Mengenal Barcelona Triangles

Taktik

by Ardy Nurhadi Shufi Pilihan

Ardy Nurhadi Shufi

Pemimpin Redaksi | Pesepakbola Tarkam | Juru Taktik
ardynshufi@gmail.com

Mengenal Barcelona Triangles

Permainan penguasaan bola dengan operan-operan pendek bukan hal yang baru bagi FC Barcelona. Namun yang ditunjukkan Barca bersama pelatih mereka, Luis Enrique, belakangan ini menunjukkan betapa superiornya permainan penguasaan bola mereka.

Real Madrid digasak 4-0 di Santiago Bernabeu. Beberapa hari bereselang, giliran kesebelasan ibu kota Italia, AS Roma, yang dibantai dengan skor 6-1. Dalam empat hari, Barca mencetak 10 gol ke gawang dua kesebelasan ibu kota. Dan dari dua laga ini, permainan operan-operan mereka terasa semakin sempurna.

Permainan yang Barca pertunjukkan akan dengan mudah membuat orang melabelinya dengan tiki-taka. Namun sebenarnya tak semua permainan umpan-umpan pendek seperti itu disebut tiki-taka. Pep Guardiola saja yang saat bersama Barca memainkan umpan-umpan pendek, sangat membenci tiki-taka.

Lantas jika bukan tiki-taka, apa nama permainan yang Barca tunjukkan? Sebenarnya kita tidak bisa begitu saja menghakimi kesebelasan manapun bermain dengan gaya A atau B. Karena jawaban yang paling tepat baru bisa kita dapatkan jika kita bertanya langsung pada sang pelatih.

Tapi kita simak dulu sebuah penelitian menarik dari Cornell University Library. Menurut mereka, yang dilakukan Barca adalah mengoneksikan operan.  Setelah menganalisis permainan 98 kesebelasan di Eropa, mereka menyimpulkan bahwa terdapat lima pola dalam operan kesebelasan Eropa. Mereka adalah ABAB, ABAC, ABCA, ABCB, dan ABCD.

Dijelaskan oleh Ouriel Daskal dari Soccer Issue, ia mencontohkan pola operan ABAB. Pola ini menunjukkan pemain A akan mengoper pada pemain B. Lalu pemain B mengoper bola ke pemain A. Terakhir pemain A mengoperkan bola ke pemain B sebelum akhirnya bola digulirkan ke pemain C.

Barca, menurut analisis penelitian ini, sangat jarang menggunakan pola ABCD, bola digulirkan ke empat pemain berbeda secara berurutan. Dan pola operan yang lebih sering digunakan Barca adalah pola ABCB dan ABAC. Inilah yang (mungkin) melahirkan istilah Barcelona Triangles.

Dari data ini, saya lantas mencari bagaimana pola latihan mereka yang bisa melahirkan Barcelona Triangles ini. Dan ternyata memang benar hasil dari analisis penelitian di atas. Barca, dalam video di bawah ini, menggunakan pola ABAC.

Perlu diperhatikan pula, video di atas bukan video terbaru, karena masih dilatih oleh Tito Villanova yang wafat pada 25 April 2014. Dalam video itu pun latihan dilakukan oleh para pemain akademi Barcelona yang dikenal dengan sebutan La Masia.

Ini artinya pola operan ABAC dan ABCB sudah mereka mantapkan sejak dini. Namun terdapatnya pemain-pemain lulusan akademi La Masia seperti Andres Iniesta, Sergio Busquets, Lionel Messi, Sergi Roberto dan beberapa pemain lainnya, di skuat utama Barca saat ini menciptakan fondasi permainan Barca dan para pemain baru diwajibkan bisa menyesuaikan diri dengan permainan ini.

Pada latihan operan di atas pun dijelaskan bahwa setiap pemain diwajibkan memiliki kemampuan membaca permainan, menciptakan ruang, dan operan satu sentuhan. Kemampuan penyelesaian akhir akan menyempurnakan skema ini menjadi gol.

Kesebelasan lain mungkin juga berlatih demikian, khususnya di akademi. Namun yang membedakan, mungkin Barca berhasil mengembangkan pola latihan atau pola operan seperti itu menjadi sebuah identitas diri yang diterjemahkan ke dalam filosofi Barca itu sendiri yang terus coba dipertahankan setiap musimnya.

Luis Enrique tentu saja tak asing dengan filosofi permainan Barca tersebut. Ia bermain selama delapan musim bersama Barca ketika masih menjadi pemain, dengan mempersembahkan tujuh trofi juara. Sebagai pelatih, ia pun sempat menukangi Barcelona B sebelum menangani AS Roma dan Celta Vigo.

Sebagai tambahan, Pep Guardiola yang juga meraih kejayaan ketika menukangi Barcelona saat ini coba menularkan pola permainan seperti ini dengan Bayern Munchen. Hasilnya, raksasa Jerman tersebut sejauh ini telah melepaskan rata-rata 736 operan per pertandingan (menurut Who Scored) yang merupakan rata-rata tertinggi di Eropa.

Maka sebenarnya yang dilakukan Luis Enrique pun demikian, membuat para pemain Barca saat ini yang bukan lulusan akademi La Masia agar bisa memainkan pola seperti ini, pola permainan khas Barcelona yang pernah juga ia mainkan. Jika semua pemainnya memahami pola ABCB atau ABAC ini, lahirlah Barcelona Triangles yang kapan saja siap menghancurkan lawan-lawannya karena memiliki trio Messi, Neymar dan Suarez di lini depan. Sementara kesebelasan lain, terkadang harus mengubah pola permainan ketika pemain baru, apalagi pemain bintang, datang demi menghasilkan permainan yang sesuai harapan.

foto: theguardian.com

Komentar