Robert Lewandowski, Pahlawan Sepakbola Polandia yang Mulai Kelelahan

Cerita

by Randy Aprialdi

Randy Aprialdi

Pemerhati kultur dan subkultur tribun sepakbola. Italian football enthusiast. Punk and madness from @Panditfootball. Wanna mad with me? please contact Randynteng@gmail.com or follow @Randynteng!

Robert Lewandowski, Pahlawan Sepakbola Polandia yang Mulai Kelelahan

Robert Lewandowski sempat berselisih dengan CEO Bayern Muenchen, Karl-Heinz Rummenige, pada September lalu. Tapi alih-alih ia tampil buruk bersama Bayern, gelontoran golnya justru terus mengalir tak terhenti.

Jumlah gol Lewandowski, sepanjang kariernya, memang menunjukkan bahwa ia adalah salah satu penyerang terbaik di dunia saat ini. Sebanyak 25 gol mampu ia catatkan pada musim perdananya bersama Bayern di seluruh ajang yang diikutinya. Musim berikutnya ia mencetak 42 gol dan 43 gol kemudian ditorehkan pada musim lalu.

Sejauh musim ini, sudah 15 gol dikemas Lewandowski dari 17 pertandingan dari seluruh kompetisi yang diikuti Bayern. Ketajamannya tidak lepas dari ketenangannya dalam menyelesaikan peluang sehingga menjadi penyelesai akhir yang tajam di lini depan.

Hal itu juga ditunjang dengan kepala serta kedua kakinya yang sama-sama kuat dan didukung permainan terbuka kesebelasannya. Rekan-rekannya di Bayern akan dengan senang hati membantu Lewandowski mencetak gol dari proses sederhana maupun spektakuler.

Lewandowski juga memiliki sisi kreatif. Hal itu dibuktikan dari 17 asis yang ia sumbangkan untuk Bayern selama tiga musim berada di sana dari berbagai kompetisi. Lewandowski pun tidak pernah gagal ketika mengeksekusi penalti dalam pertandingan Bundesliga selama tiga tahun terakhir.

Kegagalan terakhirnya dalam eksekusi penalti terjadi pada Mei 2013 ketika membela Borussia Dortmund melawan kesebelasannya saat ini. Sebenarnya ia sudah menjadi kepercayaan eksekutor penalti kesebelannya sejak memperkuat kesebelasan profesional pertamanya, Znicz Pruszkow.

Cara Lewandowski mengeksekusi yaitu dengan terus menatap kiper lawan sebelum menendang bola. Caranya itu membuatnya bisa mengetahui ke arah mana kiper akan bergerak menahan bola. Peluang kemenangan kesebelasannya begitu besar ketika Lewandowski mengeksekusi penalti. Dari 31 pertandingan di mana ia mengeksekusi penalti, kesebelasannya mampu 28 kali menang.

Pengecualian itu terjadi ketika imbang melawan Real Madrid pada perempat final Liga Champions musim lalu, Kualifikasi Piala Dunia melawan Kazakhstan dan melawan VfL Wolfsburg pada Bundesliga musim ini. Hal-hal itulah yang membuatnya luar biasa. Produktivitas, kuat bersama bola dan permainannya yang tidak egois, cukup baginya untuk dianggap sebagai penyerang paling lengkap di dunia saat ini.

Hal-hal di atas sebenarnya cukup layak bagi Lewandowski untuk menerima penghargaan bergengsi di dunia semacam FIFA Best Player atau Ballon d`Or. Meskipun baginya gelar itu tidak lebih penting daripada membawa Bayern lebih berprestasi di Liga Champions dan Bundesliga.

"Tidak, saya tidak akan mengatakan bahwa itu (Ballon d`Or) penting bagi saya. Sukses di Bayern itu lebih penting, terutama di Liga Champions. Jika kami memenangkan final Liga Champions dan memenangkan Bundesliga, kami bisa berbicara lagi, tapi Ballon d`Or bukanlah fokus saya," kata Lewandowski seperti dikutip dari ESPN FC.

Lewandowski juga masih tetap tajam di Bayern meskipun baru ada pergantian pelatih dari Carlo Ancelotti kepada Jupp Heynckes. Penyerang berusia 29 tahun tersebut mencetak gol pada dua pertandingan Bayern terakhir di Bundesliga sebelum jeda internasional bulan ini. Hanya saja Lewandowski membutuhkan pelapis di bangku cadangan karena hanya ialah satu-satunya penyerang murni Bayern saat ini.

"Musim ini sangat berat bagi saya. Saya harus bermain untuk Bayern dan tim nasional setiap tiga hari dari sekarang. Tapi tidak ada pemain bisa bermain 90 menit di seluruh pertandingan di setiap musimnya," imbuh Lewandowski seperti dikutip dari The Sun.

Pahlawan Sekaligus Intelektual dari Polandia

Lewandowski juga merupakan aktor penting Polandia ketika memastikan lolos ke Piala Dunia 2018 Rusia. Dua pertandingan terakhir kualifikasi berhasil dimenangkan Polandia dan Lewandowski mencetak empat gol. Salah satunya adalah hattrick ke gawang Armenia sehingga membuat Polandia lolos sebagai pemimpin klasemen grup E kualifikasi.

Lewandowski pun lolos dengan gelar top skor kualifikasi atas 16 golnya. Jumlah golnya itu mengembalikan Polandia ke Piala Dunia sejak 2006 di Jerman.

Kini, total ia mencetak 51 gol dari 91 penampilannya bersama Polandia. Torehannya itu memperkuatnya sebagai pencetak gol Polandia sepanjang masa setelah Wlodzimier Lubanski dan Grzgorz Lato. Pemain yang juga akrab disapa Lewy ini tinggal memecahkan rekor penampilan terbanyak Polandia karena berada di peringkat ketujuh dalam kategori tersebut.

Setelah mengantarkan Polandia ke Piala Dunia 2018, Lewandowski berencana menyelesaikan tesis tentang edukasi fisik di Sekolah Olahraga di Warsaw. Prestasinya itu merupakan bekal baginya untuk menjadi pelatih suatu hari nanti setelah pensiun sebagai pesepakbola profesional. Penyerang bernomor punggung sadar diri bahwa ia akan berhenti sebagai pesepakbola dan harus menata masa depannya sebagai pelatih.

Pekan ini, Lewandowski akan kembali memperkuat Polandia menghadapi Uruguay dan Meksiko pada jeda internasional. Ia pun akan lebih luwes bermain karena sudah pasti memastikan negaranya lolos ke Piala Dunia. Alhasil Lewandowski bisa lebih bersantai dan justru memberikan kesempatan kepada penyerang Polandia lainnya.

Sumber lain: Bundesliga, Forbes

Komentar