Reuni Andre Ayew dan Dimitri Payet yang (Mungkin) Akan Berakhir Bahagia

Taktik

by Sandy Firdaus

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Reuni Andre Ayew dan Dimitri Payet yang (Mungkin) Akan Berakhir Bahagia

Ketika bereuni dengan kawan lama, tiba-tiba saja semua kenangan yang pernah dilalui bersama, entah itu kenangan yang menyenangkan ataupun kenangan yang menyesakkan, akan kembali terlintas dan menjadi bumbu yang sedap untuk dibicarakan.

Hal inilah yang terjadi pada West Ham untuk musim 2016/2017. Dilansir dari The Guardian, klub yang mulai pindah ke Olympic Stadium, London, untuk musim depan ini sudah resmi menggaet Andre Ayew dari Swansea City dengan mahar 20,5 juta paun, sekaligus menjadi rekor transfer termahal untuk West Ham United.

“Andre Morgan Ayew, juga dikenal sebagai Dede Ayew dan juga pemain timnas Ghana, sudah resmi berseragam West Ham United untuk empat tahun ke depan,” ujar wakil presiden klub West Ham, David Gold.

Dalam laman website resmi klub, Ayew juga mengungkapkan kegembiraannya dapat bergabung dengan The Hammers. “Saya sangat bangga sekaligus senang bergabung dengan klub yang luar biasa ini. Saya juga senang dapat bermain untuk suporter West Ham, dan saya harap dapat membuat suporter West Ham bahagia lewat penampilan saya,” ujar Ayew.

“Saya ingin berlatih keras, melakukan pekerjaan saya sekaligus menunjukkan bahwa saya pantas bermain untuk West Ham. Saya ingin membayar kepercayaan yang sudah diberikan manajer dan suporter kepada saya,” tambahnya.

Perekrutan Ayew ini memiliki nilai yang cukup positif bagi West Ham. Meski penampilan Ayew pada musim lalu bersama Swansea terbilang angin-anginan, hanya mencetak 12 gol dan 5 asis dari 35 penampilannya bersama The Swans, West Ham tidak perlu khawatir. Musim lalu, Swansea memang tampil cukup mengecewakan dan itu berimbas juga kepada penampilan Ayew.

West Ham juga tidak perlu ragu akan keputusan mereka ini. Mereka memiliki satu hal yang mungkin dapat membangkitkan lagi ketajaman seorang Andre Ayew seperti ketika ia masih berseragam Marseille. Hal itu adalah Dimitri Payet. Payet dan Ayew memang pernah membela tim yang sama, yaitu Marseille. Ketika bermain bersama, dua pemain ini menjadi duet yang cukup menakutkan.

Saat masih membela Marseille, mereka menjadi gelandang serang andalan Les Olympiens. Payet berposisi sebagai gelandang dengan peran no. 10, sementara Ayew menjadi gelandang kiri di Marseille. Mereka menopang striker andalan Marseille kala itu, Andre-Pierre Gignac.

Total catatan yang ditorehkan dua pemain ini pun cukup mengagumkan. Jika disatukan, keduanya mencetak 27 asis musim lalu (Payet 21, Ayew enam). Meski kalah dalam hal asis, Ayew lebih unggul dalam mencetak gol. Ayew mencetak 11 gol sedangkan Payet tujuh gol.

Terlepas dari siapa yang lebih unggul dari siapa, kontribusi kedua pemain ini di Marseille mampu mengangkat tim Les Olympiens masuk ke jajaran lima besar Ligue 1 musim 2014/2015, di mana pada musim sebelumnya Marseille hanya duduk di peringkat keenam.

Namun, pada musim 2015/2016, keduanya harus berpisah. Ayew memilih untuk membela Swansea, sedangkan Payet memilih untuk bergabung West Ham. Musim 2016/2017 ini, mereka kembali dipertemukan di West Ham. Akankah duet Payet dan Ayew kembali terjadi musim 2016/2017?

Menjadi Dua Winger yang Mematikan

Ayew dan Payet adalah dua pemain yang berposisi sebagai winger. Kalau melihat hal ini, kemungkinan besar Slaven Bilic akan memosisikan keduanya sebagai winger kiri dan kanan. Jika Payet di kiri, maka Ayew akan di kanan. Jika Ayew di kiri, maka Payet di kanan.

Kemungkinan-kemungkinan Payet dan Ayew akan diposisikan. Sumber: sharemytactics.com

Kalau memang Payet dan Ayew akan dipasang sebagai winger di kiri dan kanan, maka serangan West Ham lewat sayap akan jauh lebih menakutkan dari musim sebelumnya. Kemampuan keduanya untuk masuk menusuk ke dalam lini pertahanan lawan akan membuat fullback lawan bekerja lebih keras untuk menghentikan serangan West Ham via sayap.

Dengan pergerakan liar dari Payet dan Ayew di sayap, selain tentunya mampu memberikan tekanan lebih, Andy Carroll, yang kemungkinan besar akan menjadi striker utama West Ham untuk musim depan tentunya akan memiliki ruang kosong yang lebih banyak di dalam kotak penalti. Dengan tekanan lebih dari sayap, akan membuka kemungkinan bek tengah untuk membantu fullback, sehingga akan ada ruang kosong di dalam kotak penalti.

***

Melihat apa yang bisa dilakukan kalau Payet dan Ayew kembali bersatu, sangat memungkinkan kalau reuni Ayew-Payet ini akan berakhir bahagia. Kalau reuni mereka berakhir bahagia, niscaya kebahagiaan itu tidak hanya milik mereka berdua, tapi akan menjadi milik seluruh suporter, manajemen, dan juga manajer West Ham, Slaven Bilic.

Komentar