Anomali Arda Turan

Taktik

by Zakky BM

Zakky BM

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Anomali Arda Turan

Arda Turan, sejauh ini adalah anomali bagi sepakbola Eropa. Bagaimana tidak terlihat normal, sejak ia resmi bergabung dengan FC Barcelona di bursa transfer musim panas lalu, praktis ia bersama Aleix Vidal tak bisa bermain untuk memperkuat Barcelona karena terbentur masalah sanksi FIFA yang melarang Barca mendaftarkan pemain barunya. Namun meski tak bermain di level klub, Arda Turan terus meroket bersama tim nasional Turki.

Kecemerlangan Arda diwakili oleh torehan dua gol dan empat assist bagi tim nasional Turki sejak ia bergabung dengan Barcelona (terhitung dari 6 Juli 2015) yang lalu. Sebagai kapten tim nasional, ia juga menanggung beban negaranya untuk melaju ke Euro 2016 di Prancis nanti setelah absen di pagelaran Euro 2012. Ia telah sukses melakukan tugasnya tersebut.

Meski telah meloloskan tim nasinal Turki ke Prancis, Fatih Terim selaku pelatih tim nasional terus memanggil mantan pemain Galatasaray SK ini ke tim nasional dengan maksud untuk menjaga ritme bermain dari sang kapten. Pada saat bertandang melawan Qatar beberapa waktu yang lalu, lagi-lagi Arda lah yang menjadi insprator kemanangan Turki setelah tertinggal satu gol dari Ali Asdalla, salah satu pemain Qatar.

Arda Turan yang dipasang sebagai pemain sayap kiri kala itu mampu menerjemahkan instruksi dari Terim sebagai salah satu gelandang paling mobile sepanjang pertandingan. Ini terbukti pada daya jelajah dan posisi Arda saat mencetak gol serta memberikan assist bagi kawannya untuk kemenangan Turki.

Saat mencetak gol penyeimbang, Arda memposisikan dirinya dan membuka ruang di bagian tengah (tepat belakang penyerang) dan mampu menyarangakan gol ke gawang Qatar. Sedangkan saat memberikan assist, ia berada di sayap kanan dan mampu melepaskan umpan silang yang mampu disambut oleh Cenk Tosun. Kepiawaiannya menjelajah seluruh area sepertiga akhir lawan memang salah satu kelebihan dari mantan pemain Atletico Madrid ini.



Ketika bermain menyisir sisi kiri, Arda juga tak canggung untuk bekerja sama dengan Caner Erkin yang berposisi sebagai bek kiri Turki. Bahkan, beberapa pengamat bahwa duo Arda dan Erkin ini merupakan poros dari penyerangan Turki ditopang dengan kegemilangan Oguzhan Ozyakup dan Hakan Calhanoglu di lini tengah Turki. Tak jarang juga Arda turun sampai ke lini belakang hanya untuk membangun serangan ataupun melakukan track-back di sisi kiri kesebelasan Turki.

Selain faktor beban kapten dan kegemilangan gaya bermain Arda di lini serang Turki, faktor sang pelatih yaitu Terim juga sangat berpengaruh dengan bagaimana Arda menampilkan performa terbaiknya saat membela panji tim nasional meski vakum bermain di level klub. Perlu dicatat juga bahwa Terim lah yang memberikan debut bagi Arda saat tahun 2006 lalu di tim nasional senior Turki.

“Terim telah menjadi pelatih sejak lama dengan berbagai pengalaman dan kesuksesannya. Ia banyak mengajarkan banyak kepadaku tentang sepakbola ketika aku masih muda (saat di Galatasaray) dan aku akan selalu berterimakasih untuknya atas segala bantuannya yang telah menjadikan diriku pada level seperti ini,” ungkap Arda seperti yang dikutip dari laman Fourfourtwo.

Kedekatan Terim dan Arda ini memang seperti sosok anak dan ayah. Tak tanggung-tanggung Terim memuji sang anak dengan julukan Lionel Messi-nya tim nasional Turki seperti yang dikutip dari laman Goal.

“Mereka (Barca) telah mendatangkan seorang legenda, pemain besar dan seorang pemain bermental juara,” ungkap Terim seperti dikutip laman Goal saat ia ditanya tentang kepindahan Arda ke Barcelona.

“Arda Turan akan membuat orang-orang terkejut dengan kualitasnya sebagai pesepakbola. Bermain bersama Messi, Iniesta, Busquets, Rakitic, Suarez dan Neymar akan membuat Arda lebih baik lagi dari hari ke hari, dari pertandingan ke pertandingan,” sambung pelatih berusia 62 tahun tersebut.

Dengan polesan tangan dingin Fatih Terim dan ban kapten yang melingkar di lengannya, Arda Turan tak perlu khawatir akan perannya di tim nasional Turki. Kemampuan komplit ditunjang dengan motivasi berlebih untuk terus bermain akan mendongkrak perfoma Arda hingga ia akhirnya mampu berbuat banyak untuk kesebelasan barunya, Barcelona.

Menarik untuk ditunggu dimanakah Luis Enrique menampatkan Arda Turan saat Barca sudah diperbolehkan bertanding mamakai kedua pemain barunya tersebut (Arda dan Aleix). Jika Luis Enrique bingung menempatkan Arda di penyerang sayap ataupun di gelandang tengah, ada baiknya Enrique kepada sang ayah dari Arda Turan; Fatih Terim.

Sumber gambar: foci-live.hu

Komentar