James McClean Pernah Mendapatkan Ancaman Pembunuhan karena Dianggap Anti-Inggris

Berita

by redaksi

James McClean Pernah Mendapatkan Ancaman Pembunuhan karena Dianggap Anti-Inggris

Pemain West Bromwich Albion, James McClean, mengaku pernah mengalami ancaman pembunuhan. Hal tersebut dialami ketika ia memutuskan untuk membela Republik Irlandia ketimbang membela negara kelahirannya, Irlandia Utara.

Pemain berusia 28 tahun ini sempat menjadi perbincangan karena pernah menolak mengenakan tanda bunga Remembrance Poppy saat masih berseragam Sunderland. Hal tersebut membuat dia dicemooh oleh seisi pendukung Sunderland dan dianggap tidak menghormati jasa pahlawan Inggris. McClean juga mengungkapkan karena alasan itulah ia akhirnya hengkang dari Sunderland.

“Ada cerita saat saya menjalani laga kandang terakhir bersama Sunderland. Saya selalu membawa baju saya pulang setelah pertandingan karena siapa tahu ada yang membutuhkan. Tapi saat itu, ketika saya berikan baju saya ke seorang anak kecil di stadion, ayahnya langsung mengambil baju tersebut dan melemparkannya lagi ke saya,” ungkap McClean dilansir SBS – The World Game.

“Kemudian ketika saya sedang perjalanan pulang, mobil saya sedang berhenti di dekat lampu lalu lintas. Lalu, ada sebuah mobil berhenti di samping kami, menurunkan jendela lalu meludahi mobil saya dan kabur. Saat itu istri saya sedang hamil, dan saya pikir kami akan memiliki anak dan kami tidak membutuhkan kekacauan ini. Jadi, keesokan harinya saya berbicara pada Paolo Di Canio [manajer Sunderland musim 2012-13], saya jelaskan semuanya dan memutuskan lebih baik saya pindah.”

Meski McClean lahir di Derry, kota di Irlandia Utara, namun ia menyatakan tidak berniat membela tim senior Irlandia Utara. Ia justru memilih membela Republik Irlandia yang notabene bukan negara persemakmuran Inggris. Keputusannya ini membuatnya menerima ancaman kematian dari warga Inggris yang tak suka dengan keputusannya.

“Ketika saya masih di Derry, saya hanya menjadi diri sendiri; tak ada yang peduli. Namun, semua berubah ketika apa yang saya katakan beredar di surat kabar. Saya masih orang yang sama, saya tidak ingin berubah. Kalau Anda suka, Anda juga suka, kalau tidak, Anda tidak suka. Di surat kabar tertulis saya pro IRA (Irish Republican Army), dan bila Anda melihat sesuatu di surat kabar, Anda akan memercayainya walaupun benar atau tidak.”

“Saya menerima ancaman kematian dan orang melabeli saya anti-Inggris. Saya ingin menegaskan saya tidak anti-Inggris. Ada beberapa hal yang saya tidak setuju dalam kepercayaan saya,” tandas McClean dilansir Irish Mirror.

Pemain yang juga pernah membela Wigan Athletic ini juga mengakui kalau dirinya membela tim nasional U-21 Irlandia Utara hanya untuk menimba ilmu sepakbola saja.

“Saya telah mengalami banyak ancaman pembunuhan dimulai saat saya mendeklarasikan diri untuk Irlandia. Saya bermain untuk Irlandia Utara pada tingkat U-21, namun saya tidak malu mengakui bahwa saya memanfaatkannya untuk meningkatkan diri saya sendiri, tetapi saya tidak pernah berniat bermain untuk Irlandia Utara. Saya mendapatkan ancaman pembunuhan karena dengan terbuka mendeklarasikan diri untuk negara saya [Irlandia],” tutur McClean soal ancamannya dilansir beIn Sports Australia.

Komentar