Prediksi Chelsea vs Arsenal: Wenger, Ganti Gaya atau Mati Gaya

Analisis

by Dex Glenniza

Dex Glenniza

Your personal football analyst. Contributor at Pandit Football Indonesia, head of content at Box2Box Football, podcaster at Footballieur, writer at Tirto.ID, MSc sport science, BSc architecture, licensed football coach... Who cares anyway! @dexglenniza

Prediksi Chelsea vs Arsenal: Wenger, Ganti Gaya atau Mati Gaya

Setelah kalah dari Watford di tengah pekan yang lalu, Arsenal harus bertandang ke Stamford Bridge, stadion milik Chelsea. Arsene Wenger pastinya ingin memperbaiki momentum setelah dikalahkan oleh kesebelasan yang sebelumnya tidak pernah menang dalam tujuh pertandingan terakhir mereka. Tetapi melawan pemimpin klasemen sementara Liga Primer Inggris seolah menjadi jalan yang terjal untuk mereka.

Sekarang ini Arsenal berada di peringkat ketiga dengan memiliki 47 poin, sama seperti Tottenham Hotspur. Mereka berdua ketinggalan sembilan poin (tiga kemenangan) dari Chelsea di puncak.

The Blues dan The Gunners akan berjumpa di derbi London pada waktu sepak mula paling awal Liga Primer pekan ke-24 di Sabtu ini (04/02), yaitu pukul 19:30 WIB.

Melihat pertemuan kedua kesebelasan asal London tersebut di musim ini, kita tidak bisa tidak bernostalgia. Pada pertemuan pertama mereka di Stadion Emirates (25/09/2016), Arsenal berhasil menghajar Chelsea dengan skor 3-0. Meskipun Arsenal berhasil menang, tapi saat itu Chelsea lah yang lebih beruntung.

Saat itu, permainan Arsenal yang cepat dan efektif sepanjang babak pertama, terutama pada 20 menit pertama, berhasil membuat The Gunners memimpin. Namun di babak kedua, Antonio Conte, manajer Chelsea, mengubah skema kesebelasannya menjadi tiga bek (formasi 3-4-3). Sejak saat itulah Chelsea tidak terbendung lagi.

Sejak bertransformasi memakai sistem tiga bek tersebut, The Blues berhasil memenangkan 15 dari 17 pertandingan mereka di Liga Primer. Mereka hanya kalah sekali ketika menghadapi Tottenham Hotspur dan imbang sekali ketika menghadapi Liverpool tengah pekan lalu.

Keadaan Chelsea yang baru saja kehilangan poin setelah ditahan imbang Liverpool ini ternyata tidak berhasil dimanfaatkan oleh rival-rival mereka di posisi sembilan besar, kecuali Manchester City yang menang 4-0 atas tuan rumah West Ham United.

Arsenal mengalami badai cedera

Pada jendela transfer musim dingin yang baru saja berakhir (di Inggris, bukan di Tiongkok), kedua kesebelasan ini tidak terlalu aktif mendatangkan pemain. Namun, Chelsea harus kehilangan sampai lima pemain dengan status pindah permanen, sementara tidak ada pemain Arsenal yang keluar secara permanen, tapi tercatat ada enam pemain The Gunners yang harus absen akhir pekan ini.

Aaron Ramsey baru saja menderita cedera. Gelandang asal Wales itu menyusul Santiago Cazorla, Mathieu Debuchy, dan Yaya Sanogo di meja perawatan cedera. Kemudian Granit Xhaka harus absen sampai pekan ke-26 karena mendapatkan kartu merah langsung saat menghadapi Burnley. Satu pemain lagi, Mohamed Elneny, juga tidak bisa bermain untuk Arsenal karena masih harus membela negaranya, Mesir, di final Piala Afrika CAF 2017 (Senin, 06/02, dini hari).

Dengan badai cedera di lini tengah ini, kemungkinan Arsene Wenger kemungkinan besar akan memasangkan Francis Coquelin dengan Alex Oxlade-Chamberlain sebagai gelandang tengah di formasi andalannya, 4-2-3-1.

Perkiraan susunan sebelas pemain utama Chelsea dan Arsenal

Tidak seperti Arsenal, tuan rumah Chelsea berpotensi bisa menurunkan seluruh pemainnya. David Luiz dan Eden Hazard sempat diragukan karena menderita cedera minor saat melawan Liverpool. Namun dengan cedera minor tersebut, sepertinya Conte tidak akan mengambil risiko dengan tidak memainkan mereka berdua menghadapi Arsenal nanti.

Cara mengalahkan Chelsea yang harus Arsenal pelajari

Sejak memakai sistem tiga bek, Chelsea mampu bertahan dengan baik dengan hanya baru kebobolan tujuh gol. Selain itu, Chelsea juga berhasil menjadi kesebelasan dengan jumlah ditembak paling sedikit ketiga di Liga Primer dengan 8,4 kali ditembak per pertandingan.

Namun, Conte tidak boleh berpuas diri, mengingat Arsenal adalah kesebelasan dengan gol tandang terbaik di Liga Primer dengan 27 gol. Salah satu pemain yang harus diwaspadai oleh Luiz dkk bukan lain adalah Sanchez. Pemain asal Cile ini sudah berkontribusi pada 45% gol Arsenal (angka terbanyak ketujuh di Liga Primer) dengan 15 gol dan delapan asisnya.

Akan tetapi pada pertandingan nanti, Arsenal sebaiknya memiliki rencana lain selain hanya mengandalkan Sanchez. Untuk mengalahkan sistem tiga bek Conte memang tidak semudah itu. Chelsea yang sekarang adalah Chelsea yang berbeda dari saat waktu mereka kalahkan 3-0 di Emirates.

Jika mau belajar, Arsenal bisa belajar dari tetangga mereka yang berhasil menjadi satu-satunya kesebelasan di Liga Primer yang sejauh ini bisa mengalahkan Chelsea, yaitu Tottenham Hotspur.

Spurs berhasil melakukannya dengan bermain sangat menekan, terutama menekan kedua gelandang mereka, Nemanja Matic dan N’Golo Kante. Kemudian, saat itu Spurs juga memainkan formasi tiga bek juga sebagai cara mirroring taktik Conte.

Sementara itu, Wenger termasuk salah satu manajer yang anti memakai formasi tiga bek. Kalau Wenger sampai memasang formasi tiga bek juga, maka ini akan menjadi topik yang sangat menarik. So, we’ll see.

Namun pada kenyataannya, meladeni Chelsea tidak selalu harus dengan meniru menggunakan tiga bek. Wenger mungkin punya pemikiran yang lain. Tapi untuk saat ini memang seperti itu: menekan dua gelandang Chelsea, menutup jalur operan dari dan menuju keduanya, melakukan serangan balik lewat wing-back, dan memainkan umpan silang atau bola panjang; hal itu lah yang bisa meredam Chelsea.

Intinya, Arsene Wenger memang harus mengubah gaya permainan mereka, atau mereka harus gigit jari di akhir pertandingan nanti. Jangan sampai Gooners mati gaya karena hal tersebut.

Komentar