Pep Tak Frustrasi Meski City Mulai Sulit Raih Kemenangan

Berita

by Redaksi 33

Redaksi 33

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Pep Tak Frustrasi Meski City Mulai Sulit Raih Kemenangan

Pep sempat mengatakan bahwa apapun hasil yang ia raih dalam sebuah pertandingan, ia tidak akan menanggalkan gaya bermain sepakbola menyerangnya yang dikenal sebagai possession football. Ucapannya ini ternyata menjadi sebuah ikrar sekaligus tantangan yang harus ia penuhi. Beberapa kali ia dihadapkan pada situasi ketika possession football-nya tidak memberikan hasil positif. Itulah yang terjadi di Manchester City sekarang.

Rentetan kemenangan Manchester City mulai seret ketika mereka ditahan imbang oleh Glasgow Celtic dengan skor 3-3 di Liga Champions. Hasil minor juga mereka raih kembali setelah dikalahkan oleh Tottenham Hotspur 2-0 di White Hart Lane. Yang terakhir mereka ditahan imbang oleh Everton dengan skor 1-1 di Stadion Etihad, Sabtu (15 Oktober 2016).

Dalam pertandingan tersebut, City sebenarnya benar-benar menguasai pertandingan. Mereka mencatatkan 72% penguasaan terhadap bola, berbanding 28% milik Everton. City juga berhasil melepaskan 19 tembakan ke arah gawang. Mereka mengalirkan bola dengan sangat baik di lapangan, tapi begitu sulit untuk menyelesaikan peluang yang didapat sehingga hanya mampu mencatatkan hasil imbang 1-1.

Hasil imbang City ini juga disertai oleh gagalnya dua eksekutor mereka, Sergio Aguero dan Kevin De Bruyne dalam mengeksekusi tendangan penalti. Marten Stekelenburg, kiper Everton, menjadi salah satu pahlawan The Toffees dalam pertandingan tersebut dengan menahan beberapa peluang pemain City.

Hasil imbang ini tentunya membuat beberapa pihak mempertanyakan apakah City sedang berada dalam krisis akibat hasil negatif yang sudah diraih dalam tiga pertandingan terakhir. Dilansir oleh ESPN FC, sang manajer, Pep Guardiola justru mengatakan kalau timnya tidak sedang berada dalam krisis sehingga ia tidak perlu khawatir.

"Saya tidak merasa frustrasi sekarang ini. Ketika tim saya meraih hasil buruk saya harus memuji tim lawan terlebih dahulu yang bermain lebih baik daripada tim kami," ujarnya.

"Pada akhirnya tim saya akan tetap mendapat penilaian macam-macam dari orang lain. Meski begitu saya tidak akan mengubah gaya bermain tim saya. Tim ini harus bermain sesuai dengan apa yang saya inginkan. Masalah pasti ada, tapi kami akan terus berkembang dan saling memahami satu sama lain," tambahnya.

Perihal masalah dua tendangan penalti yang gagal, Pep mengatakan bahwa ia tidak akan menyajikan latihan khusus menendang penalti bagi para pemainnya. Ia menilai atmosfer latihan dengan pertandingan itu berbeda.

"Anda bisa saja berlatih menendang penalti, tapi tidak ada tekanan yang Anda rasakan di sana. Berbeda dengan penalti ketika saat yang krusial, itulah tendangan penalti yang sebenarnya. Mental pemain yang berbicara," ungkap Pep.

Komentar