Sepakbola di Dunia Game Online

Video Games

by Frasetya Vady Aditya Pilihan

Frasetya Vady Aditya

Penyunting. Jangan terkekang; sepakbola cuma cangkang. Kontak: vady.aditya@gmail.com

Sepakbola di Dunia Game Online

Surga dunia itu bernama video game. Lewat video game, manusia tak perlu beranjak dari tempatnya bersemayam. Dengan makanan ringan di sebelah kanan, dan minuman dingin di sebelah kiri, manusia sudah bisa menyapa dunia. Tanpa perlu berpanas ria, tanpa perlu bertatap muka.

Dengan koneksi internet yang masih terlunta-lunta, game online seolah datang terlambat ke Indonesia. Ketika belahan dunia lain sudah saling sapa atau saling ejek di Counter Strike, di sini, mungkin lebih banyak orang yang lebih sering memainkan "free cell" diam-diam, saat bos tidak ada di kantor.

Seiring dengan berjamurnya warung internet (warnet) sekitar awal abad ke-21, perlahan tumbuh pula warnet yang dikhususkan untuk game online. "Nexia Online" menjadi salah satu game online pertama yang hadir di Indonesia. Lalu, popularitas game online pun semakin akrab terutama di telinga guru BP atau guru BK. Terlebih saat "Ragnarok Online" memukau anak-anak SMP yang lebih memilih menginap di warnet ketimbang pulang ke rumah.

Ragnarok Online Ragnarok Online (Sumber gambar: mmohut.com)


Padahal, sekitar tahun 2003-2004 biaya internet sedang mahal-mahalnya. Di Bandung misalnya, untuk satu jam, pelanggan dibebani biaya sewa sekitar 3.500 hingga 5.000 rupiah.Namun, perjuangan belum berhenti sampai di situ. Saat itu, pengguna masih harus membeli voucher dengan masa aktif tertentu. Biasanya, harga untuk tiga jam bermain mencapai 10 ribu rupiah. Artinya, untuk bermain selama tiga jam, pengguna harus mengeluarkan uang sekitar 25 ribu rupiah! Belum lagi resiko digrebek Satpol PP karena bermain di jam-jam sekolah.

Kini, dengan koneksi internet yang perlahan semakin membaik, gamers Indonesia pun semakin nyaman bermain game online. Dari yang awalnya harus begadang untuk mendapatkan "paket malam" di warnet, kini mereka bisa memainkannya di rumah. Sejumlah game yang biasa dimainkan di PC pun, perlahan dimainkan dengan mode "multiplayer". Mereka yang muak dengan cheater di "Point Blank" kini beralih ke "Battlefield 5" dengan tampilan grafis yang jauh lebih baik, dan lawan yang lebih beragam.

Pun halnya dengan game sepakbola. EA Sports lewat FIFA 2001 sebenarnya sudah menyediakan fitur multiplayer yang bisa dimainkan secara online. Namun, fitur tersebut tidak begitu diandalkan karena lagi-lagi koneksi internet yang untuk membuka laman "Google" pun butuh beberapa menit.

Dengan pembenahan dan penambahan infrastruktur yang mendukung koneksi internet yang lebih cepat, pengembang game pun semakin memaksimalkan fitur online mereka. Ini pun dilakukan EA Sports di sejumlah seri terakhir FIFA. Ini sekaligus untuk meminimalisasi pembajakan, karena hanya yang telah memiliki lisensi-lah yang bisa mengakses fitur online tersebut.

Pada FIFA 09, EA Sports menyediakan fitur "Be A Pro" yang bisa dimainkan secara online. Hal ini semakin dikembangkan dengan fitur "FUT" di FIFA 14 dan 15. Bisa dibilang, hampir sebagian kesenangan di FIFA bisa dinikmati lewat fitur online. EA Sports pun meluncurkan "FIFA Online" yaitu game FIFA yang secara khusus untuk dimainkan lewat koneksi internet.
Sumber gambar: whatculture.com


Kini penggemar game FIFA pun tidak lagi "anti-sosial", karena mereka telah berkenalan dengan "dunia luar" dari dalam kamar. Mungkin, suatu saat nanti ada pengembang dan pembuat game yang membuat game sepakbola sedetail dengan banyak fitur. Misalnya fitur "pub" seperti yang ada di Ragnarok. Di dalamnya, pemain bisa berinteraksi dengan pemain lainnya seperti diskusi, jual barang, hingga cari jodoh. Namanya juga usaha.





Sumber gambar: prodigy.co.id

Komentar