada waktu yang kurang ideal karena turnamen ini digelar bersamaan dengan pertandingan Liga 1 2018. Para pemain yang dipanggil oleh timnas Indonesia untuk turnamen ini pun kemungkinan besar akan absen pada pertandingan liga yang memasuki pekan keenam tersebut.

Karena alasan bentrok dengan jadwal liga juga beberapa negara yang diundang oleh PSSI untuk ikut berpartisipasi pada turnamen ini menolak untuk tampil. Awalnya PSSI mengundang Bahrain, Korea Utara, dan Malaysia. Namun Malaysia menolak tampil karena enggan mengganggu jadwal liga.

Beberapa negara pun dicalonkan menjadi pengganti Malaysia—di antaranya Senegal, Turkmenistan, Thailand, Vietnam, Uzbekistan, dan Tajikistan. Vietnam dan Thailand pun menolak ikut karena alasan yang sama dengan Malaysia: karena turnamen ini berbarengan dengan jadwal liga.

Uzbekistan-lah yang kemudian menerima tawaran tersebut meski sebenarnya Uzbekistan Super League pun menjadi pertandingan liga di waktu yang sama dengan penyelenggaraan turnamen ini.

Beberapa pemain pun sebenarnya terancam tidak bisa membela timnas pada turnamen ini. Di antaranya Evan Dimas dan Ilham Udin. Dua pemain milik Selangor tersebut belum tentu bisa bermain lantaran izinnya untuk kembali ke Indonesia hanya sampai tanggal 27 April. Bisa jadi keduanya hanya bermain di laga pertama, yakni melawan Bahrain.

***

Melihat tiga poin di atas, ajang Anniversary Cup 2018 ini lebih diutamakan pada hajatan PSSI dan eksperimen Milla dengan kedalaman skuatnya jelang Asian Games 2018. Oleh karena itu mungkin Milla tidak akan selalu memainkan komposisi terbaiknya di setiap laga.

Sementara itu, meski lawan-lawan Indonesia nanti tidak menurunkan kekuatan terbaiknya, kualitas mereka tetap tidak bisa diremehkan. Uzbekistan yang menjadi juara Piala Asia U23 2018 membawa Botirali Ergashev dan Doniyorjon Narzullaev, dua pemain inti mereka.

Sementara itu Korea Utara membawa pemain yang membela kesebelasan Serie C Italia, Olbia Calcio, yaitu Song Hyok Choe. Sementara itu Bahrain yang gagal tampil di Piala Asia U23 2018 membawa 35 pemain sebagai ajang seleksi skuat Bahrain U23 yang baru.

Uzbekistan menjadi kandidat juara pada ajang Anniversary Cup 2018 ini. Tapi juara di Anniversary Cup 2018 ini mungkin tidak terlalu berpengaruh apa-apa karena turnamen ini memang lebih kepada test event sepakbola untuk Asian Games 2018 yang menjadi ajang sebenarnya.

Komentar