Leicester City Rampungkan Transfer yang Tertunda

Berita

by Redaksi 43

Redaksi 43

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Leicester City Rampungkan Transfer yang Tertunda

Leicester City tidak main-main. Baru empat hari bursa transfer bulan Januari dibuka, mereka sudah mendatangkan seorang pemain baru. Namanya Demarai Gray dan ia masih remaja.

Biaya transfer yang memuluskan jalan Gray dari Birmingham ke Leicester dirahasiakan. Namun Guardian percaya jumlahnya 3,75 juta pounds. Dengan mendapatkan tanda tangan Gray di atas kontrak berdurasi empat setengah tahun, Leicester telah mengalahkan AFC Bournemouth dalam perburuan Gray.

Gray menjalani debut profesionalnya ketika masih berusia 17 tahun; pada 1 Oktober 2013 tepatnya. Sekarang usianya baru 19 tahun namun dalam waktu dua tahun tersebut Gray telah tampil dalam 78 pertandingan resmi. Termasuk di antaranya adalah 51 pertandingan Football League Championship yang ia jalani sebagai starter.

Pertandingan terbaiknya bersama Birmingham, barangkali, adalah melawan Reading di St. Andrew’s pada 13 Desember 2014. Gray mencetak tiga gol di babak pertama. Hattrick pertama sepanjang karirnya tersebut menjadikan Gray pencetak hattrick termuda Birmingham sejak Trevor Francis (tahun 1971). Tiga gol itu pula yang membawanya meraih penghargaan pemain muda terbaik Championship bulan Desember. Di akhir musim ia meraih penghargaan pemain muda terbaik Birmingham musim 2014/2015.

Demarai Gray semasa di Birmingham
Demarai Gray semasa di Birmingham

Kabar kepergian Gray ke Leicester sebenarnya telah berhembus sejak Sabtu (2/1) lalu. Gray, pemain utama Birmingham yang musim lalu tampil dalam 43 pertandingan, tidak masuk dalam daftar susunan pemain untuk pertandiungan kandang melawan Brentford. Ia menjalani tes medis di Leicester hari itu. Senin (4/11), Gray resmi menjadi pemain Leicester.

Bergabungnya Gray dengan Leicester kemarin bisa dibilang transfer yang tertunda. Juli 2015 lalu Gray menandatangani perpanjangan kontrak berdurasi tiga tahun dengan Birmingham. Leicester membayar buy-out clause Gray sebulan kemudian. Pihak kesebelasan telah membuka jalan namun Gray memilih untuk bertahan di Birmingham. Kini, ketika Leicester datang kembali, setelah Leicester menjadi salah satu kejutan Liga Primer Inggris, Gray sepakat untuk dibawa pergi.

Gray lahir di Birmingham dan sempat bermain untuk Cadbury Athletic, kesebelasan amatir yang juga pernah menjadi tempat Daniel Sturridge bermain ketika masih muda. Gray bergabung dengan akademi Birmingham pada usia 10 tahun. Itu pula yang membuatnya sangat mencintai Birmingham. Gray tidak mengucap klise bermain untuk kesebelasan impian ketika dimintai komentar mengenai kesebelasan barunya.

“Bermain di Premier League sudah menjadi impianku sejak aku mulai bermain sepakbola jadi aku sangat senang bergabung dengan Leicester,” ujar Gray sebagaimana dikutip dari situs resmi Leicester. “Ini kesebelasan yang hebat. Fasilitasnya sangat baik dan untuk pemain sepertiku Leicester tampak seperti tempat ideal untuk berkembang. Setelah bertemu dengan para staf, kekeluargaan sangat terasa di sini jadi aku rasa ini sempurna untukku. Lihat saja apa yang Leicester lakukan tahun ini dan aku menyaksikan banyak pertandingan sepakbola jadi aku tahu gata main Leicester cocok denganku.”

Komentar mengenai kecocokan gaya main tersebut diamini Ben Chilwell, bek kiri Leicester. Gray dan Chilwell bermain untuk kesebelasan yang sama, Tim Nasional Inggris U-20.

“Leicester mengandalkan serangan balik. Leicester menyerang dengan kecepatan tinggi dan ia (Gray) akan menambah kualitas serangan Leicester,” ujar Chilwell. “Gray sangat cepat dan tentu akan memperkuat kesebelasan ... Seringnya Gray bermain di sisi kanan namun pernah dalam beberapa kesempatan ia bermain di sisi yang sama denganku. Ia menjalankan tugasnya ketika bertahan, mengawal full-back lawan. Ketika menyerang ia sangat bagus.”

Pertanyaannya kemudian: di mana Gray akan bermain? Gray sendiri mengaku dapat bermain di kanan atau di kiri. Ia bahkan mengaku tidak keberatan bermain di belakang penyerang tengah. Walau demikian ia paling suka ketika bermain di sisi kiri. Keinginannya cocok dengan situasi yang ada karena hanya dirinya pemain Leicester yang secara alami dapat bermain sebagai penyerang sayap kiri. Persoalannya, Leicester tidak bermain dengan penyerang sayap, tetapi pemain sayap. Jeffrey Schlupp sedang cedera sehingga secara otomatis saingan Gray hanya Marc Albrighton. Terlepas dari di mana Gray akan bermain nantinya, rencananya saat ini adalah bekerja sekeras mungkin.

“Tentu saja aku harus bekerja keras,” ujar Gray. “Aku di sini untuk bekerja dan mudah –mudahan aku dapat memberi kesan yang baik dalam latihan. Begitu aku diminta bermain aku akan siap. Claudio Ranieri (manajer Leicester) apa yang ia pikirkan tentangku secara pribadi. Aku sendang mendengarnya dan mendengar rencana jangka panjang, karena aku masih dalam tahap awal karir dan aku ingin berkembang untuk mencapai puncak. Bekerja dengan Ranieri akan membantuku berkembang dan bermain di Premier League adalah tahapan yang aku tunggu-tunggu.”

Joe Dodoo
Joe Dodoo

Dari apa yang ia katakan mengenai Ranieri, bukan tidak mungkin Gray akan menjalani debutnya untuk Leicester di hari Minggu pekan ini. Ranieri tidak ragu memberi kesempatan bermain kepada pemain muda dan salah satu debutan terbaru Leicester, Joe Dodoo, merasakannya. Kepercayaan Ranieri kepadanya membuat Dodoo mencetak tiga gol dalam pertandingan yang berkesudahan dengan kedudukan 4-1 untuk keunggulan Leicester tersebut. Tottenham Hotspur memang bukan Bury dan putaran ketiga FA Cup bukan putaran kedua League Cup. Namun dengan kemampuan yang ia miliki dan kepercayaan dari Ranieri, untuk Gray tidak ada yang tidak mungkin terjadi.

Komentar