[Match Preview] Belgia vs Rusia: Bermain Hati-hati adalah Kunci

Piala Dunia

by redaksi

[Match Preview] Belgia vs Rusia: Bermain Hati-hati adalah Kunci

Laga sengit akan terjadi malam nanti antara Belgia melawan Rusia dalam lanjutan grup H. Dua tim ini sama-sama diunggulkan akan lolos ke babak 16 besar. Belgia butuh satu lagi kemenangan untuk mengunci satu tiket ke babak 16 besar setelah di laga perdana, mereka mempunyai modal bagus dengan mengalahkan Al Jazair 2-1.

Lain hal dengan Rusia, anak asuh Fabio Capello ini mesti mengalahkan Belgia demi membuka asa lolos dari fase grup. Hasil imbang atau kalah hanya akan mempertipis presentase mereka untuk lolos.

Kelemahan Rusia yang sering diekploitasi dan selalu dinilai lamban adalah posisi di mana Andrey Eshchenko berada yakni di sayap kanan, pada malam nanti pemain ini akan diekploitasi habis-habisan oleh Eden Hazard, Pelatih Rusia, Fabio Capello nampaknya akan berfikir keras dan menambah pemain lain untuk lebih cenderung defensif untuk menambal kelemahan ini.

Namun jika mencermati permainan Hazard pada saat melawan Al Jazair, pemain Chelsea ini betul-betul dimatikan oleh lawan, matinya Hazzard tak lain dari peran poros ganda Al Jazair. Hal ini mungkin akan ditiru oleh Capello dengan duo poros ganda yang akan lebih diintruksikan defensif yakni Denis Glushakov dan Viktor Faizulin. Peran dua pemain ini jelas untuk mematikan trisula penyerang Belgia, Hazzard – Lukaku  - Martens.

Untuk mematikan sisi sayap Belgia, Rusia bisa meniru Al Jazair yang memaksan dua fullback Belgia untuk tak naik ke depan. Tak bagusnya penampilan Hazzard terjadi karena sikap Vertonghen yang menolak untuk bergerak maju membantu rekan satu timnya.

Sulit untuk memprediksi bagaimana Capello akan menyerang dalam permainan ini, toh saat melawan Korea Selatan sendiri yang notabene bermain cepat, Rusia seolah kesulitan dan memilih menyerang lewat bola longballs serta crossing. Penampilan Kokorin di partai pembuka yang mengecewakan dan  Aleksandr Kerzhakov yang kelelahan sendirian di tengah harus membuat Capello berfikir keras.

Pelatih Italia ini bisa memanfaatkan kemampuan Kerzhakov yang lebih pintar mengekpoitasi lini belakang lawan dengan menarik bek bermain ke tengah, hal ini sangat menguntungkan jika Belgia memaikan garis pertahanan yang tinggi, kondisi ini cocok untuk Kokorin yang memang selalu standby diam di atas.

Aliran kunci kepada Kokorin mungkin akan diemban Alan Dzagoev, sosok ini memainkan peran sebagai playmaker dan punya kecepatan pergerakan tanpa bola yang begitu cepat. Capello sendiri nampaknya akan lebih bersabar dan memainkan pola serangan balik. Namun jika belajar dari pengalaman Belgia saat melawan Al Jazair, tim inipun nampaknya akan bermain hati-hati mengingat mereka amat kelabakan saat menghadapi serangan balik, terutama di area dua centerback.

Pada laga nanti malam, kedua belah pihak mungkin akan tampak terlihat enggan untuk mengambil inisiatif dan menyerang, dan lebih mengarah kepada permainan yang mengandalkan kesalahan kiper atau pemain belakang lawan. Prediksi skor di laga ini mungkin tak akan berselisih banyak, paling banter 1-2 gol.

Komentar