Sriwijaya FC: Adaptasi Osvaldo Lessa dengan Tim Barunya

Taktik

by Gunanda Hasdiansyah

Gunanda Hasdiansyah

Pecandu game Football Manager yang mencintai sepak bola dengan segala keindahannya

Sriwijaya FC: Adaptasi Osvaldo Lessa dengan Tim Barunya

Sriwijaya FC mengusung target tinggi dalam mengarungi Liga 1 2017 mendatang. Mereka menargetkan gelar juara pada kompetisi tertinggi di sepakbola Indonesia tersebut. Target yang sebenarnya juga sudah pernah mereka canangkan pada ajang Indonesia Soccer Championship A 2016 dan Piala Presiden 2017 lalu.

Namun target tersebut gagal terpenuhi pada dua ajang itu. Di ISC A, Sriwijaya yang ketika itu dilatih oleh Widodo Cahyono Putro hanya mampu berada di peringkat keempat. Sedangkan pada ajang Piala Presiden 2017 lalu, Hilton Moreira dkk. bermain tidak terlalu mengesankan dan hanya mampu mencapai babak delapan besar saja.

Kegagalan di dua ajang sebelumnya tentu akan membuat Laskar Wong Kito mempunyai motivasi lebih untuk berprestasi dan memenuhi target juara pada gelaran Liga 1 yang digelar 15 April 2017.

"Musim ini kita harapkan bisa juara, kita ucapkan juga terima kasih pada sponsor klub kami,” ujar Presiden Sriwijaya, Dodi Reza Alex pada saat peluncuran tim seperti dikutip oleh Indosport.

Komposisi Skuat

Dari segi skuat yang dimiliki oleh Sriwijaya, memang cukup wajar jika mereka menargetkan juara. Walaupun persiapan dan perekrutan pemain yang mereka lakukan tidak terlalu mendapatkan perhatian dari media, Sriwijaya tetap memiliki para pemain yang berkualitas di setiap posisi.

Pada posisi penjaga gawang, nama Teja Paku Alam masih menjadi yang terdepan. Walaupun masih berusia muda, keberadaan Teja cukup memberikan rasa aman bagi Sriwijaya. Penampilan gemilangnya pada ajang ISC A tentu ingin diulangi oleh sang pemain.

Dalam menjaga keamanan lini pertahanan Sriwijaya, Teja akan dibantu bek muda tangguh seperti Rudolf Yanto Basna dan Zalnando serta pemain berpengalaman, Bio Paulin Pierre. Namun Bio Paulin sepertinya tidak bisa memperkuat Sriwijaya pada awal musim Liga 1 karena masih bergelut dengan cedera.

Sementara itu di lini tengah dan penyerangan, kekuatan Sriwijaya FC juga cukup menakutkan. Yoo Hyun-koo menjadi pemimpin di lapangan tengah Sriwijaya. Ia yang saat ini menjabat sebagai kapten akan membimbing para pemain muda berbakat seperti Manda Cingi, Ichsan Kurniawan, Maldini Pali dan Slamet Budiyono. Walaupun yang berpengalaman bisa dikatakan hanya Hyun-koo seorang, namun kualitas para pemain muda di lini tengah Sriwijaya tetap tak boleh diragukan.

Untuk lini depan, keberadaan seorang Alberto “Beto” Goncalves adalah sebuah jaminan ketajaman terhadap serangan Sriwijaya. Ditopang oleh para pemain berpengalaman lainnya seperti Hilton Moreira, M. Nur Iskandar dan Talaohu Abdul Mushafry, lini depan Sriwijaya tentu sangat menakutkan bagi para pemain belakang lawan.

Akan tetapi, di balik skuat mumpuni yang mereka miliki, tetap terdapat suatu permasalahan yaitu baru bergabungnya pelatih pengganti Widodo, Osvaldo Lessa Filho. Mantan pelatih Persipura ini baru ditunjuk untuk melatih Sriwijaya dalam kurun waktu kurang dari sebulan menjelang bergulirnya Liga 1.

Suatu pekerjaan berat tentunya bagi Osvaldo Lessa untuk meramu skuat Sriwijaya agar bisa menampilkan yang terbaik dalam waktu yang sangat mepet.

Pemain Kunci : Alberto Goncalves da Costa

Nama penyerang Brasil Alberto Goncalves da Costa atau lebih dikenal dengan Beto tentu sudah sangat familiar bagi para pecinta sepakbola Indonesia. Hal ini dikarenakan ia sudah malang melintang di sejumlah kesebelasan tanah air. Mengawali karier di tanah Papua bersama Persipura Jayapura, lalu ia pernah juga merumput di pulau Jawa bersama Persijap Jepara dan Arema FC dan saat ini sedang berada di Sumatera untuk bermain bagi Sriwijaya FC.

Ketajaman Beto sebagai penyerang pun sudah tidak perlu diragukan lagi. Ia pernah menjadi pencetak gol terbanyak pada kompetisi Indonesia Super League 2011/2012 bersama Persipura. Lalu pada ISC A lalu, ia kembali meraih gelar top skor dengan torehan 25 golnya.

Layaknya penyerang Arema FC, Cristian Gonzalez, usia bukanlah halangan bagi Beto. Dengan usianya yang semakin tua sebagai seorang pesepakbola, ia malah semakin tenang dan tajam di depan gawang lawan.

Ketajaman Beto inilah yang tentu kembali diharapkan oleh Sriwijaya pada Liga 1 mendatang untuk membantu mereka meraih target gelar juara. Apalagi di dalam skuat Sriwijaya sekarang juga masih terdapat nama Hilton Moreira yang pada gelaran ISC A lalu menjadi tandem Beto dalam menjebol jala lawan.

Kekompakan antara dua penyerang asal Brasil tersebut tentu akan semakin bagus pada Liga 1 nanti. Jika Beto tetap mampu menunjukkan penampilannya seperti pada ISC A, bukan tidak mungkin, ia akan kembali menjadi salah satu kandidat pencetak gol terbanyak Liga 1 2017.

Komentar