Diincar United, Siapa Sebenarnya Abdul Majeed Waris?

Cerita

by Redaksi 46

Redaksi 46

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Diincar United, Siapa Sebenarnya Abdul Majeed Waris?

Beberapa hari lalu, Ryan Giggs kedapatan duduk di tribun Stadion Huseyin Avni Aker, kota Trabzon. Dengan cermat ia memerhatikan seseorang di lapangan. Setelah pertandingan usai, media pun ramai memberitakan bahwa Manchester United tengah mengincar Abdul Majeed Waris yang kini bermain bersama Trabzonspor.

Hah, Abdul siapa barusan?

Ya, namanya Abdul Majeed Waris, asal Ghana. Dilihat dari cuitannya di twitter serta gaya perayaannya golnya, tampaknya ia adalah seorang Muslim yang taat. Namun, itu semua tidak penting. Apa yang membuat pemain kelahiran 1991 tersebut menjadi buah bibir para pemandu bakat klub top Eropa?

CEO Trabzonspor, Burak Gurdal, mengklaim Manchester United tertarik terhadap pemain yang baru mereka beli dua bulan lalu itu. Malah, Gurdal meyakini kalau Giggs hanyalah satu dari sekian orang yang memantau sejumlah pemain Trabzonspor untuk direkrut.

“Bukan cuma Waris, terdapat sejumlah pemain yang mulai dipantau dari dekat,” kata Gurdal.

Agen sang pemain mengaku tak terkejut dengan ketertarikan United, meskipun ia tidak tahu sampai-sampai seorang Ryan Giggs yang harus turun langsung memantaunya. Menurutnya, sejumlah tim Liga Inggris sudah memerhatikan Waris sejak Piala Dunia. Sayangnya, ia malah mendapat cedera saat pemanasan.

“Waris jelas punya kualitas untuk Liga Inggris. Dia amat cepat dan kuat. Secara jelas, dia membuktikan diri sebagai penebar ancaman di depan gawang, tapi dia juga adalah seorang petarung yang tidak pernah menyerah dan akan terus mengejar banyak peluang, serta menempatkan dirinya di area yang berbahaya,” kata Phil Radley, sang agen.

Jadi, siapa sebenarnya Waris yang tersohor itu?

Waris memulai karir sepakbolanya di The Right to Dream Football Academy (RtD). Akademi tersebut terbilang berkualitas karena menjadi wakil Ghana di ajang Manchester United Premier Cup empat tahun berturut-turut. Waris menjadi lulusan pertama RtD yang bermain di klub Eropa.

Waris melanjutkan sekolah di Hartpury College yang memiliki akademi sepakbola. Tom Radcliffe, pelatih yang pernah menangani Waris di Hartpury mengaku mereka memang memiliki program khusus yang bisa memoles pemain dengan kualitas pemain Liga Champions.

Pada Oktober 2009, Waris menandatangani kontrak berdurasi empat tahun dengan klub Swedia, BK Hacken. Di Hacken ia sempat membuat sensasi dengan mencetak lima gol dalam satu pertandingan. Hal tersebut membuatnya menjadi pengukir rekor pencetak lima gol pertama di Liga Swedia di abad ini.

Karena capaiannya tersebut, Waris didaulat menjadi Swedish Premier League’s Player of The Year. Malah, Presiden Federasi Ghana saat itu, sempat memuji sang pemain karena mengharumkan nama negara.

Pada 2012, ia ditransfer ke Spartak Moskow. Karena kekurangan waktu bermain, ia pun ingin keluar dari klub tersebut. Spartak akhirnya meminjamkan Waris ke Valenciennes yang berlaga di Liga Prancis. Catatan golnya lumayan baik. Dari 16 penampilan, ia sukses menjaringkan sembilan gol. Penampilan tersebut lah yang membawanya ke Piala Dunia 2014 bersama Ghana.

Pada bursa transfer Agustus lalu, Spartak Moskow pun sepakat untuk perpindahan Waris ke Trabzonspor. Tidak dijelaskan berapa nilai transfer sang pemain.

Klub pertamanya di Hacken sebenarnya telah mencium bakat Waris sejak ia main di Gothia Cup. Tinggal menunggu waktu bagi manajemen klub untuk mengajaknya bekerjasama. Beruntung, Wasir pindah ke Inggris dan mengasah bakatnya di sana.

Di lapangan, jika Anda melihat cuplikan golnya, Waris adalah striker yang kuat secara fisik meski tak bertubuh tinggi besar. Ia juga termasuk striker oportunis yang mampu memanfaatkan kesalahan sekecil apapun di lapangan.

Waris biasanya menunggu di lini depan, menunggu suplai bola dari tengah. Di depan gawang, ia begitu tenang, sampai-sampai sempat tercipta gol dengan proses ia melewati dua bek dan satu kiper.

Seperti yang dibahas di atas, Waris adalah pemain yang taat. Sebuah media online di Swedia menuliskan bahwa ia tak pernah ketinggalan salat, bahkan jelang pertandingan sekalipun. Hal religius inilah yang membuat Waris lebih fokus bermain di lapangan dan tidak melakukan hal yang aneh-aneh.

Di Ghana, ia hanyalah anak dari seorang ayah yang bekerja sebagai tukang las, dan ibu yang jualan parfum di pasar.

“Kehidupan di Afrika amatlah sulit,” kata Waris, “Keluargaku tidak lah kaya. Jelas tidak.”

Saking sibuknya sang ayah membiayai kehidupan Waris dan empat saudara laki-lakinya, ia sampai tak sempat menyaksikan Waris bermain bola. “Aku sudah lupa kapan terakhir kali ayah menyaksikanku bermain bola. Aku ingin membawa keluargaku ke sini untuk bisa menontonku di lapangan. Aku pikir, mereka akan sangat bangga nantinya,” tutur Waris.

Keinginan Van Gaal dan manajemen United untuk mendatangkan Waris pada Januari mendatang sepertinya tak akan mudah. Pasalnya, Trabzonspor tak berniat menjualnya dalam waktu dekat.

“Kami baru bekerjasama dengan waris dua bulan lalu, dan kami tidak sedang tertarik untuk menjualnya saat ini,” kata Gurdal. Namun, CEO Trabzonspor tersebut tak menyangkal jika masa depan mungkin saja bisa berubah.

Jika United berhasil merekrut Waris, berarti daftar antrian di lini depan sudah mulai panjang. Selain Wayne Rooney, Robin van Persie, dan Falcao, ada pula striker muda James Wilson yang mesti antre mendapat giliran bermain. Jadi, bagaimana nasib Waris? Apakah ia akan hijrah ke Old Trafford? Atau malah dibajak tetangga?

Sumber gambar: ghanasoccernet

Komentar