April Mop ala Charlton Athletic

Backpass

by Redaksi 21

Redaksi 21

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

April Mop ala Charlton Athletic

Beberapa orang secara khusus merayakan April Mop dengan mengerjai rekan atau membuat lelucon. Sebuah klub sepakbola Inggris, Charlton Athletic, tidak mau ketinggalan memeriahkan hari yang jatuh pada 1 April setiap tahunnya tersebut ini. Pada 2002, Charlton sukses membuat para suporternya bingung.

Sebelum pertandingan menghadapi Arsenal, Charlton secara sengaja mengumumkan hal besar. Pihak klub menanggapi keluhan para suporter tentang logo klub yang sudah tidak bagus karena aksen pedang yang terdapat pada logo mereka.

Menanggapi hal itu, Charlton mengadakan sebuah voting untuk para suporter dengan mencantumkan logo baru dan sebuah sebutan baru bagi klub mereka. Pada logo pertama yang mereka ajukan sangat mirip dengan logo klub rival mereka, Fulham. Pada logo itu, Charlton menyusun inisial CAFC seperti inisial FFC yang terdapat pada logo Fulham.

Tentu pilihan logo baru yang ditampilkan tidak hanya satu. Selain logo yang mirip Fulham, berikut adalah logo-logo lain yang ditawarkan Charlton saat itu:

Jika paling kiri mirip Fulham, logo ikan merujuk kepada julukan Charlton yaitu The Addicks (berasal dari pelesetan istilah "haddock" yang diberikan oleh seorang penjual ikan lokal, Arthur Bryan), sementara logo burung mrujuk kepada julukan Charlton yang lain yaitu The Robins (berarti burung robin).

Sontak apa yang dilakukan oleh Charlton ini membuat para suporter mereka melakukan protes besar-besaran kepada manajemen klub dan mengatakan bahwa ketiga logo itu adalah lelucon.

Lelucon yang cukup sukses, rasanya. Hampir 300 orang ikut melakukan voting untuk memilih logo baru bagi Charlton. Beberapa orang pun diberitakan langsung menelepon pihak klub dan menanyakan perihal apa yang dilakukan klub dengan mencantumkan ketika logo baru tersebut.

Akhirnya pihak Charlton pun melakukan klarifikasi. Pengumuman logo baru memang hanya lelucon dalam rangka April Mop.

Kejadian tahun 2002 itu bukan kali pertama para pendukung Charlton dikerjai. Pada 1998, fanzine Charlton mengatakan bahwa tangan-tangan dan pedang yang ada pada logo Charlton berasal dari keluarga Spencer-Percival. Bahkan disebutkan juga bahwa desain logo Charlton didapatkan dari kompetisi kipas pada 1963.

Sejarah April Mop

Budaya Barat mengesahkan orang-orang untuk menipu dan mengerjai orang lain pada 1 April sebagai lelucon. Sebatas untuk canda tawa saja, tidak lebih dan tidak berbahaya. Menyoal sejarahnya, hingga kini sebenarnya sejarah April Mop masih simpang siur. Bahkan setiap negara memiliki versi masing-masing untuk menjelaskan awal terciptanya April Mop.

Baca juga: Setiap Hari adalah April Mop di Sepakbola

Prancis, misalnya. Sejak tahun 1582, saat masa pemerintahan Raja Charles IX, Prancis sudah memperingati April Mop. Kala Itu, Paus Gregory III merombak penanggalan yang semula setahunnya berisi sepuluh bulan menjadi 12 bulan sehingga perayaan tahun baru yang semula dimulai dari 25 Maret hingga 1 April diganti menjadi 1 Januari.

Tetapi rakyat Prancis menolak usulan Paus tersebut dan menetapkan 1 April sebagai tahun baru mereka dan membuat para masyarakat menertawakan mereka dan mengatakan bahwa itu adalah sebuah lelucon palsu. Meski diledek, masyarakat Prancis tetap bertingkah aneh setiap tanggal 1 April dan menjadikannya kegiatan tahunan. Memasuki tahun 1782, tradisi ini ditiru oleh orang Inggris yang selanjutnya mempopulerkan ke seluruh dunia.

Versi Spanyol lain lagi. April Mop versi Spanyol berasal dari para pelawak kerajaan Romawi pada masa pemerintahan Raja Constantine di abad ketiga sampai keempat setelah Masehi. Mulainya, para pelawak mengajukan petisi kepada raja untuk mengizinkan mereka menjadi raja untuk satu hari saja. Sang raja pun setuju dan mengangkat seorang pelawak bernama Peter untuk menjadi Raja pada tanggal 1 April. Dan setelah menjadi Raja, Raja Peter langsung menetapkan 1 April menjadi hari kemustahilan.

Komentar