Tips Merekrut Pemain di Football Manager

Video Games

by Gunanda Hasdiansyah 35953

Gunanda Hasdiansyah

Pecandu game Football Manager yang mencintai sepak bola dengan segala keindahannya

Tips Merekrut Pemain di Football Manager

Football Manager merupakan game simulasi manajer sepakbola paling populer di dunia. Kesempatan untuk merasakan pengalaman sebagai manajer sepakbola (walaupun hanya dalam dunia maya) yang ditawarkan oleh Football Manager cukup menarik minat banyak penggila bola untuk memainkannya.

Salah satu hal yang cukup menarik dari tugas seorang manajer adalah mencari pemain yang tepat untuk kesebelasan yang dilatihnya. Proses jual beli pemain yang terjadi pada dua periode jendela transfer yaitu pada musim panas dan musim dingin sangat dinantikan oleh para gamer penggila Football Manager.

Pada saat itulah layaknya manajer sungguhan, kita sebagai seorang manajer pada Football Manager mempunyai kesempatan untuk memperbaiki kekurangan yang terdapat pada skuat yang kita miliki. Menjual beberapa pemain lalu menggantikannya dengan beberapa pemain baru adalah hal yang lumrah kita lakukan.

Untuk mencari pemain yang kita butuhkan, Football Manager menyediakan fitur scouting. Pada fitur scouting tersebut kita bisa memfilter calon pemain yang ingin kita beli sesuai dengan kriteria yang kita inginkan. Contohnya dapat dilihat pada gambar di bawah ini saya melakukan scouting pemain berusia antara 15-17 tahun.

Jika misalnya ketika mencari melalui fitur scouting tersebut kita masih kebingungan untuk memilih pemain karena terdapat beberapa pemain yang sesuai dengan kriteria kita. Kita dapat melakukan proses scouting yang lebih mendalam dengan meminta bantuan seorang scout yang merupakan bagian dari manajemen kesebelasan yang kita latih. Alangkah baiknya sebelum melakukan proses scouting melalui scout tersebut, kita bisa men-declare interest terlebih dahulu kepada sang pemain, agar dia mengetahui kita sedang mengincarnya dan kita bisa melihat respon sang pemain apakah tertarik bergabung dengan kesebelasan kita atau tidak.

Scout tersebut nantinya akan memberikan informasi yang lebih terperinci tentang pemain yang ingin kita beli. Informasi tersebut seperti kelebihan, kekurangan, gaji yang diinginkan oleh sang pemain, bahkan terkadang ada informasi mengenai nominal harga yang diinginkan oleh kesebelasan pemain incaran kita.

Informasi tentang kelebihan dan kekurangan pemain incaran kita tentu akan sangat berguna bagi kita untuk menilai apakah pemain tersebut sesuai dengan keinginan kita atau tidak. Sementara itu informasi gaji dan harga jual berguna untuk memudahkan kita dalam proses negosiasi pemain tersebut. Contoh hasil scouting oleh scout dapat dilihat pada gambar di bawah ini saya memerintahkan scout untuk mencari informasi tentang Maximiliano Romero.

Ada informasi lainnya juga yang kita dapatkan dari scout. Informasi tersebut adalah jumlah bintang pemain tersebut dalam rentang 0-5 bintang. Kebanyakan dari kita sering terpengaruh dengan informasi bintang tersebut. Sehingga membuat kita melupakan aspek-aspek lainnya yang perlu kita pertimbangkan.

Informasi bintang tersebut sering kita anggap sebagai informasi secara keseluruhan dari seorang pemain. Hal itu sebenarnya tidak salah, namun tidak selamanya pemain dengan jumlah bintang lebih besar bakal lebih bagus permainannya dibandingkan pemain dengan jumlah bintang lebih kecil. Perlu adanya kecocokan antara sang pemain dengan taktik yang kita gunakan. Kita juga perlu menilai atribut sang pemain tersebut seperti teknik, mental maupun fisiknya, apakah sesuai atau tidak dengan taktik yang kita gunakan.

Selain itu, jumlah bintang dari seorang pemain bisa berbeda-beda. Misalnya pemain A di tim A mempunyai bintang empat, tetapi ketika di tim B bintangnya malah turun menjadi tiga. Hal ini dikarenakan pemberian informasi bintang tersebut berdasarkan kualitas sang pemain dibandingkan dengan kualitas rata-rata skuat yang dimiliki oleh suatu tim. Jadi, jika pemain A berada di tim B yang kualitas rata=rata skuat yang dimilikinya lebih tinggi dari tim A, maka bintang pemain A akan turun ketika dilakukan scouting oleh tim B.

Bukan hanya ketika di tim yang berbeda, ketika di tim yang sama pun perbedaan bintang seorang pemain pun bisa terjadi. Misalnya scout memberikan bintang empat kepada pemain A, lalu karena kita tertarik dengan pemain A tersebut, kita merekrutnya. Tetapi, ketika kita sudah merekrut pemain A tersebut, bintangnya malah turun menjadi tiga saaat kita meminta report dari asisten manajer. Hal ini terjadi karena terdapat perbedaan atribut judging player ability dan judging player potential yang dimiliki oleh scout dan asisten manajer kita. Kedua atribut tersebut perlu kita perhatikan ketika merekrut scout agar informasi yang diberikannya semakin akurat.

Jadi untuk para manajer janganlah terlalu terpengaruh dengan bintang-bintang yang dimiliki oleh seorang pemain. Namun perhatikan juga aspek lainnya seperti kecocokan dengan taktik yang digunakan dan atribut yang dimiliki oleh sang pemain. Aspek atribut pemain sering kita lupakan ketika kita sudah melihat jumlah bintang yang dimiliki oleh pemain tersebut. Padahal atribugt merupakan hal penting yang perlu kita perhatikan untuk kesesuaian pemain incaran kita dengan posisi yang akan ia tempati pada taktik yang kita gunakan. Pada gambar di bawah ini saya berikan contoh atribut dari Franck Kessie.

Selain itu jika misalnya kita ingin mengetahui apakah pemain yang kita incar merupakan seorang wonderkid atgau bukan? Atau apakah pemain incaran kita dilabeli sebagai penerus seorang pemain hebat di masa lalu atau tidak? Hal tersebut bisa kita lihat pada menu information dari sang pemain, tepatnya pada informasi media description. Contohnya dapat dilihat pada gambar di bawah ini. Gianluigi Donnarumma dideskripsikan sebagai seorang wonderkid.

Jika sudah melalui proses scouting kita sudah menemukan pemain yang ingin kita beli. Kita bisa lanjut ke tahap negosiasi dengan kesebelasan pemilik pemain tersebut. Jika kita sudah mengetahui nominal harga dari informasi scout proses ini akan sedikit lebih mudah. Jika belum, kita bisa menerka-nerka harga yang pantas untuk sang pemain.

Jika kita ingin menghemat pengeluaran atau malah kita kekurangan dana untuk membeli pemain tersebut, kita bisa mengakalinya dengan menawarkan pembayaran dengan dicicil dan menambah beberapa klausul yang dapat meringankan beban kita seperti klausul gol dan penampilan minimal serta adanya pembagian keuntungan saat pemain tersebut kita jual nanti.

Kita juga bisa menawarkan opsi peminjaman ditambah dengan opsi membeli sang pemain tersebut pada akhir musim. Jangan takut dibilang miskin karena hanya menawarkan opsi peminjaman, toh ini hanya sebuah permainan. Terkadang opsi ini juga menguntungkan kita, jika sang pemain tersebut tidak sesuai dengan harapan kita, bisa kita lepakan pada akhir musim tanpa mengalami kerugian.

Komentar