Enggan Bertanding, Atletico Mineiro Ingin Berikan Tiga Poin untuk Chapecoense

Berita

by Redaksi 27

Redaksi 27

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Enggan Bertanding, Atletico Mineiro Ingin Berikan Tiga Poin untuk Chapecoense

Kecelekaan pesawat yang dialami oleh Chapecoense masih mendapat perhatian dari banyak pihak. Jika kita melihat hampir di semua laga sepakbola yang berlangsung setelah kejadian tersebut, pada saat menjelang kick off mengheningkan cipta sejenak untuk para korban kecelakaan pesawat tersebut. Termasuk dalam laga semifinal Piala AFF 2016 antara Indonesia melawan Vietnam kemarin (3/12/2016).

Sebenarnya tak perlu jauh-jauh ke belahan dunia lain, dari sesama rival mereka di liga Brasil juga ikut menunjukkan rasa kepeduliannya. Sebelumnya, beberapa kesebelasan papan atas Brazil seperti Sau Paolo, Santos, Corinthians dan sang juara liga, Palmeiras, bersedia meminjamkan pemainnya kepada Chapecoense pada final Copa Sudamericana melawan Atletico Nacional.

Sekarang solidaritas terhadap Chapecoense juga dilakukan oleh Atletico Mineiro, yang akan menjadi lawan mereka di pertandingan pamungkas liga Brasil. Mineiro memang bukan ingin meminjamkan pemain mereka kepada Chapecoense, tetapi mereka tidak ingin menjalani pertandingan terakhir liga Brasil melawan Chapecoense. Hal ini dilakukan karena mereka ingin menghargai Chapecoense yang masih dalam keadaan berduka akibat kehilangan para pemain dan staf pelatihnya.

Laga terakhir liga Brazil ini telah mengalami penundaan selama satu minggu. Laga yang seharusnya akan dilangsungkan minggu ini akan dilangsungkan pada minggu depan (12/12/2012).

Presiden Atletico Mineiro, Daniel Nepomuceno, mengatakan bahwa laga tersebut tidak akan berpengaruh apa-apa terhadap Mineiro, karena mereka sudah pasti berada pada posisi keempat liga Brazil. Jadi, lebih baik mereka menghargai Chapecoense yang baru saja terkena musibah.

“Saya datang ke sini untuk memberitahu kalian bahwa Atletico Mineiro tidak akan bermain, tidak akan berangkat ke Chapeco untuk bermain pada laga terakhir,” ujarnya seperti yang dilansir oleh Daily Times.

“Kami percaya pada olahraga, kami menaruh respek pada rasa sakit. Ini bukan momen yang tepat untuk meminta para pemain melakukan esensi dari olahraga ini. Saya telah berbicara dengan CBG, mereka setuju tentang hal ini. Saya telah berbicara dengan Presiden CBF, Marco Polo del Nero, yang menyetujui hal ini.”

“Dengan melakukan hal ini, kemungkinan hukuman tersebar adalah kami akan kehilangan tiga poin. Tetapi karena ini tidak berpengaruh apa-apa terhadap posisi tim dan tidak akan merusak kami, hanya inilah yang bisa kami lakukan untuk para keluarga, untuk kota (Chapeco), untuk negara bagian (Santa Catarina) dan untuk negara atas rasa sakit yang dialami dari tragedi minggu ini.”

Meskipun begitu, pihak Chapecoense masih ingin tetap menjalani pertandingan. Presiden Chpecoense, Ivan Tozzi, mengatakan bahwa pada rabu (30/11/2016) CBF meminta kesebelasannya untuk bermain di laga terakhir liga Brasil.

“Saya telah berbicara dengan Del Nero tentang pertandingan melawan Atletico Mineiro dan dia mengatakan, pertandingan ini harus dilaksanakan. Ini akan menjadi perayaan besar,” ujar Tozzi seperti yang dilansir oleh Newsx.

“Saya mengatakan kepadanya, kami tidak mempunyai 11 pemain. Dia berkata, iya benar. Tetapi kami mempunyai para pemain muda di akademi, para pemain yang tidak berangkat. Itu tidak masalah. Pertandingan harus dilaksanakan. Chapeco dan Chapecoense pantas mendapatkan itu.”

Hanya saja dengan keputusan Miniero yang menolak bertanding, bisa jadi laga ini tetap urung dilaksanakan meski pihak Chapecoense memaksa pertandingan harus tetap digelar.

(gun)

Komentar