Menyongsong Era Baru Bundesliga Atas Kesepakatan Baru Hak Siar

Berita

by redaksi

Menyongsong Era Baru Bundesliga Atas Kesepakatan Baru Hak Siar

Bundesliga sebagai salah satu liga terbaik di dunia tentunya memiliki banyak potensi untuk mendatangkan keuntungan finansial bagi klub-klub persertanya. Namun permasalahan kerap dikeluhkan seiring kecilnya pemasukan klub-klub Bundesliga dari nilai hak siar yang mereka terima.

Setelah bertahun-tahun menghadapi kenyataan tersebut, kini keluhan akan permasalahan tersebut bisa menemui titik terang, seiring diputuskannya peraturan baru yang dikeluarkan otoritas Jerman terkait hak siar Bundesliga.

Badan yang berwenang untuk mengatur persaingan ekonomi di Jerman, Bundeskartellamt, mengeluarkan pernyataan bahwa mereka akan menerima rencana untuk mencegah pembeli tunggal untuk memegang semua partai yang diselenggarakan, dimulai pada dua musim mendatang, 2017/18. Terkait hal ini, presiden Bundeskartellamt, Andreas Mundt, mengemukakan hal tersebut.

"Bagi kami, penting bahwa adanya aturan yang memastikan bahwa [nantinya] ada lebih dari satu penawar menang hak [siar]. Selama hanya satu pihak memegang hak siaran langsung ada risiko inovasi itu, terutama dalam penawaran berbasis internet, terbatas," ujar Mundt kepada Deutsch Welle.

Mundt juga menyatakan akan keyakinannya bahwa sistem seperti ini tidak akan merugikan para konsumen, yaitu penonton televisi. “Pengalaman di negara lain seperti Inggris membuktikan bahwa model seperti ini biasanya tidak memaksa konsumen untuk berlangganan lebih dari satu penyedia siaran untuk dapat menonton semua pertandingan,” ujarnya menambahkan.

Dengan adanya keputusan seperti ini, membuka persaingan hak siar Bundesliga untuk empat musim, yakni terhitung dari musim 2017/18 hingga 2020/21. Operator penyelenggaraan liga Jerman, yakni DFL, melalui ketua mereka, Christian Seifert, berharap bahwa keputusan baru ini akan meningkatkan pendapatan bagi mereka dan klub-klub peserta hingga 1 milyar euro serta 1,5 milyar euro per tahun untuk hak laga nasional dan internasional. Saat ini nilai yang didapat oleh DFL untuk sebesar 817 juta euro saja.

Saat ini hak siar Bundesliga masih dipegang oleh Sky Deutschland. Sky mulai membeli hak siar Bundesliga sejak 2012 silam. Kala itu perusahaan media milik konglomerasi Murdoch ini menyisihkan Deutsch Telekom untuk menjadi pemegang hak siar tunggal dengan nilai 2,5 milyar Euro. Karena peraturan ini pula, nantinya Sky Deutschland tidak akan lagi menjadi pemegang hak siar tunggal yang meliputi siaran televisi kabel, satelit, IPTV, dan OTT.

Sebagai perbandingan, liga-liga elit lainnya seperti Liga Primer Inggris dan Serie-A Italia telah menerapkan pemegang hak siar non-tunggal sejak beberapa musim lalu. Nilai pendapatan hak siar Bundesliga menempati peringkat terendah apabila dibandingkan dengan liga-liga top Eropa lainnya, seperti Liga Primer Inggris, Serie-A Italia, La Liga Spanyol, serta Ligue1 Prancis.

Bundesliga masih menyisakan kontrak semusim kedepan dengan Sky akan mendapatkan 835 juta Euro kepada operator liga, DFL. Sebagai perbandingan, klub peserta Liga Primer Inggris dikabarkan akan mendapat sekitar 6,9 milyar Euro dalam musim 2016 hingga 2019 mendatang atau dengan rataan lebih dari 3 milyar Euro per musim.

Sebelumnya, Bundesliga bertekad untuk melakukan reformasi dalam hal hak siar. Pada Februari lalu, terjadi pembicaraan mengenai pembagian keuntungan hak siar televisi untuk klub yang berada dibawah naungan DFL, operator dari divisi 1 dan 2 piramida kompetisi Jerman. Seperti yang dilansir Bild, 16 perwakilan peserta Bundesliga kala itu membicarakan tentang kemungkinan-kemungkinan pembagian keuntungan hak siar, termasuk pembagian kepada klub-klub di divisi dua.

Urusan peningkatan hak siar pun hingga memaksa mereka untuk membuat perubahan pembagian keuntungan untuk kompetisi lainnya seperti Piala Jerman atau akrab disebut DFB-Pokal. Upaya ini untuk menjaga agar tingkat persaingan di DFB Pokal mendatangkan minat yang tinggi kepada penonton. Tingkat kompetitif persaingan juara di Jerman merupakan salah satu kendala bila dibenturkan dengan pasar yang lebih jauh seperti Amerika atau Asia.

Bahkan sempat muncul usulan untuk mengubah format DFB-Pokal untuk memungkinkan tim-tim kecil berlaga hingga ke tingkat yang lebih lanjut. Namun DFL mengkonfrmasi bahwa belum akan dilakukan perubahan format DFB Pokal setidaknya hingga musim 2019/20.

Persoalan tentang hak siar sering membuat berbagai reaksi dari klub Bundesliga. Chief executive Bayern München, Karl Heinz Rummenigge pernah mengungkapkan bahwa seharusnya klub-klub peserta Bundesliga melakukan negosiasi sendiri terkait kontrak hak siar yang mereka akan terima.

“Bundesliga akan jauh lebih baik dengan model seperti ini [swa negosiasi],” ujarnya seperti dikutip majalah bisnis Manager Magazin. “Apabila kami memasarkan sendiri hak siar kami, maka kami akan mendapat 200 juta euro, empat kali lipat dari yang kami dapatkan sekarang."

Dengan keputusan Bundeskartellamt untuk mencegah keterikatan pemegang hak siar tunggal, maka peluang keuntungan hak siar yang didapatkan oleh klub-klub Bundesliga akan dipastikan semakin terdongkrak naik.

Secara ekonomi, banyaknya permintaan hak siar akan turut menaikkan harga jual dari hak siar itu sendiri, sehingga akan berdampak kepada meningkatnya pemasukan klub. Singkatnya, dengan keputusan baru ini Bundesliga kini memiliki harapan untuk menyongsong era baru mereka.



Foto: dw.com

[tr]

Komentar