Persija vs Persipura: Sama Aman, Beda Alasan

Berita

by Redaksi 43

Redaksi 43

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Persija vs Persipura: Sama Aman, Beda Alasan

Persipura dan Persija masing-masing menduduki peringkat keempat dan ketiga di tabel klasemen sementara Grup B Piala Bhayangkara sebelum kedua kesebelasan saling berhadapan pada Rabu (23/3) kemarin di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali. Kedudukan keduanya bukan rujukan yang tepat untuk menjawab pertanyaan “siapa yang lebih baik di antara Persipura dan Persija?”. Hasil akhir pertandingan antara keduanya, 0-0, juga bukan acuan.

Situasi keduanya berbeda. Persija menduduki peringkat ketiga karena telah menjalani dua pertandingan dan mengumpulkan tiga angka darinya, berkat kemenangan 2-1 atas Bali United pada Senin, 21 Maret. Persija kalah tiga gol tanpa balas dalam satu pertandingan lainnya, melawan PS Polri pada Sabtu, 19 Maret. Persipura bermain imbang 1-1 dalam satu-satunya pertandingan yang telah mereka jalani sebelum melawan Persija, melawan PS Polri pada 21 Maret.

Lamanya masa istirahat Persipura dan Persija sejak pertandingan terbaru keduanya sama. Namun fakta bahwa Persija telah menjalani lebih banyak pertandingan terlihat benar dalam pertandingan ini. Persija tampak tidak memiliki cukup energi untuk melancarkan serangan-serangan sayap dan kewalahan ketika Persipura menyerang. Ketergantungan kepada Rizki Ramdhani Lestaluhu tak banyak membantu.

Persipura bermain menekan, menutup jalan umpan sejauh mungkin dari gawang sendiri; Persija menyerang lewat sayap dan Ramdhani terisolasi di tengah. Satu-satunya jalan: melepas umpan mengarah ke belakang dan memindahkan bola ke sisi serangan lain. Gawang Persipura relatif aman dari ancaman.

Sebelum pertandingan ini digelar, lini belakang Persija bisa dibilang tidak termasuk di antara yang terbaik dari semua peserta Piala Bhayangkara dan anggapan tersebut terlihat nyata dalam pertandingan. Baik dengan serangan sayap atau lewat tengah, baik dengan umpan-umpan silang atau umpan terobosan, baik dengan mengandalkan kemampuan individu mereka dalam situasi satu lawan satu atau pertukaran umpan pendek di area sepertiga akhir, Persipura lebih banyak berhasil ketimbang gagal dalam usaha mereka menyerang Persija. Persipura aktif berusaha membuka ruang dan Persija sama aktifnya terpancing membuka ruang untuk Persipura.

Menariknya, gawang Persija relatif sama amannya dari ancaman dengan gawang Persipura. Hanya ada dua jenis tembakan Persipura di pertandingan ini: melenceng atau tidak cukup berbahaya. Pekerjaan Andritany Ardhiyasa relatif sama mudah dengan Ferdiansyah.

Komentar