Niang Bisa Tinggalkan Milan Pada Bursa Transfer Musim Dingin

Berita

by Randy Aprialdi

Randy Aprialdi

Pemerhati kultur dan subkultur tribun sepakbola. Italian football enthusiast. Punk and madness from @Panditfootball. Wanna mad with me? please contact Randynteng@gmail.com or follow @Randynteng!

Niang Bisa Tinggalkan Milan Pada Bursa Transfer Musim Dingin

AC Milan sempat kesulitan karena M`Baye Niang mendapatkan cedera bahu dan pergelangan kaki akibat kecelakaan mobil. Hal itu terbukti di laga pembukaan Serie-A 2016/2017. Tanpa adanya Niang, Milan dikalahkan Udinese dengan skor 1-0 di Stadion San Siro, Minggu (21/8). Niang baru kembali lagi pada pertandingan kedua Serie-A 2016/2017 ketika melawan Sampdoria di Stadion Luigi Ferraris, Sabtu (17/9).

Hasilnya, Milan bisa menang dengan skor 1-0 walau Niang tidak menyumbangkan gol maupun asis pada laga tersebut. Tapi yang jelas ia berkali-kali membuat pertahanan Sampdoria kerepotan pada waktu itu. Niang diplot menjadi winger kiri dalam formasi 4-3-3 yang diusung Vincenzo Montella.

Kembalinya Niang selepas cedera pada waktu itu memang belum mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Tapi sampai bulan Oktober, dari 12 gol yang dicetak Milan, merupakan keterlibatan dari Niang. Rata-rata Milan bisa mencetak gol di setiap 45 menit dalam kurun waktu dari September sampai Oktober. Jika ia tidak bermain, Milan cuma bisa mencetak satu gol di setiap 181 menit.

Maka dari itu Montella begitu yakin jika Niang memiliki potensi dan tidak tergantikan sebagai winger kiri Milan saat ini. Klub itu pun sempat berencana memperpanjang kontraknya sampai 2022 dan meningkatkan gajinya sampai 2 juta euro per musim. Sebelumnya, pemain asal Prancis itu digaji 800 ribu euro per musimnya.

Banyak yang diharapkan dari Niang atas bakat yang dimilikinya. Ia memiliki kecepatan, kepercayaan diri merebut bola dari lawan dan kemampuan menjaga bola di kakinya. Niang memiliki semua karakteristik yang dibutuhkan untuk menjadi pemain top. Ia masih berusia 22 tahun dan masih punya karier yang panjang untuk berkembang di masa depan.

Sejauh paruh musim ini pun sudah tiga gol dan dua asis dari 15 laga yang dilakoninya. Tapi masalah yang terjadi kepadanya membuat pertanyaan apakah ia akan menjadi bagian jangka panjang Milan atau bukan. Sebab kendala yang dihadapinya dalam beberapa waktu ini bisa membuat transfer Januari 2017 menjadi cerita lain bagi Niang. Masalah yang bisa membuat Milan tiba-tiba mengurungkan niat untuk memperpanjang kontrak dan menaikkan gajinya.

Hal itu karena sorotan kepada produktivitas gol Niang yang telah berkurang. Padahal pihak klub dan para pendukung Milan seharusnya mengerti bahwa Niang dituntut bermain melebar oleh Montella. Melalui instruksi itulah Niang sering menciptakan situasi berbahaya bagi bek lawan dan menciptakan banyak peluang agar rekan-rekannya bisa mencetak gol. Tapi pihak klub dan pendukungnya seolah tidak mau tahu karena pada musim lalu pun ia berhasil mencetak lima gol dari 16 pertandingannya.

Situasi tidak mengenakkan itu berawal ketika Niang ditarik keluar pada menit 81 ketika melawan Crotone di Stadion San Siro, Minggu (4/12). Niang mendapatkan siulan dan ejekan dari pendukung Milan pada pertandingan yang berakhir dengan skor 1-1 tersebut. Niang pun sempat mengeluhkan kejadian itu melalui akun Twitter miliknya.

Tapi sindiran tersebut tidak lepas dari kegagalan Niang ketika mengeksekusi penalti ke gawang Crotone. Kemudian eksekusi penaltinya kembali gagal ketika menghadapi AS Roma. Alhasil, Niang kapok menjadi algojo penalti Milan dan menyerahkannya kepada pemain lain.

Situasi inilah yang membuat kesebelasan-kesebelasan Liga Inggris bersiap memanfaatkannya. Everton, Leicester City, Southampton, Stoke City, Sunderland dan West Ham United, dikabarkan akan mencoba mendekatinya pada bursa transfer Januari 2017. Milan sendiri dikabarkan bisa saja melepas Niang jika ada yang berani membayar 15-20 juta euro.

Sunderland merupakan klub yang paling menginginkan Niang pada bursa transfer Januari 2017. Tapi mereka ingin mendatangkan Niang dengan status pinjaman. Sebagai gantinya, Sunderland menawarkan Fabio Borini sebagai alat tukar.

Sistem seperti itu membuat transfer Niang dengan Sunderland sulit terjadi. Mengingat cukup kecil kesediaan Milan menerima Borini yang sebelumnya absen tiga bulan karena cedera. Apalagi Milan cuma ingin melepas Niang dengan pembelian permanen. Di sisi lain, Borini pun mengaku ingin bertahan di Sunderland setidaknya sampai musim panas 2017. Sunderland sendiri membutuhkan pemain depan baru karena cuma mampu mencetak 16 gol di Liga Primer Inggris musim ini.

Sumber lain: ESPN FC, Italian Football Daily, Tutto Sport, The Sun.

Komentar