Keroposnya Pertahanan yang Dibiarkan Man City

Taktik

by Randy Aprialdi

Randy Aprialdi

Pemerhati kultur dan subkultur tribun sepakbola. Italian football enthusiast. Punk and madness from @Panditfootball. Wanna mad with me? please contact Randynteng@gmail.com or follow @Randynteng !

Keroposnya Pertahanan yang Dibiarkan Man City

Kontrak Manuel Pellegrini untuk melatih Manchester City baru saja diperpanjang sampai 2017. Hal yang sama juga diberikan kepada para asistennya yakni Ruben Cousillas, Xabier Mancisidor, dan Jose Cabello.

Rasanya perpanjangan kontrak Pellegrini dkk., memiliki banyak maksud. Juga mungkin menegaskan betapa City masih percaya kepada Pellegrini. Pasalnya posisi Pellegrini sempat goyah karena gagal merealisasikan target yang lebih tinggi pada ajang Liga Champions dan gagal mempertahankan gelar Liga Primer Inggris. Terlebih City dianggap kesebelasan yang mewakili tipikal "orang kaya baru" yang tak sabaran.

Diperpanjangnya kontrak Pellegrini, boleh jadi, mencerminkan permakluman yang diberikan City. Untuk sebagian, kegagalan mantan pelatih Malaga tersebut bisa dibilang wajar karena City -- yang terbiasa mengandalkan wajah-wajah baru berharga mahal-- musim lalu tidak bisa mendatangkan banyak pemain karena sanksi Finansial Fair Play (FFP).

Kini hukuman tersebut sudah dicabut walau masih dalam masa pemantauan oleh UEFA. Pencabutan itu membuat City bisa kembali melakukan perburuan pemain-pemain berlabel bintang dan mahal.

Mereka langsung menggebrak dengan mendatangkan pemain dengan harga yang mahal, Raheem Sterling. Gelandang serang sayap dari Liverpool itu dibeli dengan harga 43,7 juta poundsterling. Selanjutnya mereka merekrut pemain tengah andalan Aston Villa, Fabian Delph, dengan harga tidak terlalu mahal yakni 8 juta poundsterling.

Koleksi The Citizens untuk memenuhi kuota home-grown pun dilengkapi dengan penyerang sayap Fulham, Patrick Roberts. Khusus bagi pemain berposisi penyerang ini dibilang cukup mahal dengan harga 5 juta poundsterling. Terbilang mahal untuk pemain berusia 18 tahun yang "hanya" berkiprah di divisi Champhionship.

Pemain-pemain tersebut belum termasuk dengan Kevin De Bruyne, gelandang serang Wolfsburg,  si raja asist yang terus digoda City. Tapi rasa-rasanya gembar-gembor transfer pemain kesebelasan besutan Pellegrini ini seolah melupakan barisan pertahanannya yang terbilang menjadi titik lemah pada musim lalu.

Slot Pertahanan yang Dikesampingkan City

City mengakhiri Liga Primer Inggris 2014/2015 di peringkat kedua dengan kebobolan 38 gol. Lebih banyak dari jumlah kebobolan Arsenal yang menempati peringkat ketiga. Arsenal "hanya" kebobolan 36 gol. Manchester United di posisi empat klasemen akhir Liga Primer Inggris musim lalu pun kebobolan lebih sedikit, "hanya" 37 kali kebobolan.

Jauh sebelum Sterling berhasil didatangkan, City sempat mendatangkan Eliaquim Mangala dari Porto yang direncanakan bakal menjadi tandem Vincent Kompany. Akan tetapi, penampilan Mangala selama pra-musim masih jauh dari harapan. Ia masih membutuhkan banyak adaptasi sehingga sepertinya akan memaksa Pellegrini kembali mempercayai Martin Demichelis sebagai tandem Kompany.

Padahal Demichelis merupakan salah satu titik lemah City musim lalu. Walau berhasil membantu meraih gelar juara Liga Primer Inggris 2013/2014. Demichelis menurun penampulannya di musim lalu. Ia dianggap sudah mulai lamban. Sebetulnya musim lalu City masih memiliki stok bek yang lain yakni Dedryk Boyata. Sayangnya pemain kelahiran 11 November 1990 itu cuma dimainkan dua kali selama satu musim penuh.

Mangala-City1
Eliaquim Mangala, pembelian termahal Manchester City 2014/2015 dengan harga 28 juta poundsterling dari Porto

Jika dilihat dari segi transfer musim panas kali ini City seolah mengkesampingkan permasalahan pada lini pertahanan tersebut. Pellegrini seolah lebih memprioritaskan memperkuat serangan kendati stok lini serang sudah cukup mumpuni. Walau kehilangan Edin Dzeko yang pergi ke Roma dan Jovetic ke Internazionale Milan pun mereka masih punya Sergio Aguero dan Wilfried Bony.

Sementara itu pada lini belakang mereka justru melepas Boyata menyeberang ke Celtic FC. Maka stok bek mereka tinggal Kompany, Mangala, Demichelis dan Jason Denayer yang baru pulang dari peminjaman di Celtic.

Sejauh ini masih belum ada nama pemain belakang yang benar-benar mendekat ke kesebelasan milik Syeikh Mansour tersebut. Kabar terakhir harapan The Citizens merekrut Diego Godin dari Atletico Madrid harus berhenti karena pemain terkait berniat bertahan di Liga Spanyol.

City pun masih santai berburu bek berkualitas walau masih memiliki satu slot untuk pemain non home-grown. Justru satu stok pemain non home grown mereka itu malah ngotot untuk diberikan kepada De Bruyne dan bukan untuk pemain bertahan. Padahal keroposnya lini belakang mereka sungguh terasa sepanjang tur pra-musim. Mereka sudah dua kali diberondong empat gol oleh lawan, yaitu oleh Real Madrid (kalah 1-4) dan Stuttgart (tunduk 2-4).

Lini depan mereka pun masih belum teruji kendati sudah mendatangkan Sterling sekalipun. Melawan Melbourne City dan Toronto pun cuma bisa menang tipis 1-0. Skor terbesar pada pra musim mereka cuma bisa diraih ketika mengalahkan Vietnam dengan skor 8-1.

Di sisi lain Pellegrini pun masih ragu-ragu dalam mentransformasi strateginya. Selama pra musim City memprioritaskan formasi 4-2-3-1 yang sering berubah menjadi 4-3-3 dalam serangkaian pertandingan pra-musim. Pada formasi tersebut Sterling dicoba-coba pada tiga posisi berbeda yakni sebagai gelandang serang tengah, gelandang serang sayap kiri dan penyerang tunggal.

Walau begitu, setidaknya, City sudah memberikan prakondisi yang dibutuhkan Sterling untuk beradaptasi dengan rekan-rekan barunya. Sterling memperlihatkan penampilan yang memuaskan dengan mencetak tiga gol dan membuat tiga asist. Dengan Aguero yang absen di pra-musim, bolehlah City berharap besar dalam urusan lini serang. Sayang kinerja Delph masih diragukan mengingat ia langsung cedera pada rangkaian laga pra-musim.

Pellegrini memang tidak bisa terus terlalu asik mengotak-atik lini serang ketika kelemahan musim lalu tidak kunjung diatasi. Jika City tidak kunjung merespon dengan cepat keroposnya lini belakang, bukan tidak mungkin kursi Pellegrinni akan kembali memanas. Atau mungkin The Citizens punya maksud lain karena merasa mampu mendatangkan bek Inggris yang memiliki harga selangit namun dengan kualitas biasa-biasa saja?

Komentar