Madura United: Kualitas Pemain U23 Bisa Jadi Penghambat ke Tiga Besar

Taktik

by Muhammad Firza Richsan

Muhammad Firza Richsan

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Madura United: Kualitas Pemain U23 Bisa Jadi Penghambat ke Tiga Besar

Dalam ajang Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016 lalu, Madura United mengumbar sensasi. Ditukangi oleh pelatih asal Brasil, Gomes de Oliviera, tim berjuluk Laskar Sape Kerrab ini sukses menjelma menjadi kekuatan baru di belantika sepakbola tanah air.

Dengan formasi andalan 4-3-3, Madura United tampil digdaya dan sempat memuncaki tabel klasemen dalam beberapa pekan awal. Mereka bahkan sempat diprediksi bakal tampil keluar sebagai juara sebelum akhirnya hanya mampu mengakhiri musim di peringkat ketiga di bawah Persipura Jayapura dan Arema FC.

Kegagalan tersebut memang menyakitkan, namun tak sepantasnya juga untuk disesali karena pencapaiannya pun sudah melebih target awal. Sementara untuk mencegah kembali kegagalan itu, tim manajemen Madura United langsung berbenah secara serius dan lebih matang untuk menghadapi Liga 1 yang akan dimainkan pada 15 April 2017 nanti.

Beberapa pemain baru dengan kualitas mumpuni pun didatangkan. Untuk sektor belakang, Madura United menggaet mantang punggawa timnas U-19, Eriyanto, mantan pemain Persija, Andik Rendika Rama, dan juga memanggil pulang si anak hilang, Fachrudin Ariyanto, dari Sriwijaya FC.

Ketiga pemain tadi diproyeksikan untuk menambal celah di lini belakang yang ditinggalkan oleh Gilang Ginarsa, Firdaus Ramadhan, dan Jeki Arisandi. Sementara sebagian besar pemain andalan di musim lalu seperti Fabiano Beltrame, Munhar, dan Rendi Siregar masih dipertahankan.

Beralih ke lini tengah, tim kesayangan K-Conk Mania ini menambah kekuatan baru dengan mendatangkan pemain asing asal Maroko, Redouane Zerzouri. Pemain yang sempat membela PSCS Cilacap di ajang Piala Presiden 2017 lalu ini dinilai Gomes akan sangat membantu Madura United karena dirinya memiliki visi dan kreatifitas bermain yang bagus.

Selain itu, Madura United pun berhasil menggaet mantan punggawa Bhayangkara FC, Fandi Eko Utomo, untuk menemani Asep Berlian, Slamet Nurcahyo, Dane Milovanovic, Bayu Gatra, Engelberd Sani, atau Risky Dwi Febrianto di lini tengah.

Sedangkan untuk lini depan, Madura United bisa dibilang memiliki kekuatan yang menakutkan bagi tim-tim lawan di ajang Liga 1 nanti. Setelah mencoret penyerang andalan yang cukup produktif di musim lalu, Pablo Rodriguez Aracil, tim manajemen langsung bergerak cepat dengan mendatangkan Guy Junior dan Greg Nwokolo sebagai penggantinya.

Bahkan lebih dari itu, Madura United pun memilih untuk memaksimalkan jatah Marquee Player dengan mendatangkan mantan penyerang yang lama malang melintang di Liga Inggris, Peter Odemwingie.

Dengan kehadiran Odemwingie, Greg, dan Guy Junior, Gomes pun akan cukup mudah untuk melakukan beberapa eksperimen di lini depan. Dengan mengusung kembali skema 4-3-3, mantan pelatih Persiwa Wamena itu dapat menginstruksikan ketiga pemain tadi untuk lebih sering melakukan permutasian posisi di selama pertandingan berlangsung.

Baik Odemwingie, Greg, maupun Guy Junior, memang bisa diandalkan untuk bermain sebagai penyerang tengah ataupun penyerang sayap. Hal itu juga memang tidak terlepas dari baiknya teknik olah bola dan determinasi yang dimiliki oleh ketiganya.

Dengan komposisi skuat yang cukup mumpuni tadi, Presiden klub Madura United, Achsanul Qosasi, langsung optimis jika kesebelasannya itu dapat kembali bersaing di papan atas Liga 1 nanti. Sementara mengenai target yang dicanangkannya, Presiden asli Madura ini menginginkan tim Laskar Sape Kerrab minimal kembali menempati posisi tiga di akhir musim.

"Target saya tiga besar. Kalau tercapai, syukur-syukur Madura United jadi juara. Minimal target kami tiga besar," kata Achsanul saat sesi perkenalkan Peter Odemwingie, seperti yang dikutip CNN Indonesia.

Pemain Andalan: Fabiano Beltrame, Greg Nwokolo, Slamet Nurcahyo

Di kubu Madura United, setidaknya ada tiga pemain yang dapat dijadikan tumpuan pada musim ini. Mereka adalah Fabiano Beltrame, Greg Nwokolo, dan Slamet Nucaryho. Selain tentunya Peter Odemwingie.

Kehadiran Fabiano di lini belakang pastinya akan sangat diandalkan oleh Gomes de Oliviera. Dengan pengalaman, kepemimpinan, kedisiplinan, dan kesolidan yang dimilikinya, pemain asal Brasil itu tentu akan memberikan garansi aman bagi kiper Herry Prasetyo. Belum lagi dengan kemampuannya dalam mengeksekusi tendangan bebas, Fabiano pun pasti dapat diandalkan menjadi pemecah kebuntuan melalui situasi bola-bola mati.

Sementara di lini depan, Madura akan mengandalkan pola penyerangannya terhadap muka baru, Greg Nwokolo. Pemain naturalisasi Indonesia itu sudah tidak perlu diragukan lagi kemampuannya. Dengan kecepatan, determinasi, dan teknik olah bola yang dimilikinya, Madura pasti akan lebih mudah dalam memaksimalkan sisi sayap kiri dalam menyerang, yang juga sering kali menjadi tempat di mana Greg dimainkan.

Tak hanya Greg, Guy Junior pun menjadi pemain naturalisasi yang akan diandalkan Madura United di lini depan. Pemain yang sempat membela Perseru Serui ini diharapkan bisa mempertajam lini serang Madura United yang sempat menurun pada putaran dua ISC 2016 lalu.

Selain itu, nama Slamet Nurcahyo pun akan kembali diandalkan pada musim ini. Akan tetapi, seiring dengan regulasi dan gemuknya skuat di lini tengah yang dimiliki oleh Madura di musim ini, Slamet pun sepertinya tidak akan mendapatkan jatah bermain sebanyak yang dicatatkannya pada musim lalu.

Dengan stamina, kecepatan, dan kemampuan menggiring bolanya yang baik, Gomes mungkin dapat menjadikan Slamet sebagai seorang supersub di musim ini. Ia dapat dimasukan ketika lawan sudah terlihat kelelahan. Dengan kefasihannya bermain di posisi gelandang kiri, gelandang serang, serta sayap kanan/kiri, Slamet pun sepertinya akan lebih sering berganti tempat dengan Redouane Zerzouri, Greg Nwokolo, ataupun Guy Junior di musim ini.

Dilihat dari skuat Madura United, sebenarnya mereka memiliki komposisi yang cukup berkualitas. Hanya saja para pemain u23 mereka bisa menjadi titik lemah Madura United. Mungkin kita akan lebih banyak melihat kualitas Madura United yang sebenarnya pada babak kedua, ketika para pemain U23 diganti.

Pemain Sorotan: Peter Odemwingie

Setelah sempat menyatakan gagal mendaratkan Peter Odemwingie, Madura United akhirnya resmi memastikan jika penyerang berkebangsaan Nigeria itu akan menjadi bagian dari tim berjuluk Laskar Sape Kerrab untuk mengarungi Liga 1 nanti.

Dengan statusnya yang menjadi Marquee Player, pemain yang pernah moncer bersama West Bromwich Albion itu pasti akan menjadi sorotan. Kualitas dan pengalamannya kala bermain di kompetisi top Eropa dan ajang-ajang bergengsi seperti Piala Dunia jelas akan sangat diandalkan oleh Madura United untuk merealisasikan target mereka menembus papan atas di musim ini.

Sementara mengenai jumlah gol yang diincarnya, Odemwingie tak terlalu memikirkannya. Ia mengaku lebih memilih dapat membawa Madura United meraih kemenangan demi kemenangan, daripada mencetak banyak gol namun tak banyak membantu Madura berprestasi di musim ini.

"Bagi saya, saya lebih suka mencetak gol di mana tim saya memenangkan pertandingan tersebut. Saya tidak suka cetak banyak gol tapi tim kami kalah. Saya lebih baik mencetak satu gol dan tim kami menang. Saya ingin mencatatkan gol-gol penting, itulah cara saya mencetak angka," ujar Odemwingie seperti yang dikutip CNN Indonesia.

Baca juga: Peter Odemwingie, Rasisme, dan Cedera yang Sempat Redupkan Kariernya

**

Daftar Pemain Madura United di Liga 1 2017:

Kiper: Herry Prasetyo, Angga Saputra, Joko Ribowo

Bek: Fachruddin Aryanto, Fabiano Beltrame, Munhar, Guntur Ariyadi, Rifat Marasambesi, Rendi Siregar, Andik Rendika Rama, Eriyanto

Gelandang: Dane Milovanovic, Redouane Zerzouri, Asep Berlian, Tanjung Sugiarto, Risky Dwi Febrianto, Slamet Nurcahyono, Bayu Gatra, Engelberd Sani, Eliazer Thoncy Maran, Fandi Eko Utomo, Fredi Isir, Saldi

Penyerang: Guy Junior Nke Ondoua, Greg Nwokolo, Peter Ozasze Odimwingie, Rishadi Fauzi

Komentar