Gol Miralem Pjanic, Sah atau Tidak?

Taktik

by Abrar Firdiansyah 75783

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Gol Miralem Pjanic, Sah atau Tidak?

Lagi-lagi kesebelasan asal kota Milan menjegal Juventus. Setelah pada pekan keempat Internazionale berhasil mengalahkan Si Nyonya Tua, kali giliran AC Milan yang mengalahkan mereka. Dalam laga yang digelar Minggu, (23/10) dini hari WIB, Juventus takluk lewat gol semata wayang Manuel Locatelli.

Dalam laga ini sebenarnya Juventus mampu unggul terlebih dulu. Namun gol yang berasal dari tendangan bebas Miralem Pjanic tersebut dianulir oleh wasit Nicola Rizzoli setelah melakukan diskusi dengan asistennya. Melihat keputusannya, tendangan ini dianulir karena ada pemain Juventus yang dianggap berada dalam posisi offside. Namun jika dilihat dari tayangan ulang, apakah keputusan wasit menganulir gol tersebut sudah benar?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut kita harus melihat peraturan tentang offside dalam aturan yang diterbitkan oleh federasi sepakbola tertinggi dunia, FIFA. Aturan offside yang diterbitkan dalam peraturan permainan FIFA dibagi menjadi tiga bagian. Pertama, mengganggu lawan, kedua mengganggu permainan, dan ketiga untuk mendapatkan keuntungan.

Melihat gol offside Pjanic, aturan yang bisa menjera tentu saja adalah aturan pertama yakni upaya untuk mengganggu lawan. Bahkan jika ditelaah lebih lanjut aturan kedua dan ketiga juga masih berhubungan. Untuk lebih jelasnya mari kita lihat video tayangan ulang mengenai gol tersebut lebih dahulu.

Dalam tayangan tersebut ada satu orang pemain Juventus yang berdiri di posisi offside yakni Medhi Benatia. Eks pemain Bayern tersebut jelas offside karena berdiri di belakang pemain terakhir Milan. Namun mengapa gol tersebut tidak diterima oleh wasit meski Benatia tidak menyentuh bola?

Persoalannya jelas bukan karena sentuhan Benatia, namun pergerakannya. Jika Anda melihat kembali tayangan tersebut Benatia terlihat bergerak bersama dengan Leonardo Bonucci. Dan di sisi lain, kiper Milan, Gianluigi Donnarumma ikut bergerak.

Akibat pergerakan keduanya Donnarumma yang awalnya hendak memotong bola memilih untuk kembali mundur. Dan di sini lah peraturan tersebut berjalan. Sebab, dalam peraturan permainan disebutkan bahwa gol tidak akan disahkan jika ada pemain yang berada dalam posisi offside mengganggu lawan (di aturan disebut dengan interfering) atas datangnya bola.

Dan inilah yang terjadi semalam. Benatia mengganggu Donnarumma dengan pergerakannya. Pergerakan Benatia membuat Donnarumma jelas terbagi konsentrasinya dan membuatnya bergerak dua kali hingga akhirnya tendangan Pjanic mampu masuk ke gawangnya.

Bahkan jika dilihat lagi tak hanya Donnarumma yang terganggu atas gerakan Benatia tapi juga pemain bertahan AC Milan lainnya. Kenapa hal tersebut terjadi? Karena Benatia selepas offside masih berlari ke arah gawang lawan. Lain halnya jika setelah itu ia hanya diam tak bergerak. Tentu situasi seperti ini sering kalian lihat, ketika pemain yang berada di posisi offside kemudian mematung dan pemain lainnya (yang tidak offside) muncul dari lini kedua atau belakang.

Situasi ini baru akan berubah menjadi gol ketika hanya Bonucci yang berada di depan. Pasalnya ketika bola ditendang Pjanic, ia tidak berada dalam posisi offside dan gol layak diberikan kepada Juventus.

Situasi ini memang sedikit sulit, karena wasit membutuhkan waktu yang tidak banyak untuk mengambil keputusan. Legenda sepakbola Jerman, Franz Beckenbauer, bahkan memberi dua opsi bagi FIFA soal peraturan offside yang cukup banyak ini: kembali ke peraturan dasar sepakbola mengenai offside di tahun 1995. Yakni hanya ke pemain yang menyentuh bola saja atau menyerahkan semua keputusan kepada video tayangan ulang.

Komentar