Alves dan Marcelo, Dua Bek Sayap Modern yang Akan Saling Sikut

Taktik

by Sandy Firdaus

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Alves dan Marcelo, Dua Bek Sayap Modern yang Akan Saling Sikut

Fungsi dari bek sayap, baik full-back ataupun wing-back, seiring dengan berkembangnya taktik di dunia sepakbola menjadi lebih beragam. Ia tidak hanya menjadi pengisi posisi di sayap, karena fungsi bek sayap sekarang jauh lebih berkembang. Begitu juga yang dialami Marcelo dan Dani Alves.

Posisi bek sayap, seperti halnya posisi lain dalam sepakbola, adalah posisi yang spesial. Pemain-pemain yang mengisi posisi ini lazimnya adalah pemain dengan stamina yang kuat, punya kecepatan, serta memiliki kemampuan dribel yang baik. Dalam suatu waktu, mereka bisa berada di wilayah lawan, dan dalam waktu yang lain, mereka akan berada di lini pertahanan membantu para bek menggalang pertahanan.

Selain memiliki stamina yang kuat, pemain yang berposisi sebagai bek sayap biasanya punya kemampuan umpan yang mumpuni, baik itu umpan pendek maupun umpan silang. Mereka akan menjadi tumpuan serangan ketika serangan lewat tengah mandeg. Aliran bola dari sayap akan menambah tekanan kepada pertahanan lawan.

Namun, seiring dengan perkembangan taktik di dunia sepakbola modern, peran bek sayap tidak hanya menjadi pelepas umpan silang saja. Tak jarang pemain bek sayap yang punya kemampuan dribel baik kerap melakukan cut inside ke dalam kotak penalti, atau mereka menjadi wide defender yang cukup aktif dalam menyerang, seperti yang diperankan oleh Lucas Sidibe dan Benjamin Mendy di AS Monaco.

Bicara soal bek sayap, partai final Liga Champions yang akan dihelat pada Minggu (4/6/2017) dinihari pun akan menjadi pertarungan dari dua bek sayap modern milik Juventus dan Real Madrid, Daniel Alves dan Marcelo. Sama-sama berasal dari Brasil, Alves dan Marcelo telah mengembangkan kemampuan mereka, sekaligus menciptakan versi modern dari bek sayap yang tidak hanya menjadi bagian dari skema empat bek (untuk full-back) atau tiga bek (untuk wing-back) serta menjadi pelepas umpan silang semata.

Peran Alves dan Marcelo di kesebelasan masing-masing

Menakar peran dari Alves bagi Juventus serta Marcelo bagi Madrid, bisa dibilang keduanya memegang peran penting untuk menjaga keseimbangan permainan di dalam kesebelasan.

Alves, dengan kemampuan overlap dan umpannya yang baik menjadi penghidup sektor kanan Juventus. Perannya terlihat kentara dalam laga babak delapan besar melawan Barcelona yang merupakan mantan kesebelasannya, serta semi-final melawan AS Monaco. Alves dapat berperan secara fleksibel, sesuai dengan taktik yang diterapkan oleh Massimilliano Allegri.

Saat melawan Barcelona, ia bisa menjadi penekan Neymar yang bergerak dari sayap. Ketika melawan AS Monaco, ia menjadi pemain yang mengawali serangan yang berbuah dua gol Gonzalo Higuain dalam leg pertama babak semi-final. Ia bisa menjadi penekan pemain sayap lawan, sekaligus menjadi pemain yang terlibat dalam serangan balik lewat kemampuan dribel, kecepatan, dan kemampuan umpan yang ia miliki.

Peran yang diemban Alves di Juventus ini, kurang lebih sama dengan peran yang diemban oleh Marcelo di Real Madrid. Sebagai full-back, dirinya lebih dikenal bukan karena kemampuan bertahannya yang baik, melainkan kemampuan menyerangnya yang baik. Ia sering menjadi awal mula dari serangan Madrid, dan tidak segan untuk merangsek masuk ke kotak penalti lawan.

Mendapatkan ilmu dari full-back yang juga sama agresifnya kala ia masih muda, Roberto Carlos, Marcelo yang berkaki dominan kiri ini tumbuh menjadi ofensive full-back yang menakutkan.

Statistik menyerang dari dua bek sayap ini pun cukup mumpuni. Total Alves sudah menorehkan enam gol dan enam asis pada musim 2016/2017 ini dari 38 penampilannya untuk Bianconeri di semua ajang. Ia juga mencatatkan rataan umpan yang cukup tinggi untuk ukuran bek sayap, yaitu 86,3%, serta rataan umpan kunci sebesar 2,1 per pertandingan. ia juga mencatatkan rataan percobaan dribel sebanyak 1,1 per pertandingan, menandakan cukup agresifnya ia dalam merangsek pertahanan lawan.

Sedangkan Marcelo sudah mencatatkan tiga gol serta 11 asis dari total 44 penampilannya bersama Madrid di semua ajang. Rataan umpannya sebesar 82,1%, dengan rataan umpan kunci sebesar 1,6 per pertandingan. Rataan percobaan dribelnya pun cukup tinggi, yaitu 1,7 per pertandingan, memperlihatkan kontribusinya dalam serangan yang dilakukan Madrid.

Bagaimana jika keduanya bertemu?

Dengan permainan yang sama-sama agresif ketika menyerang, ada sebuah pertanyaan menarik yang muncul: Bagaimana jika keduanya bertemu di lapangan nanti sebagai lawan?

Alves berposisi sebagai bek sayap kanan, sedangkan Marcelo berposisi sebagai full-back kiri. Jika di timnas Brasil keduanya bahu membahu menghidupkan sayap Brasil, lain hal dengan partai final Liga Champions nanti. Keduanya akan bertemu sebagai lawan, apalagi keduanya berada di posisi yang berbeda. Match up antara keduanya besar kemungkinan terjadi dalam pertandingan tersebut.

Sama-sama agresif dalam menyerang, serta sama-sama punya kemampuan dribel dan umpan yang baik, keduanya akan menjadi tumpuan serangan masing-masing kesebelasan. Jadi, yang akan menentukan dalam duel nanti adalah kemampuan bertahan masing-masing pemain. Siapa yang cukup disiplin untuk turun membantu pertahanan, tanpa menghilangkan sisi agresif mereka dalam menyerang, maka ia akan unggul atas lawannya.

Selain itu, skema dari kedua manajer juga akan menentukan pertarungan antara Marcelo dan Alves ini. Apalagi kedua manajer memiliki respons taktik yang cukup baik. Peran dari Alves dan Marcelo akan ditentukan oleh skema dari Massimiliano Allegri dan Zinedine Zidane.

Terlepas dari skema yang diterapkan manajer ataupun kecenderungan permainan yang akan dilakukan kedua pemain, pertarungan dari Alves dan Marcelo ini menarik untuk disaksikan. Keduanya adalah bek sayap modern, yang sudah menembus batas-batas tradisional dari posisi bek sayap itu sendiri.


Baca juga: Apa Perbedaan Wing-Back dan Full-Back?


Komentar