Matias Vecino Berpisah dengan Fiorentina Secara Baik-baik

Berita

by Randy Aprialdi

Randy Aprialdi

Pemerhati kultur dan subkultur tribun sepakbola. Italian football enthusiast. Punk and madness from @Panditfootball. Wanna mad with me? please contact Randynteng@gmail.com or follow @Randynteng!

Matias Vecino Berpisah dengan Fiorentina Secara Baik-baik

Matias Vecino diperkirakan tidak akan kesulitan beradaptasi jika bergabung dengan Tottenham Hotspur. Hal itu karena Tottenham mulai mengandalkan formasi 3-4-2-1. Formasi itu juga yang membuat Vecino menjadi salah satu kunci permainan Fiorentina selama musim lalu.

Tottenham menginginkan Vecino sebagai antisipasi kepergian Eric Dier yang diincar Manchester United. Jika pun Dier tidak jadi pergi, Vecino akan tetap masuk ke skema Tottenham yang memainkan 3-4-2-1. Hal itu karena Dier bisa dimainkan sebagai bek tengah pada formasi tersebut. Bahkan gelandang 25 tahun itu pun sempat mengungkapkan ketertarikannya berkarir di Liga Inggris.

"Saya pikir saya suka melakukan sesuatu di jalan yang benar. Impian saya selalu bermain di Inggris, tapi saya tidak tahu kapan saya akan berada di sini (di Fiorentina) sebelum saya berusia 30 atau 35," ujar Vecino seperti yang dikutip dari The Sun.

Tapi nyatanya Vecino tidak pindah ke Tottenham atau bertahan di Fiorentina. Cukup mengejutkan ketika Pelatih Fiorentina, Stefano Pioli, mengaku bahwa Vecino semakin dekat dengan Internazionale Milan dengan harga pelepasan 24 juta euro, "Inter kurang aktif transfer? Mereka sudah memiliki tim yang kuat. Vecino misalnya adalah perekrutan yang hebat," ungkapnya yang melatih Inter pada musim lalu, seperti dikutip dari 90 Mins.

Betul saja, Vecino pun melakukan tes medis di kesebelasan berjuluk I Nerazzurri tersebut. Kemudian salah satu gelandang terbaik di Serie-A itu menandatangani kontrak selama empat tahun. Vecino memang pemain tengah yang memiliki giringan bola dan operan yang baik. Giringan bolanya lebih baik daripada Borja Valero yang merupakan rekannya di Fiorentina musim lalu.

Vecino unggul tipis dengan melakukan 1,1 dribel sukses perlaga. Sementara Valero melakukannya 1 dribel sukses di setiap pertandingannya. Akurasi operan Vecino pun mencapai 88,2% yang tertinggi kedua di antara pemain inti Fiorentina setelah Valero. Maka Inter beruntung mendapatkannya, terlebih memenangkan persaingan dengan AC Milan sebagai rival satu kotanya.

"Datang ke klub seperti Inter, tentu saja berarti sesuatu yang penting. Saya telah berada di Italia selama beberapa tahun sekarang. tapi saya rasa saya bisa berbuat lebih banyak dan akan mencoba melakukan itu di Inter. Saya selalu memberikan yang terbaik di Fiorentina, jadi saya pikir kami berpisah dengan baik," tutur Vecino seperti dikutip dari ESPN FC.

Komentar