Menebak Posisi Mkhitaryan di Arsenal

Taktik

by Taufik Nur Shidiq

Taufik Nur Shidiq

Penanggung jawab rubrik PanditSharing dan Backpass. Penyunting naskah Cerita.

Menebak Posisi Mkhitaryan di Arsenal

“Saya sangat senang kami bisa menyelesaikan kesepakatan ini dan saya sangat senang berada di sini,” ujar Henrikh Mkhitaryan dalam wawancara pertamanya sebagai pemain Arsenal. “Ini impian yang menjadi kenyataan karena saya selalu bermimpi bermain untuk Arsenal. Sekarang karena saya sudah di sini, saya akan memberi yang terbaik kepada klub untuk menciptakan sejarah.”

Bermanis-manis di tempat kerja baru adalah normal. Pemain mana pun boleh mengucap “Ini impian yang menjadi kenyataan karena saya selalu bermimpi bermain untuk Arsenal”, dan nama Arsenal bisa diganti oleh sembarang klub. Bisa jadi Mkhitaryan memang hanya bermanis-manis; namun bisa jadi pula ada kejujuran di dalam pernyataannya.

Sebelum ia setenar sekarang, saat ia masih bermain untuk Pyunik di negara asalnya, Mkhitaryan pernah berujar “Tim favoritku adalah Arsenal. Saya menyukai gaya menyerang dan kecepatan mereka. Terlebih lagi, Arsene Wenger menaruh kepercayaan di para pemain muda sembari menuntut hasil di saat yang bersamaan. Saya suka itu dan ingin bermain di sana suatu hari nanti.” Mkhitaryan mengakuinya pada 2009 kepada situs resmi UEFA.

Bahwa seorang pemain muda yang pada akhirnya terbukti hebat tak sempat terendus jaringan pemandu bakat Arsenal, bahkan setelah ia memuji klub di situs terkemuka, terasa janggal. Bisa jadi karena pemandu bakat Arsenal salah menilai; tapi yang lebih memungkinkan: sang pemuda bermain di Armenia dan itu membuatnya tak cukup menarik. “Tidak ada pemandu bakat yang datang ke Armenia,” kata Mkhitaryan pada Rory Smith dari New York Times pertengahan tahun lalu.

Pada akhirnya, toh, Mkhitaryan ke Arsenal juga walau melewati tiga pemberhentian di Shakhtar Donetsk, Borussia Dortmund, dan Manchester United. Pertanyaan berikutnya adalah: di Arsenal, di mana Mkhitaryan akan bermain? Ketika pertanyaan di mana posisi favoritnya diajukan, Mkhitaryan menjawab “Di mana-mana! Tidak peduli di mana tepatnya. Saya tidak menetap di satu posisi, saya selalu mencoba bergerak untuk menciptakan ruang untuk mendukung rekan-rekanku. Saya di mana-mana!”

Ada kejujuran juga dalam pernyataan tersebut. Musim 2015/16, musim terbaiknya, adalah buktinya. Musim itu, musim terakhirnya di Dortmund, Mkhitaryan mencetak 23 gol dan 32 asis dalam 52 pertandingan di Bundesliga, DFB-Pokal, dan Europa League (termasuk kualifikasi). Pada akhir musim Mkhitaryan meraih penghargaan pencetak asis terbanyak Bundesliga dan pencetak gol terbanyak DFB-Pokal serta terpilih masuk ke tim terbaik Bundesliga dan pemain terbaik pilihan sesama pemain.

Musim itu Dortmund bermain dalam formasi 4-2-3-1. Mkhitaryan, di atas kertas, seringkali terdaftar sebagai penyerang sayap. Namun kenyataan di lapangan tidak demikian. Permainan Dortmund dinamis dan Mkhitaryan, seperti pernyataannya, ada di mana-mana. Musim-musim sebelumnya pun Mkhitaryan mengisi pos penyerang sayap, namun menjadi penyerang sayap Jurgen Klopp dan menjadi penyerang sayap Thomas Tuchel ternyata berbeda.

“Ia [Tuchel] berkata kepada saya dalam perbincangan pertama kami bahwa ia bisa mengangkat saya ke level kelas dunia,” ujar Mkhitaryan pada awal 2016. “Pada awalnya, saya tidak begitu saja percaya namun ia memenuhi janjinya dan saya bersyukur untuk itu. Ia memberi kepercayaan diri yang dibutuhkan. Ia banyak berbincang dengan para pemain dan memberi masukan bagus. Saya senang bekerja bersamanya.”

Jika Wenger memutuskan untuk melakukan yang dilakukan Thomas Tuchel pada 2015/16, maka ia harus meninggalkan 3-4-2-1 yang belakangan sedang sering ia terapkan.

“Itu (formasi empat pemain belakang) adalah sistem yang lebih saya sukai,” ujar Wenger dalam jumpa pers pasca pertandingan melawan BATE Borisov, Desember lalu. “Namun saya selalu menyesuaikan dengan apa yang terbaik untuk pemain-pemain yang saya miliki, kualitas para pemain yang tersedia, dan keseimbangan tim.”

Sebenarnya tetap ada tempat untuk Mkhitaryan dalam 3-4-2-1. Ia bisa bermain bersama Mesut Ozil di belakang Alexandre Lacazette. Yang akan terpaksa mengalah, jika Mkhitaryan berdampingan dengan Ozil, adalah Jack Wilshere atau Aaron Ramsey.

Pada akhirnya tinggal ditunggu dan dilihat nanti di mana dan sebagai apa Mkhitaryan bekerja, karena dalam pertandingan terbaru Arsenal, Wenger memainkan pasukannya dalam formasi 4-3-3. Wenger bukan Pep Guardiola, pun bukan juru taktik reaktif yang menyesuaikan timnya berdasar lawan (ingat, hanya berdasar ketersediaan pemainnya sendiri), tapi pak tua menyimpan banyak kejutan -- walau tak selalu menyenangkan.

Komentar