Kesuksesan Football Manager, Kegagalan Championship Manager

Video Games

by Ardy Nurhadi Shufi 46058 Pilihan

Ardy Nurhadi Shufi

Pemimpin Redaksi | Pesepakbola Tarkam | Juru Taktik
ardynshufi@gmail.com

Kesuksesan Football Manager, Kegagalan Championship Manager

Hari ini, 4 November 2016, menjadi hari yang paling dinanti-nanti dan ditunggu-tunggu. Namun bukan karena akan terjadi demo besar-besaran, melainkan karena game simulasi sepakbola terbaik, Football Manager (FM), meluncurkan seri terbarunya, Football Manager 2017, hari ini.

Berbicara mengenai Football Manager, permainan Personal Computer (PC) yang dikembangkan oleh perusahaan bernama Sports Interactive (SI) ini terus mengalami perkembangan yang sangat signifikan. Dan berkembangnya FM sendiri tak lepas dari pergesekan dan saling sikut antara SI dengan partner terdahulunya, Eidos Interactive.

Ya, sebelum tercipta Football Manager, SI memang bekerja sama dengan Eidos. Pada 1992, kedua perusahaan asal Inggris tersebut berkolaborasi untuk menciptakan game berjudul Championship Manager (CM). Championship Manager lantas menggantikan permainan simulasi manajer sepakbola lain yang lebih dulu populer saat itu seperti Premier Manager dan The Manager.

Championship Manager 93` (via: retrocollect.com)

Pada awal 2000-an, Championship Manager semakin menunjukkan keberhasilannya. Menurut Sportskeeda, Championship Manager 4 yang rilis pada Maret 2003 mencetak rekor dunia dengan penjualan game PC tercepat di hari pertama rilis.

Namun ternyata Championship Manager 4 melahirkan banyak ketidakpuasan dari para penggunanya. Selain mengalami kelambatan di banyak PC yang terbilang high-end saat itu, CM 4 dianggap tidak realistis seperti CM edisi-edisi sebelumnya. Proses transfer terlalu mudah yang membuat kesebelasan-kesebelasan kecil mampu dengan gampangnya membeli pemain-pemain besar.

Hal ini disinyalir menjadi faktor utama SI melepaskan diri dari Eidos. Dalam perpisahannya, SI mendapatkan hak penggunaan database dan match engine. Sementara itu Eidos mendapatkan hak atas nama "Championship Manager" dan interface.

Sejak saat itu, SI dan Eidos seolah bersaing. SI menggandeng Sega Europe alias Sega, sementara Eidos bekerja sama dengan Beautiful Games Studios (BGS). SI dan Sega lantas meluncurkan Football Manager 2005, sementara Eidos dan BGS menelurkan Championship Manager 5.

Namun FM sudah terlihat selangkah lebih maju dibandingkan Championship Manager pada saat itu. Selain rilis lebih dulu (FM rilis pada November 2004, CM pada Maret 2005), FM memiliki fitur-fitur yang tidak dimiliki CM seperti informasi sebelum dan sesudah pertandingan, merekrut staf pelatih, mind games antar manajer, pemutusan kontrak pemain, opsi peminjaman pemain, dan masih banyak lagi.

CM 5 sendiri memang menghadapi sejumlah masalah sebelum perilisannya. Awalnya CM 5 dijadwalkan rilis pada Oktober 2004. Namun masalah coding dan masih banyaknya bug pada percobaan game tersebut membuat rilisnya CM mengalami penundaan hingga lima bulan.

Hasilnya, FM 2005 menggungguli CM 5 dari segi penjualan. Menurut Eurogamer, FM 2005 menempati penjualan game PC tercepat ke-5 sepanjang masa saat itu. Sementara CM 5, meski rilis juga di beberapa game console seperti Xbox, Playstation 2, dan Playstation Portable, mengecewakan para penggunanya dengan masih adanya sejumlah bug dalam permainan.

FM pun kemudian mulai merambah game console pada tahun-tahun berikutnya. Sama seperti CM, FM pun mulai merambah Xbox (2006) dan PSP (2007).

Namun FM di PC semakin mendapatkan hati dari penggunanya setelah menciptakan match engine 3D, merupakan yang pertama di dunia, pada FM 2009. Bahkan ketika itu SI mengumumkan kerjasama eksklusifnya dengan Arsenal, sehingga mendapatkan lisensi resmi Arsenal.

Ketika FM semakin menunjukkan kedigdayaannya, CM kurang berinovasi pada serial-serial berikutnya. Tak ada inovasi di CM 2007. Inovasi baru lahir ketika di CM 2008 menyajikan multi-player mode. Bahkan ketika FM 2009 menyajikan match engine 3D pada edisi 2009, CM tak memproduksi edisi terbarunya.

CM sebenarnya hendak meluncurkan edisi musim 2008/2009 pada April 2009. Namun karena berdekatan dengan akhir musim, akhirnya perilisan dibatalkan, dan baru mengudara pada akhir September 2009, dengan nama CM 2010.

Namun meski sudah menampilkan match engine 3D seperti FM, CM 2010 kurang sukses di pasaran. Padahal FM semakin mendunia dan semakin dinanti-nanti setiap edisi terbarunya. Akhirnya pada 2011, CM tak lagi memproduksi edisi terbaru untuk PC. Championship Manager 2011 hanya rilis di ponsel Apple.

Melihat ini, perusahaan game asal Jepang, Square Enix, mengambil alih Championship Manager dari Eidos. Meskipun begitu, CM tak lagi rilis untuk PC (padahal FM saat ini menjadi salah satu game primadona di PC). Pada 2013, Square Enix meluncurkan CM edisi 2014, namun bukan dengan nama Championship Manager, melainkan Champ Man 14.

Baru pada 2016 ini Square Enix kembali menggunakan nama Championship Manager pada game mereka, Championship Manager 2017. Namun dengan beralihnya Championship Manager menjadi game ponsel, hal ini menunjukkan bahwa SI telah membuktikan diri bahwa mereka telah menjadikan Football Manager sebagai simulasi permainan manajer sepakbola terbaik di PC, mengalahkan Championship Manager milik Eidos.

Komentar