Menafsir Barcelona Tanpa Messi dan Iniesta

Taktik

by Zakky BM

Zakky BM

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Menafsir Barcelona Tanpa Messi dan Iniesta

Apa jadinya Barcelona tanpa Messi dan Iniesta?

Barcelona memang mampu menaklukkan Bayer Leverkusen dengan skor tipis 2-1 di leg kedua gelaran Liga Champions tengah pekan lalu. Barcelona bisa dibilang bermain buruk sepanjang pertandingan. Mereka bahkan sempat tertinggal oleh gol Kyriakos Papadopoulos yang memanfaatkan kecerdikan Hakan Calhanoglu saat mengambil sepak pojok.

Dua gol yang berhasil dicetak seharusnya tak membuat Barcelona girang. Masalahnya, di sepanjang pertandingan tersebut, Barcelona berhasil menciptakan tujuh belas peluang. Ketidaksanggupan anak-anak asuh Luis Enrique untuk memanfaatkan peluang dengan maksimal juga diperparah dengan Andres Iniesta yang tumbang di tengah pertandingan.

Parahnya, cedera Iniesta yang diperkirakan membutuhkan waktu pemulihan satu bulan ini, terjadi tak sampai seminggu setelah cedera yang dialami Lionel Messi. Ironis juga jika membandingkan apa yang terjadi pada Barcelona di musim lalu dan sekarang. Musim lalu Barcelona diberkati level fitness yang luar biasa dan gelar treble untuk kedua kalinya. Sementara di musim ini, sejumlah pemain inti bertumbangan.

Pada tulisan sebelumnya yang membahas dampak cedera Lionel Messi terhadap skema bermain Barcelona, saya mencoba memberikan beberapa alternatif skema bermain dan penempatan posisi yang ditinggalkan oleh Messi selama dua bulan ke depan. Saya pikir, pusat permainan yang biasanya diemban secara dominan oleh Messi (beserta Ivan Rakitic dan Dani Alves) sudah sepatutnya bergeser menuju Neymar Jr (beserta Iniesta dan Jordi Alba). Namun ternyata, Iniesta malah cedera, dan hal ini tentu saja menjadi hambatan baru buat Blaaugrana.

Lantas, apa yang bisa dilakukan oleh Luis Enrique untuk mengakali krisis ini?

Satu hal yang juga harus diingat: Messi dan Iniesta adalah pengatur serangan dan pegalir bola yang handal. Kedua orang tersebut juga didaulat sebagai kapten pertama dan kedua bagi kesebelasan Barcelona, sepeninggal Xavi di musim lalu.

Gelandang serang yang tersisa praktis hanya Ivan Rakitic dan Sergi Roberto, pasca cedera Iniesta dan Rafinha. Sergio Busquets dan Javier Mascherano kita anggap sebagai gelandang bertahan. Seandainya harus memanggil pemain dari tim Barca B, Enrique bahkan lebih gemar memanggil Gerard Gumbau yang posisinya sama seperti Busquets.

Sebagai catatan untuk Sergi Roberto, ia lebih baik meneruskan penampilan gemilangnya sebagai bek kanan dan menggeser posisi Dani Alves menjadi gelandang tengah berpasangan dengan Ivan Rakitic. Meski terdengar sedikit nyeleneh, hal ini justru akan memperkaya opsi baru bagi Enrique. Toh, Alves pun tidak buruk-buruk amat ketika mengalirkan bola ke area sepertiga akhir penyerangan milik Barcelona.

Sebenarnya, menggeser posisi Busquets lebih ke depan dan membiarkan Mascherano bermain di posisi gelandang yang lebih bertahan, akan menjadi opsi paling realistis. Musim lalu, opsi ini sering dijalankan menjelang akhir pertandingan, walau tak selalu berjalan dengan mulus.

Meski berisiko, ia menjadi opsi paling masuk akal. Mascherano sangat mungkin untuk memposisikan dirinya di antara dua bek tengah. Lewat skema ini, kita akan melihat Barcelona bermain dengan trio bek tengah ketika dua pemain sayapnya naik hingga sepertiga akhir penyerangan mereka.

Sevilla beserta markasnya, Estadio Ramon Sanchez Pizjuan, akan menjadi tes awal bagi Barcelona dalam kondisi kritis. Sevilla sebenarnya juga tidak sedang berada dalam performa yang baik. Selain baru dihajar Juventus 2-0 di Turin, Sevilla hanya sekali berhasil memetik kemenangan dalam enam pertandingan liga. Akibatnya, sampai saat ini, mereka hanya bisa menduduki peringkat 16.

Melihat tren buruk dari Sevilla dan hilangnya para pemain inti Barcelona, bukannya tak mungkin jika pertandingan ini bakal berakhir seri. Apalagi jika melihat pertandingan sebelumnya, Barcelona memang sempat unggul 2-0, namun dibalas menjadi 2-2 di akhir laga.

Namun demikian, Luis Enrique tetap bisa membalikkan semua prediksi yang mengatakan bahwa pertandingan ini bakal berakhir seri. Pendekatan dan peningkatan mental bertanding kepada pemain muda yang ia persiapkan sebagai pengganti Iniesta dan Messi dalam beberapa pekan ke depan, akan menjadi kunci bagi pemain muda untuk bermain lebih baik lagi. Jika hal ini berhasil, sisa pertandingan  yang dilewati tanpa Iniesta dan Messi akan relatif lebih mudah untuk dilalui oleh Barcelona.

Tapi yang perlu diingat, hal tadi berlaku jika pemain-pemain Barcelona tak dihajar cedera lagi. Jika ada badai cedera lanjutan, bersiaplah untuk menjadi medioker.

Untitled-1
Kiri: Skema awal Barcelona & Kanan: Skema alternatif ketika menyerang

Sumber foto: dispatchtimes.com

Komentar