Zinedine Zidane: Saya Belajar Banyak Dari Carlo Ancelotti

Berita

by Randy Aprialdi

Randy Aprialdi

Pemerhati kultur dan subkultur tribun sepakbola. Italian football enthusiast. Punk and madness from @Panditfootball. Wanna mad with me? please contact Randynteng@gmail.com or follow @Randynteng!

Zinedine Zidane: Saya Belajar Banyak Dari Carlo Ancelotti

Baru dua musim menjadi pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti sudah dianggap sebagai sosok ayah di sana. Pada musim 2013 sampai 2015, Ancelotti tidak hanya berhasil mendamaikan masalah di ruang ganti, ia juga mendamaikan ego para pesohor lapangan hijau di Madrid. Maka dari itu pemecatannya sulit diterima para pemain Madrid pada 2015 lalu. Sampai-sampai kedatangan Rafael Benitez pun masih belum cukup untuk menggantikannya.

"Dia (Ancelotti) memberikan dampak besar di sini. Dia memberi hal positif ketika ia tiba dan membawa kami ke arah yang baru. Kami bermain sepakbola lebih baik dari sebelumnya dan dihargai ketika kami memenangkan Liga Champions musim lalu (setelah ditinggal Ancelotti dan dilatih Zidane)," kata Toni Kroos, gelandang Madrid, seperti dikutip dari Nation.

Benitez pun mengalami pemutusan kontrak pada 4 Januari 2016. Kemudian era Zinedine Zidane pun dimulai. Statusnya sebagai asisten pelatih sejak era Ancelotti pun dinaikan menjadi pelatih kepala. Pada sesi latihan santai Madrid jelang menghadapi Bayern Munich yang kini dilatih Ancelotti pun Zidane menyadari masa lalunya. Bahwa karirnya banyak terbantu oleh adanya Ancelotti, baik ketika dilatihnya sewaktu memperkuat Juventus maupun menjadi asistennya di Madrid. Dan Zidane akan menghadapi dengan mantan mentornya tersebut pada pertandingan perempat final Liga Champions 2016/2017 di Stadion Allianz Arena, Kamis (13/4).

"Saya tahu dia dengan baik dan dia tahu saya dengan baik tapi itu tidaklah menjelaskan semuanya. Ini bukan soal kerugian atau keuntungan. Besok ada pertandingan dan saya pikir bahwa ini adalah dua tim yang sangat bagus satu sama lain dan hanya itu. Kami tidak melawan Carlo. Saya belajar banyak darinya. Tapi asal Anda tahu, saya tidak pergi untuk memberi tahu Anda apa yang saya pelajari dari dia. Tapi itu sangat banyak," ujar Zidane seperti dikutip dari Daily Mail.

Sementara Ancelotti mengatakan sudah siap menghadapi mantan kesebelasan besutannya itu. Ketika ditanya tentang mantan kesebelasannya tersebut, Ancelotti cuma melontrakan pujian bahwa Madrid sedan memiliki musim yang baik. Ia tidak ingin terlalu menyibukan pikirannya dengan situasi lawannya tersebut. Ancelotti lebih memilih fokus kepada kualitas kesebelasannya dan tidak peduli bagaimana Madrid akan menjalankan taktiknya. Baginya, pertandingan nanti adalah pertemuan kesebelasan papan atas yang hanya ingin bermain sepakbola.

Apalagi menurutnya pertandingan leg pertama akan sangat menentukan. Apalagi ia bisa mengambil keuntungan dari pincangnya lini belakang Madrid atas cederanya Daniel Carvajal, Fabio Coentrao, Raphael Varane dan Pepe, "Ini memberik kami kesempatan untuk membuatnya lebih mudah untuk diri kami sendiri di leg kedua. Tapi pertandingan ini akan menentukan di Madrid dan kami ingin pergi ke sana dengan keuntungan," tegas Ancelotti seperti dikutip dari situs resmi Bayern Munich.


Sumber lain: Bundesliga, Morocco World News.

Komentar