Casemiro, Rangkaian "Puzzle" Terakhir yang Dicari Real Madrid?

Taktik

by Abrar Firdiansyah

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Casemiro, Rangkaian

Dipinjamkan ke FC Porto tidak membuat Carlos Henrique José Francisco Venâncio Casemiro atau yang akrab disapa Casemiro tampil seadanya. Ia seolah ingin menunjukkan performa terbaiknya demi kembali ke Real Madrid, kesebelasan yang meminjamkannya. Di Porto, Casemiro yang berposisi sebagai gelandang bertahan mampu mengoleksi tiga gol dan dua assist dari 28 pertandingan yang ia lakoni.

Musim 2015/2016 ini, Casemiro ditarik kembali oleh Real Madrid. Kedatangan Casemiro di awal musim pun memicu pertanyaan. Mungkinkah Real Madrid akan kembali memainkan gelandang bertahan murni, seperti saat mereka memiliki Xabi Alonso dan Claude Makelele?

Seiring berjalannya waktu, Rafael Benitez yang menangani Real Madrid pada awal musim nyatanya tak terlalu memilih Casemiro. Pelatih yang kini menangani Newcastle United tersebut pun lebih  memercayakan slot gelandang dengan peran bertahan kepada Toni Kroos.

Digantinya Benitez dengan Zinedine Zidane sebagai juru taktik Real Madrid, nyatanya tak memperbaiki keadaan. Meski demikian, pemain yang ditempa di akademi São Paulo ini tak berharap lebih. Ia percaya bahwa satu tempat di starting line up Madrid akan segera jadi miliknya. “Meski semua masih belum tampak seperti saat masih di Castilla, saya tidak akan berhenti bekerja keras dan berusaha untuk Real Madrid.”

Ucapan Casemiro pada akhirnya menjadi nyata. Dari empat pertandingan terakhir yang dijalani Madrid, pemain ini selalu menjadi penampil pertama. Zidane memuji bahwa kemampuan Casemiro berdampak sangat besar kepada Madrid.

“Untuk melakukan penguasaan bola, Anda harus terlebih dahulu merebut bola dari lawan. Dan hal tersebut dilakukan dengan baik oleh Casemiro. Permainannya berdampak sangat besar kepada Madrid,” ujar Zidane.

Jika menilik apa yang diucapkan oleh Zidane, boleh Jadi Casemiro adalah salah satu pemain yang dibutuhkan Real Madrid saat ini. Namun melihat gaya bermain Casemiro, apakah dia akan  berdampak begitu besar terhadap Madrid?

Kiyan Sobhani, kontributor FourFourTwo dan ESPNFC mengatakan bahwa Casemiro adalah sosok yang dicari-cari Real Madrid sepeninggal Xabi Alonso. Sebab, meski keduanya memiliki gaya berbeda dalam menjalani peran sebagai gelandang bertahan, tapi Casemiro memiliki beberapa bakat bertahan Alonso: mematikan serangan lawan  dan kekuatan tendangan. Kemampuan tersebut mulai terbukti saat Casemiro memperkuat Porto musim 2014/2015. Bersama dengan Hector Herrera di posisi gelandang bertahan, ia sukses membuat anak asuh Julen Lopetegui berbicara banyak di kompetisi lokal maupun Liga Champions. Keberadaan Casemiro membuat tim berjuluk Dragões tersebut hanya kebobolan 13 gol dari 34 pertandingan.

Sobhani menambahkan bahwa Casemiro adalah seorang destroyer sejati. Ia tak hanya memiliki kemampuan membaca permainan lawan, tetapi juga memiliki kemampuan tekel yang istimewa. Selain itu, tubuh tinggi besarnya membuatnya tak mudah dikalahkan lawan saat duel udara ataupun body charge.

Jika melihat catatan statistik, rerata kemenangan duel udara Casemiro yang mencapai 1,6 per pertandingan membuatnya menjadi pemain Real Madrid kelima yang memiliki rerata menang duel terbanyak. Belum lagi rata-rata 2,7 tackle berhasil per pertandingan milik Casemiro, yang membuatnya menjadi pemain kedua yang sering melepas tekel setelah Danilo.

Sejauh ini, penampilan paling baik Casemiro ditunjukkan saat laga melawan Las Palmas, Senin (14/3) dini hari WIB. Pasalnya, tak hanya menjadi pemain yang paling banyak melepaskan tekel (empat kali), ia juga berhasil menjadi tembok kokoh tim, dengan menjadi pemain yang sulit ditembus, yang ia buktikan dengan dua sapuan (clearance) dan dua intercept.

Tak hanya itu, perannya sebagai gelandang bertahan di laga tersebut juga menyulitkan Las Palmas untuk menciptakan serangan dari sisi tengah daerah permainan Madrid. Hingga pada akhirnya, anak asuh Quique Setién tersebut memilih menyerang lewat sisi kanan pertahanan Madrid yang diisi Dani Carvajal.

Permainan apik Casemiro semakin lengkap lewat gol yang ia cetak pada menit ke-89, yang sekaligus memupus harapan Las Palmas untuk meraih satu poin di Gran Canaria. Gol ini pun seakan menjadi bukti bahwa Casemiro tak hanya sanggup menjadi pemain pertama yang bertugas merebut bola, tapi juga menjadi pemain yang mampu mengubah pertandingan lewat sebuah gol penting.

Menarik untuk melihat masa depan Casemiro di Real Madrid. Pasalnya, peran gelandang bertahan sering terlupakan di Real Madrid, yang mana beberapa dari mereka sering masuk daftar jual seperti Claude Makelele, Thomas Gravesen, dan Esteban Cambiasso. Namun, jika penampilannya terus menanjak, bisa jadi ia merupakan puzzle terakhir yang dicari dalam kumpulan bintang Real Madrid.

ed: fva

Komentar