Alasan Juventus Harus Permanenkan Juan Cuadrado

Taktik

by Randy Aprialdi

Randy Aprialdi

Pemerhati kultur dan subkultur tribun sepakbola. Italian football enthusiast. Punk and madness from @Panditfootball. Wanna mad with me? please contact Randynteng@gmail.com or follow @Randynteng!

Alasan Juventus Harus Permanenkan Juan Cuadrado

Semula, Juan Cuadrado diperkirakan bakal menyempurnakan lini tengah Chelsea, saat ia direkrut dari Fiorentina pada Januari 2015 lalu. Harga untuk mendatangkannya pun cukup mahal. Chelsea harus mengeluarkan kocek sekitar 23,3 juta poundsterling agar bisa mengontraknya selama empat tahun.

Tapi ia gagal mendapatkan kepercayaan di dalam skuat utama Chelsea yang dilatih Jose Mourinho saat itu. Cuadrado tidak semujur Andre Schurrle dan Mohamed Salah, atau mungkin lebih buruk. Sama seperti Schurrle dan Salah, Cuadrado gagal menggeser posisi Willian di pos sayap kanan. Willian dianggap punya kemampuan pressing dan transisi bertahan lebih baik daripada para pesaingnya.

Alhasil, pemain asal Kolombia ini cuma diturunkan 13 kali dalam seluruh ajang yang diikuti Chelsea. Gelar juara Liga Primer Inggris dan Piala Liga musim lalu itu sekadar hiburan baginya. Akhinya ia pun dipinjamkan ke Juventus pada bursa transfer musim panas 2015. Sebagai gantinya, Chelsea mendatangkan Pedro Rodriguez dari Barcelona.

Cuadrado pun merasa lega karena meninggalkan Chelsea dan Mourinho. Kedatangannya di Kota Turin pun mendapat sambutan antusias dari para pendukung Juventus; tidak peduli jika Cuadrado pernah membela Fiorentina, kesebelasan yang mereka benci. Bahkan salah satu pendukung Juventus pun rela mencukur rambutnya agar membentuk wajah Cuadrado, lengkap dengan seragamnya bewarna hitam dan putih.

Juan Cuadrado Membuktikan Kemampuan Bertahannya

Sayangnya, debutnya bersama Juventus di Serie-A 2015/2016, berakhir tidak menyenangkan. Cuadrado gagal menyelamatkan Juventus dari kekalahan saat melawan AS Roma pada giornata kedua. Kendati demikian, Cuadrado mulai menunjukan kemampuan terbaiknya. Ia membuktikan diri sebagai winger yang mendominasi sisi kanan dengan ketangkasan dan kecepatannya, sehingga para fullback lawan akan merasa tersiksa ketika mengawalnya.

Kedatangan Cuadraro direncanakan sebagai pelengkap keinginan Massimiliano Allegri, Pelatih Juventus, yang ingin menggunakan formasi 4-3-3. Pakem itu digunakan ketika menghadapi Frosisone pada gionarta kelima. Pemain yang pernah membela Udinese itu ditempatkan sebagai penyerang sayap kanan. Kecepatan larinya sulit diimbangi Roberto Crivello, fullback Frosinone. Cuadrado juga melepaskan tujuh umpan panjang ke kotak penalti Frosinone.

Cuadrado juga tidak kesulitan memerankan peran wingback kanan dalam formasi 3-5-2 andalan Allegri. Tidak cuma menyempurnakan strategi, tapi Cuadrado membuktikan kemampuan bertahannya. Ia membuktikannya ketika menghadapi Fiorentina pada gionarta ke-16. Cuadrado mampu meredam agresifitas Marcos Alonso, sayap kiri Fiorentina. Dua upaya umpan panjang Alonso berhasil diblok dua kali olehnya. Seperti yang diketahui jika Alonso salah satu penyumbang assist utama Fiorentina. Cuadrado pun menjebol mantan kesebelasannya itu pada menit keenam. Ia juga memberikan assist kepada Paulo Dybala pada menit ke-90.

Dalam formasi 3-5-2, Cuadrado tidak hanya melakukan sesuatu yang lebih untuk serangan. Tapi di bawah bimbingan Allegri, ia telah meningkatkan kemampuan bertahannya. Salah satunya ketika menghadapi Genoa pada giornata ke-23. Ia melakukan aksi transisi dari menyerang ke bertahan yang sangat baik. Hasilnya, Cuadrado berhasil mematahkan serangan balik Genoa. Tidak percaya? Silakan simak menit 03:55 pada tayangan video ini.



Total, aksi bertahannya melahirkan tiga tekel bersih, dua cegatan bola, dan dua sapuan bersih. Sebetulnya, Genoa hampir bisa mencuri poin pada laga ini. Tapi aksi individu Cuadrado memaksa Sebastien Di Maio membuat gol bunuh diri. Pergerakannya pun sangat menyulitkan hingga ia dilanggar tujuh kali pada laga tersebut.

Tengok kembali aksinya saat melawan Bayern Munich pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2015/2016. Cuadrado membuat Juan Bernat, fullback Munich, kewalahan menjaganya. Sampai-sampai Bernat digantikan Mehdi Benatia yang posisi aslinya adalah bek tengah. Pergantian itu agar Munich mendapat tenaga baru dan bermain lebih bertahan kala menghadapi Cuadrado. Padahal, pemain 27 tahun ini baru sembuh dari cedera pergelangan kaki ringan.

"Dia menyadari kapan harus mengoper bola. Jika ia belajar waktu dan kapan harus membantu rekan timnya, dia bisa menjadi tak terbendung. Juan Cuadrado telah melakukannya dengan sangat baik sejauh ini dan telah meingkat dalam hal taktis, fisik dan teknis," puji Allegri seperti dikutip Football-Italia.

Pengganti Stephan Lichsteiner

Cuadrado mampu menciptakan peluang untuk dirinya sendiri maupun rekan-rekannya. Ia telah menjadi pemain penting bagi Juventus untuk mengoleksi gelar musim ini. Buktinya, Cuadrado memiliki kontribusi yang besar ketika memperbaiki Juventus di klasemen sementara Serie-A 2015/2016.

Fleksibilitas dan aksi spontannya dengan bola telah menjadi anugrah untuk Juventus. Ia mampu melakukan serangan lebih ofensif ketimbang Stephan Lichsteiner, full-back kanan Juventus. Walau aksi bertahannya masih kalah dari seniornya itu, tapi perlu diingat bahwa Lichsteiner sudah mulai melambat dan empat tahun lebih tua daripada Cuadrado. Maka, Juventus sudah menemukan investasi masa depan pengganti Lichsteiner.

Maka dari itu, para pendukung Juventus berharap Cuadrado tidak pergi saat akhir musim ini. Pasalnya, terungkap bahwa Chelsea sudah mulai menghubunginya kembali. Apalagi jika Antonio Conte resmi menjadi Manajer Chelsea musim depan.

Juventus sendiri tidak punya kesepakatan untuk mempermanenkan Cuadrado. Tapi Giuseppe Marotta, Direktur Umum Juventus, tertarik untuk mempermanenkannya. Apalagi Cuadrado sendiri mengaku ingin bertahan di Turin. Juventus hanya ingin menebusnya dengan harga 11,5 juta poundsterling, sementara Chelsea akan melepasnya dengan harga 18,5 juta poundsterling.

"Kami tidak punya kesepakatan untuk (mengontraknya secara permanen), itu hanya pinjaman (tanpa opsi untuk membelinya). Dia (Cuadrado) mengungkapkan kebahagiannya berada di sini bersama kami dan kebahagiannya untuk terus berada di sini. Kita akan melihat hal-hal itu dengan Chelsea pada waktu yang tepat, sangat mungkin bahwa ada kesimpulan yang baik," ujar Marotta seperti dikutip dari La Gazzetta Dello Sport.

Hanya masalah waktu yang akan memberikan jawabannya. Memperlihatkan Cuadrado masih memakai seragam garis hitam putih atau tidak saat musim depan. Tapi Cuadrado telah menjadi sosok penting bagi kesebelasannya saat ini. Ia menawarkan senjata berbahaya kepada lawan-lawannya. Maka, Juventus tidak bisa membiarkan Cuadrado pergi begitu saja. Ia telah melakukan hal banyak agar tetap layak tinggal di Kota Turin.

Sumber lain: Bleacher Reports, Calcio Mercato, Daily Mail, ESPN FC, Express, International Business Times, The Guardian,

Komentar