Duel Kiper Finalis Piala Jenderal Sudirman: Jandia Eka Putra vs Shahar Ginanjar

Taktik

by Aun Rahman

Aun Rahman

Penulis & Penyunting. Pecinta sepakbola lokal dan Asia. Bermimpi Indonesia Raya berkumandang di Piala Dunia. Kontak : rahman.aun@gmail.com

Duel Kiper Finalis Piala Jenderal Sudirman: Jandia Eka Putra vs Shahar Ginanjar

Piala Jenderal Sudirman (PJS) sudah mendekati akhir, dua tim tersisa dari 15 tim yang berlaga sejak awal kompetisi. Semen Padang dan Mitra Kukar akan saling bentrok dalam partai puncak kompetisi yang diselenggarakan sehubungan dengan HUT TNI ke-70 ini. Laga final sendiri akan digelar pada Minggu (24/01) malam waktu Indonesia.

Ada yang menarik dari lolosnya kedua tim, baik Semen Padang maupun Mitra Kukar berhasil memastikan satu tiket ke pertandingan final melalui cara yang sama. Baik Kabau Sirah – julukan Semen Padang maupun Si Naga Mekes – julukan Mitra Kukar melaju ke partai puncak setelah mengalahkan lawan-lawan mereka melalui babak adu penalti.

Kiper kedua tim keluar sebagai pahlawan. dua eksekusi penalti lawan berhasil digagalkan oleh Jandia Eka Putra (Semen Padang) dan Shahar Ginanjar (Mitra Kukar) sekaligus membuat tim masing-masing meraih kemenangan dan berhak berlaga di partai final.

Baik Jandia dan Shahar bermain apik sepanjang turnamen dan membawa tim mereka lolos ke penghujung kompetisi, bagaimana head to head antara keduanya? Berikut ulasannya.

Jandia Eka Putra

Main: 9

Kebobolan: 8

Kelebihan

Merupakan putra asli Minang yang menghabiskan seluruh kariernya di Sumatera Barat, Jandia sudah menjadi kiper Kabau Sirah sejak hijrah dari PSP Padang pada tahun 2009. Dan baru mulai menjadi kiper utama setahun kemudian seiring dengan peforma kiper utama Syamsidar yang mengalami penurunan.

Jandia merupakan tipe kiper yang sangat vokal ketika memberikan komando untuk lini pertahanan. Jandia bukan saja memberikan arahan pemain lawan mana yang mesti dikawal oleh para pemain bertahan, tetapi juga mengatur tinggi rendahnya garis pertahanan Semen Padang.

Arah gol yang bersarang di gawang Jandia Eka Putra di waktu normal selama PJS
Arah gol yang bersarang di gawang Jandia Eka Putra di waktu normal selama PJS

Jandia juga cukup baik ketika melakukan distribusi bola, apalagi dengan skema serangan balik yang diusung Semen Padang sejak awal kompetisi, sebisa mungkin setelah berhasil menggagalkan serangan lawan. Jandia akan langsung mengirim bola ke lini serang.

Kekurangan

Sempat menjadi kiper yang paling banyak melakulan clean sheet sepanjang babak penyisihan, gawang Jandia seakan lebih mudah dibobol gawang lawan di babak delapan besar dan semi-final. Sekitar 70% dari gol yang bersarang ke gawang Jandia terjadi pasca babak penyisihan grup.

Alasannya adalah titik lemah Jandia sudah dibaca lawan, kiper yang sempat dipinjamkan ke Persiba Balikpapan ini selalu kemasukan melalui bola yang diarahkan ke sudut gawang.

Bisa dilihat dari gambar di atas, Jandia selalu kesulitan menghalau tendangan-tendangan lawan yang mengarah ke sudut, terutama sudut kanan dimana Jandia selalu kemasukan. Pada putaran pertama semi-final, dua gol yang Pusamania Borneo FC cetak oleh Srdjan Lopicic keduanya ditempatkan ke sudut kanan gawang Jandia. Kurang lengketnya Jandia ketika mengamankan bola juga menjadi permasalahan lain.

Shahar Ginanjar

Main: 9

Kebobolan: 8

Kelebihan

Sulit bersaing dengan kiper utama I Made Wirawan di Persib Bandung, Shahar kemudian hengkang ke Mitra Kukar pada awal kompetisi PJS ini. Dan di klub barunya, Shahar tampil luar biasa dalam mengamankan gawang Si Naga Mekes.

Kelebihan utama Shahar adalah dalam menghentikan tendangan lawan. 29 penyelamatan berhasil dilakukan Shahar sepanjang turnamen. Dan menghentikan tendangan lawan di babak adu penalti juga kelebihan kiper asal Purwakarta ini. Shahar sudah lima kali berhasil mementahkan ekseksui penalti lawan, termasuk dua yang ia lakukan di babak semi-final ketika berhadapan dengan Arema Cronus.

Arah tembakan penalti Arema semua berhasil dibaca Shahar
Arah tembakan penalti Arema semua berhasil dibaca Shahar

Dua dari empat penendang Arema berhasil digagalkan usahanya oleh Shahar. Bahkan secara keseluruhan, ia berhasil membaca seluruh arah tendangan eksekutor Arema, termasuk tendangan melenceng dari Gede Sukadana pun arah tembakanya berhasil dibaca Shahar.

Mengenai keberhasilannya  menggagalkan penalti lawan, Shahar yang dihubungi melalui telepon oleh penulis mengungkapkan kunci keberhasilannya adalah kepercayaan diri. Untuk soal penalti, sejujurnya ia menyatakan bahwa ia tidak pernah melakukan latihan khusus untuk mengamankan tendangan penalti.

“Kuncinya percaya sama kemampuan diri sendiri dan berserah pada Yang di Atas. Tidak ada latihan khusus, tapi saya memang sering lihat video kiper-kiper lain ketika mengamankan penalti,” ujar kiper yang mengidolakan Ferry Rotinsulu dan Edwin van der Sar ini.

Kekurangan

Serupa dengan apa yang dialami oleh Jandia. Meskipun arah bola yang membuat Shahar kebobolan arahnya lebih variatif, ia juga selalu kemasukan ketika bola datang ke arah sudut gawang. Karena memang secara textbook, cara paling efisien untuk mengelabui seorang kiper adalah menempatkan bola di sudut gawang.

Arah gol yang bersarang di gawang Shahar Ginanjar selama PJS
Arah gol yang bersarang di gawang Shahar Ginanjar selama PJS

Sudah beberapa kali diulas kalau titik lemah Shahar adalah ketika mengamankan crossing atau umpan silang. Bisa jadi permasalahan pengambilan waktu ataupun pengambilan posisi. Terbaru, gol yang dicetak Christian Gonzales ke gawang Mitra juga berasal dari umpan silang. Sepanjang turnamen, Shahar setidaknya sudah empat kali kemasukan dari umpan silang, jumlah ini merupakan 50% dari gol yang bersarang di gawang Shahar.

***

Keduanya sama-sama sudah memainkan sembilan pertandingan dan kemasukan delapan gol. Baik Jandia maupun Shahar memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Peran seorang kiper juga sangatlah besar dalam sebuah pertandingan. Tapi apabila kemudian laga harus dilanjutkan ke babak adu penalti, sepertinya Shahar yang akan lebih unggul, di atas ertas dan atas nama statistik. Maka, pelatih kiper kedua tim, Zulkarnain Zakaria dan Joice Sorongan, akan menyiapkan anak asuhnya agar lebih siap untuk menghadapi partai final.

Komentar