Kesulitan Membangun Serangan, Persib Telan Hasil Imbang Keempat

Analisis

by Redaksi 33

Redaksi 33

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Kesulitan Membangun Serangan, Persib Telan Hasil Imbang Keempat

Persib Bandung (kembali) mendapatkan hasil seri. Untuk yang keempat kalinya Persib meraih hasil imbang dalam ajang Indonesia Soccer Championship 2016. Dalam pertandingan melawan Madura United yang berlangsung pada Sabtu (28/5) malam di Stadion Si Jalak Harupat, Persib meraih hasil seri 0-0 melawan Madura United.

Hasil seri ini menambah rentetan hasil imbang Persib karena sebelumnya meraih hasil satu poin kala menghadapi Sriwijaya FC (1-1), Pusamania Borneo FC (0-0), dan Persiba Balikpapan (1-1). Dengan hasil ini, Persib tidak beranjak dari papan tengah TSC dengan menduduki peringkat delapan dengan total tujuh poin.

Dalam pertandingan ini, Persib sebenarnya tampil begitu dominan. Mereka banyak menguasai bola dalam pertandingan melawan Madura United. Setidaknya, ada beberapa hal yang membuat Persib begitu sulit meraih kemenangan dalam pertandingan tersebut

Fungsi Robertino yang Tak Terlihat

Persib begitu kesulitan membangun serangan untuk menciptakan peluang. Bola dari kaki Dias Angga yang menjadi awal dibangunnya serangan seringkali sudah terhenti ketika ia melepaskan operan, entah itu berhasil diintersep atau gagal melepaskan umpan akurat. Robertino Pugliara yang diplot sebagai pengatur serangan pun sangat minim mendapatkan suplai bola ideal.

Hal ini membuat peran Pugliara menjadi tidak terlihat. Pugliara sendiri kemudian digantikan Atep. Atep sempat menorehkan peluang, namun tendangannya mampu ditepis kiper Madura United meski sudah berada di mulut gawang dan berada dalam situasi one on one.

Untuk serangan sayap, serangan ini menjadi tidak efektif bagi Persib sendiri. Malah, beberapa kali Madura United menciptakan serangan dari sayap Persib akibat full-back Persib yang tidak fokus dalam menjaga area pertahanan Persib melalui Erick Weeks Lewis yang menjadi kreator serangan Madura United.

Belencoso ataupun Van Dijk yang Terlalu Sering Mundur

Dengan resminya Serginho van Dijk yang berbaju Persib, Persib memiliki dua pemain bertipikal striker yang dapat menyelesaikan peluang di depan gawang. Namun, nyatanya yang terjadi peluang itu jarang hadir bagi Persib. Hal ini terjadi karena lini depan Persib jarang mendapat suplai.

Bahkan keduanya harus lebih rajin turun ke tengah untuk menjemput bola. Robertino harus bermain lebih turun karena Kim Jeffrey dan Hariono kesulitan membangun serangan. Karenanya, jarang hadir peluang di kotak penalti Madura untuk dieksekusi oleh Belencoso maupun Van Dijk yang masuk menggantikan Belencoso. Persib hanya mencatatkan enam tembakan pada laga ini, lebih sedikit dari Madura United yang melepaskan delapan tembakan.

Fabiano Beltrame yang Bermain Gemilang

Fabiano Beltrame adalah pemain yang patut diacungi jempol dalam pertandingan kali ini. Kedisiplinannya dalam menjaga lini pertahanan Madura United membuat serangan-serangan Persib dengan mudah dipatahkannya. Fabiano juga beberapa kali melakukan blok-blok penting dalam kotak penalti yang menggagalkan attempts Persib untuk berujung menjadi gol.

Selain disiplin menjaga pertahanan, Fabiano juga aktif dalam menyerang. Salah satu peluang yang ia hadirkan adalah sundulannya memanfaatkan sepak pojok Erick Weeks yang masih membentur mistar gawang.

Kesimpulan

Dengan hasil seri keempat yang diraih Persib, akan menjadi pekerjaan rumah yang begitu besar bagi seorang Dejan Antonic untuk menemukan formula bagi Persib dalam mencetak gol. Dengan komposisi pemain yang dimiliki oleh Dejan sekarang, mestinya tidaklah mustahil bagi dirinya untuk berimprovisasi dan menemukan formula tersebut.

Namun pada kenyataannya, Persib baru mencetak empat gol dari lima pertandingan. Lebih buruk, dari lima pertandingan, meski belum terkalahkan, Persib hanya mampu meraih tujuh poin hasil dari satu kali menang dan empat hasil imbang.

Komentar