Apa Perlu Juventus Mendatangkan Jovetic?

Taktik

by Randy Prasatya

Randy Prasatya

Everything you can imagine is real.

Apa Perlu Juventus Mendatangkan Jovetic?

Rumor kepindahan Stevan Jovetic semakin berhembus kencang setelah pihak Juventus dikabarkan telah membuat penawaran sebesar 18 juta euro. Sebelumnya Juventus pernah mencoba untuk mengontraknya ketika ia berada di Fiorentina.

Jovetic merindukan Italia, dan ia mengamati Serie A dari Manchester. Pria asal Montenegro ini telah bermain sebanyak 19 pertandingan bersama Manchester City di semua turnamen musim ini. Namun, Jovetic belum dapat bersaing dengan Aguero di formasi 4-2-3-1 yang biasa dipakai Pellegrini.

Menurut Football Italia, perincian tawaran 18 juta euro yang diajukan Juve berupa 2 juta euro untuk peminjaman setengah musim dengan opsi pembelian permanen sebesar 16 juta euro. Dengan catatan, Bianconeri siap untuk mempermanenkan Jovetic jika memainkan lebih dari 10 pertandingan di musim ini.

Akan teteapi jika transfer Jovetic dapat terwujud, ini akan terasa tidak berarti setidaknya untuk musim ini. Juventus harus lebih mengutamakan penambahan pemain yang dapat menambah kekuatan lini depan di turnamen Eropa, UEFA Champions League (UCL). Karena di musim ini Jovetic tidak akan bisa bermain di UCL bersama Juve mengingat regulasi UCL tentang kelayakan pemain pasal 18.07.

Yang secara singkat menjelaskan aturan, ”seorang pemain tidak dapat bermain di kompetisi klub UEFA (UEFA Champions League dan UEFA Europa League, tetapi tidak berlaku untuk UEFA Super Cup) untuk lebih dari satu klub di musim yang sama.”

Melihat aturan ini terlalu mubazir membeli Jovetic mengingat tim asuhan Allegri terlalu lemah dalam hal mencetak gol di UCL. Ini terbukti dari 6 pertandingan Juve hanya mampu memasukan 7 gol dengan di antaranya 3 gol persembahan Tevez, 4 gol lagi masing-masing tercipta dari Llorente, Pirlo, Pogba, dan 1 gol lahir dari gol bunuh diri pemain Olympiakos.

Dalam beberapa tahun sejak ahli transfer berpindah ke tangan Beppe Marotta, Juventus selalu gagal mendapatkan penyerang yang konsisten mencetak gol setiap musimnya. Para pecetak gol lebih dominan berasal dari pemain tengah. Dan bisa dikatakan hanya Tevez yang bisa konsisten mencetak gol di Serie A. Hanya liga domestik yang membuat Juventus terlihat sangat hebat, namun kurang kurang mengigit di Eropa.

Di Serie A, tim asal kota Turin ini masih menjadi tim tersubur dengan 38 gol. Meskipun kontribusi gol lebih banyak dibuat oleh Tevez dengan 11 gol Serie A, tapi setidaknya hampir seluruh pemain inti Juve sudah mencetak gol di musim ini dan tinggal menunggu gol dari Chiellini dan Buffon untuk melengkapinya.

Dan sekali lagi. Posisi Jovetic pun terlalu mirip dengan Tevez. Kedua pemain ini sama-sama tipikal pemain depan yang selalu rajin menjemput bola. Whoscored pun mencatat dari 5 gol yang telah dibuat Jovetic hanya 1 yang lahir dari posisinya sebagai ujung tombak. Sisanya lahir ketika dia bermain sebagai pengatur serangan.

Jika Jovetic memang lebih subur ketika bermain sebagai pengatur serangan, rasanya terlalu sulit untuk merebut posisi Marchisio atau Vidal yang kedua pemain ini bisa saling bergantian menjadi pengatur serangan di formasi 4-3-1-2 andalan Allegri. Namun tidak akan menjadi masalah jika sekedar untuk pelapis Tevez di liga.

Komentar