Bhayangkara FC: Muda dan Berbahaya

Taktik

by Ardy Nurhadi Shufi

Ardy Nurhadi Shufi

Pemimpin Redaksi | Pesepakbola Tarkam | Juru Taktik
ardynshufi@gmail.com

Bhayangkara FC: Muda dan Berbahaya

Sejak awal kemunculannya, Bhayangkara FC, yang awalnya merupakan kesebelasan bernama Persikubar Kutai Barat, sudah menjadi sensasi tersendiri. Ketika mengikuti Piala Presiden 2015, Bhayangkara FC sudah dihuni pemain-pemain papan atas. Dimulai dari Otavio Dutra, Jendri Pitoy, Slamet Nurcahyo, serta beberapa pemain muda berbakat, yang salah satunya adalah Evan Dimas.

Lambat laun, Bhayangkara FC, yang juga sempat bernama Surabaya United hingga Bonek FC sebelum merger dengan PS Polri, mulai menunjukkan kualitasnya. Di ISC A 2016 lalu, mereka sempat terus bertengger di lima besar sebelum akhirnya menempati posisi tujuh di akhir kompetisi.

Menjelang Liga 1 2017, Bhayangkara langsung berbenah. Adanya regulasi wajib starter pemain U23 sebanyak tiga pemain tampaknya tidak akan menjadi persoalan bagi kesebelasan yang kini bermarkas di Stadion Patriot, Bekasi, ini. Karena dalam skuat Bhayangkara saat ini, terdapat lebih dari 10 pemain yang berusia di bawah 23 tahun.

Para pemain U23 milik Bhayangkara pun bukan pemain sembarangan. Mayoritas merupakan pemain yang pernah membela timnas u-19, bahkan yang menjuarai Piala AFF U-19 pada 2013 lalu. Sebut saja Putu Gede, Zulfiandi, Ilham Udin, Sahrul Kurniawan, Muhammad Fatchurohman, dan pemain yang saat ini sudah naik ke timnas senior, Evan Dimas, yang sejak ISC 2016 membela Bhayangkara United.

Tak cukup dengan mereka, Bhayangkara FC pun mendatangkan pemuda berbakat lain untuk Liga 1 ini. Mereka adalah Muchlis Hadi, Awan Setho, Dinan Javier, Rully Desrian, Dendy Sulistiyawan, dan Anthony Nugroho. Dari nama-nama tersebut, hanya dua nama terakhir yang bukan mantan anggota timnas u-19 angkatan Evan Dimas. Walau tetap saja, nama Dendy sudah mulai menarik perhatian sejak membela Persela Lamongan di ISC 2016 lalu.

Dengan banyaknya pemain U23, sang pelatih, Simon McMenemy, akan leluasa dalam pemilihan starter. Apalagi kemampuan individu para pemain U23 tersebut cukup merata. Di setiap lini, kualitas tim akan tetap terjaga meski McMenemy misalnya tidak bisa memainkan beberapa pemain.

Pemain muda Bhayangkara sendiri sebenarnya tidak sampai di situ saja. Selain para penggawa U23, pemain-pemain seperti Wahyu Suboseto, Alsan Putra Sanda, dan Alfin Tuasalamony pun tergolong pemain muda karena masih berusia 24 tahun. Kualitas mereka pun tidak perlu diragukan lagi untuk pemain seusia mereka.

Para pemuda tersebut akan dikombinasikan dengan pemain senior. Dari penggawa lokal masih ada kiper terbaik ISC 2016, Wahyu Tri Nugroho, lalu sang kapten Indra Kahfi, dan Dany Saputra. Untuk pemain baru, Bhayangkara pun mendatangkan Jajang Mulyana dan mantan penggawa timnas Indonesia yang pernah bermain di sejumlah kesebelasan besar, yakni Firman Utina. Pengalaman dan kepemimpinan Firman tentunya akan membantu skuat muda Bhayangkara.

Legiun asing Bhayangkara sendiri masih akan diperkuat Otavia Dutra dan Lee Yoo-joon, penggawa asing yang memperkuat Bhayangkara FC di ISC 2016. Sebenarnya masih terdapat penyerang Brasil yang menjadi top skor Bhayangkara FC sebelumnya yakni Thiago Furtuoso, yang merupakan pencetak gol terbanyak kelima dengan 15 gol. Namun posisi Thiago terancam setelah mendapatkan cedera dan Bhayangkara tengah menyeleksi penyerang asal Brasil yang sempat membela Persija Jakarta, Jonathan Bernardo.

Mengenai Bernardo sendiri, penyerang berusia 28 tahun ini sebelumnya terdaftar membela kesebelasan divisi teratas Malta, Pembroke Athleta. Bernardo dilepas karena ia hanya mencetak dua gol dari 14 penampilan. Penampilannya tersebut gagal mengangkat Pembroke karena mereka saat ini menghuni dasar klasemen.

Pemain Kunci: Evan Dimas

Evan Dimas cukup memberikan perubahan saat timnas Indonesia berlaga menghadapi Myanmar beberapa waktu lalu pada laga uji tanding internasional. Kemampuan Evan memang bisa dibilang salah satu yang terbaik di Indonesia. Dari segi teknik dan visi bermain, ia merupakan salah satu contoh pemain modern di Indonesia.

Kemampuan operannya, baik jarak pendek maupun jarak jauh, bisa mengatur serangan kesebelasan yang dibelanya. Visi bermainnya pun bisa menciptakan peluang bagi rekan-rekannya. Pergerakan tanpa bolanya pun bisa membuat lawan ketar-ketir, khususnya kemampuannya coming from behind yang kerap tiba-tiba berada di kotak penalti untuk menyambut umpan silang atau cut-back.

Bagi Bhayangkara, Evan Dimas juga menjadi sosok yang teramat penting. Hal ini terlihat pada ISC 2016 lalu. Bersama Evan, Bhayangkara berhasil bertengger di papan atas klasemen. Namun ketika pemain berusia 22 tahun ini absen sekitar satu bulan untuk menjalani pemusatan latihan timnas yang bersiap untuk Piala AFF 2016, Bhayangkara tanpa taji.

Di lima laga terakhir Bhayangkara FC tanpa Evan Dimas, mereka hanya mampu meraih satu kemenangan saja, sisanya tiga imbang dan dua kalah. Di tandang jelang akhir liga, Bhayangkara bahkan tak berhasil menang sekalipun tanpa Evan Dimas. Padahal di ISC 2016, Bhayangkara FC merupakan kesebelasan yang meraih banyak poin di tandang, meraih 24 poin atau terbanyak kedua setelah Persipura.

Oleh karena itu, Evan Dimas akan menjadi sosok penting bagi Bhayangkara FC di Liga 1 nanti. Apalagi regulasi wajib starter U23 akan membuat kesebelasan lain tak bisa tampil dengan kekuatan terbaik di 45 menit pertama, sementara Bhayangkara FC, dengan adanya Evan Dimas serta pemain U23 berkualitas lainnya, regulasi tersebut tak akan berpengaruh besar pada kualitas tim.

***

Daftar Pemain Bhayangkara FC 2017:

Kiper: Wahyu Tri Nugroho, Awan Setho, dan Rully Desrian

Bek: Putu Gede, Ikhfanul Alam, Sahrul Kurniawan, Indra Kahfi, Otavio Dutra, M. Fathurochman, Alfin Tuasalamony, dan Dany Saputra

Gelandang: Evan Dimas, Firman Utina, Zulfiandi, Lee Yoo-joon, Alsan Putra Sanda dan Wahyu Suboseto

Penyerang: Muchlis Hadi, Dinan Javier, Ilham Udin, Dendy Sulistiyawan, Anthony Nugroho, Jajang Mulyana dan Thiago Furtuoso/Jonathan Bernardo

Komentar