Apa Perbedaan Wing-Back dan Full-Back? | Pandit Football Indonesia

Apa Perbedaan Wing-Back dan Full-Back?

Taktik

by Ardy Nurhadi Shufi 131449

Ardy Nurhadi Shufi

Pemimpin Redaksi | Pesepakbola Tarkam | Juru Taktik
ardynshufi@gmail.com

Apa Perbedaan Wing-Back dan Full-Back?

Perkembangan formasi dan taktik yang begitu pesat dalam sepakbola seringkali membuat kita bingung akan berbagai istilah taktik terkini. Salah satu istilah sepakbola yang kerap membuat kita kesulitan mendefinisikan adalah perbedaan antara wing-back dan full-back.

Untuk dua istilah ini terkadang kita tak akan dengan mudah menjelaskannya meski kedua istilah ini cukup familiar. Terdapat banyak kesamaan di antara keduanya yang membuat makna sebenarnya menjadi kabur.

Wing-back dan full-back keduanya berposisi (ya, ini istilah terkait posisi bukan peran) di sayap atau sisi lapangan. Salah satu contoh pemahaman yang kerap membuat bingung adalah full-back yang kita sering menyebutnya bek sayap. Padahal secara harfiah, bek sayap jika di-Inggris-kan akan menjadi wing-back; wing yang artinya sayap dan back berarti bek atau pemain belakang. Sedangkan tentu saja wing-back berbeda dengan full-back.

Untuk memahami keduanya, kita memang harus memahami dulu lebih jauh tentang awal berkembangnya formasi sepakbola. Dan khusus untuk posisi full-back dan wing-back ini, kita perlu memahami formasi 2-3-5.

Perkembangan Formasi dan Sejarah Full-back

Pada formasi 2-3-5, yang menurut Jonathan Wilson dalam bukunya Inverting the Pyramid sudah digunakan sejak 1870-an, lima pemain terdepan disebut forward, tiga di belakang penyerang disebut half-back, sedangkan untuk dua pemain paling belakang disebut full-back. Pada masa itu, full-back benar-benar pemain yang bertugas untuk bertahan.

Full-back kemudian berevolusi hingga seperti sekarang ini karena pada formasi 2-3-5 pemain half-back yang beroperasi di tengah, centre half-back, kerap turun membantu pertahanan sehingga ‘membelah’ area bermain dua full-back.

Mundurnya pemain centre half-back membuat pemain full-back lebih bertugas menjaga pertahanan di sekitar area sayap. Garis besarnya, full-back pada praktiknya lebih sering menjaga lebar lapangan meski secara pakem formasi 2-3-5, dua pemain full-back berada di area tengah lini pertahanan.

2-3-5
Formasi 2-3-5

Perkembangan taktik kemudian mulai bergeser dari 2-3-5 ke formasi andalan Vittorio Pozzo dengan metodo (2-3-2-3), hingga formasi WM (3-2-2-3) yang diciptakan oleh legenda Arsenal, Herbert Chapman. Pada era ini, pemain paling belakang masih disebut full-back, entah itu dua pemain atau tiga pemain.

Meskipun begitu, formasi WM sebenarnya menjadi ‘pintu masuk’ full-back untuk menjadi pemain bertahan di lebar lapangan secara posisi. Karena full-back yang ditempatkan di tengah pada formasi WM atau 3-2-2-3, diciptakan untuk menjadi penjaga pemain centre-forward lawan. Namun karena saat itu full-back masih identik dengan pemain bertahan, centre-back masih disebut full-back.

Formasi WM atau 3-2-2-3
Formasi WM atau 3-2-2-3

Ketika formasi 4-2-4 digunakan timnas Brasil pada 1950-an, barulah saat itu mulai mengenal istilah centre-back. Pada formasi empat bek ini, terdapat dua pemain centre-back di mana kedua pemain ini diapit oleh dua full-back di sisi kanan dan kiri.

‘Lahirnya’ dua centre-back ini agar lini pertahanan tetap kuat dan tak kurang jumlah pemain, sementara di lini depan memiliki daya serang tinggi dengan enam pemain (dua forward, dua winger, dan dua half-back. Dua half-back di tengah ini lebih aktif membantu penyerangan sehingga dibutuhkan dua pemain untuk memperkokoh area tengah pertahanan, kedua pemain itulah yang disebut centre-back.

Formasi 4-2-4
Formasi 4-2-4

Pada pola 4-2-4 ini, area bermain full-back mulai bergeser ke sayap, benar-benar di sayap. Meskipun begitu, secara fungsi, full-back pada formasi ini tak jauh berbeda dengan full-back pada skema dua bek atau tiga bek yang sering bermain melebar.

Sementara itu, adanya posisi centre-back merupakan posisi yang dipertegas bahwa pemain ini benar-benar difungsikan untuk menjaga area tengah pertahanan. Sejak skema empat bek itulah full-back mulai identik dengan bek sayap karena pemain yang berposisi sebagai full-back benar-benar beroperasi di sisi sayap lapangan.

Halaman selanjutnya, Wing-back Berkembang Bersama Bangkitnya Pola 3-5-2

Komentar