Alasan Swiss Berada di Peringkat 6 FIFA

Berita

by redaksi

Alasan Swiss Berada di Peringkat 6 FIFA

FIFA akhir-akhir ini sering membuat kita terheran-heran. Dimulai dari penunjukkan Rusia dan Qatar yang menjadi tuan rumah Piala Dunia, hingga patennya kursi kepemimpinan Sepp Blatter yang telah menjadi presiden FIFA sejak tahun 1998.

Kemudian kita akan kembali terheran ketika menengok peringkat dunia FIFA (per 5 Juni 2014). Peringkat satu sampai lima mungkin tak akan terlalu menimbulkan tanya. Spanyol, Jerman, Portugal, Brasil, dan Argentina merupakan tim yang layak berada di posisi tersebut. Namun ketika menggeser satu strip lagi di bawahnya, kita akan secara otomatis mengernyitkan dahi.

fifarank


via fifa.com


Swiss, ya, Swiss. Secara mengejutkan Gokhan Inler dan kawan-kawan berada di posisi 6 peringkat FIFA. Peringkat tersebut berada di atas tim-tim sekaliber Italia, Inggris, Belanda, dan Uruguay.

Pastilah ini akan memunculkan pertanyaan, apakah kualitas Swiss benar-benar berada di atas tim-tim tersebut? Tapi jangan dulu berburuk sangka. Jika mengacu pada peraturan poin FIFA, maka memang benar Swiss berada di posisi yang cukup membanggakan tersebut.

Hitungan poin untuk peringkat FIFA memang terbilang rumit. Setiap kemenangan yang bernilai 3 poin akan dikalikan ke beberapa kategori poin. Karena setiap pertandingan internasional memiliki nilai yang berbeda-beda. Agar tidak terlalu membingungkan, berikut adalah formulanya:

poin internasional

Pada babak kualifikasi grup E wilayah Eropa, Swiss tergabung bersama Islandia, Slovenia, Norwegia, Albania, dan Siprus. Dari 10 pertandingan yang dijalani, Swiss mengemas 24 poin berkat 7 kemenangan dan 3 kali seri. Tentunya kemenangan-kemenangan tersebut cukup memberikan pengaruh berarti pada peroleh poin pada peringkat FIFA.  Selain itu, peringkat lawan-lawannya pun tak terlalu buruk (lihat poin dua pada grafis di atas).

Sebagai contoh, Swiss mengalahkan Slovenia pada babak kualifikasi tersebut. Kemenangan tentunya bernilai 3 poin. Lalu (lihat grafis di atas) dikalikan dengan 2.5 poin kemenangan babak kualifikasi. Slovenia berada di peringkat 25, maka 200-25= 175 poin, Slovenia merupakan tim Eropa maka dikalikan 1 poin. Itu artinya 3x2.5x175x1=1312.5 poin.

Sekarang bandingkan dengan Inggris ketika mengalahkan Polandia yang berada di peringkat 66. Poin Inggris saat mengalahkan Polandia adalah 3x2.5x(200-66)x1=1005.5 poin. Ukraina yang seharusnya menjadi ladang poin (karena berada di peringkat 16), tak berhasil mereka kalahkan dalam dua kali pertemuannya. Berbanding terbalik dengan Swiss yang dua kali mengalahkan Slovenia (peringkat 25). Belum lagi Inggris yang ‘hanya’ menang 6 kali dan 4 kali seri pada babak tersebut.

Tentu saja poin tersebut nantinya dirata-ratakan tiap bulan dan tahunnya. Poin-poin yang diraih empat tahun belakangan pun cukup mempengaruhi hasil akhir poin. Namun dari perbandingan di atas saja sudah terlihat jelas bahwa kemenangan-kemenangan Swiss lebih ‘bernilai’ ketimbang kemenangan-kemenangan Inggris. Ditambah lagi, Swiss secara konsisten mampu menaklukkan lawan-lawan yang memiliki peringkat lumayan bagus.

Terlepas dari poin yang berhasil diraih, tentunya ke-konsistensi-an Swiss pun menjadi bahan pertimbangan tersendiri. Swiss tercatat tak terkalahkan dalam 14 pertandingan. Selain 10 pertandingan pada babak kualifikasi, mereka tak kalah dalam empat pertandingan uji coba. Bahkan mereka mengalahkan Brasil pada uji coba tersebut.

Berdasarkan rincian poin di atas tentunya sedikit banyak memberi pencerahan mengapa peringkat Swiss berada di atas tim-tim unggulan. Namun yang menjadi pertanyaan berikutnya adalah, bagaimana bisa Swiss menjelma menjadi tim yang sulit ditaklukkan bahkan oleh Brasil sekalipun?

foto: abc.net.au

[ar]

Komentar