Dilema Rosicky Bagi Arsenal

Taktik

by Frasetya Vady Aditya

Frasetya Vady Aditya

Penyunting. Jangan terkekang; sepakbola cuma cangkang. Kontak: vady.aditya@gmail.com

Dilema Rosicky Bagi Arsenal

Nama Thomas Rosicky tidak ada dalam daftar susunan 11 pemain Arsenal kala melawat ke Boleyn Ground, kandang West Ham United. Wajahnya pun tak nampak di bangku cadangan Arsenal. Arsene Wenger lebih memilih menurunkan Mathieu Flamini dan Francis Coquelin di jajaran gelandang. Sementara di pos gelandang serang, Alexis Sanchez bergeser ke tengah dan Alex Oxlade Chamberlain bermain di sisi kanan.

Di beberapa media, Rosicky sejatinya selalu tercantum dalam kerangka tim untuk menghadapi The Hammers, julukan West Ham. Ketidakhadiran Rosicky ini memperlihatkan Arsenal ingin menguatkan lini tengah mereka dengan menyimpan dua gelandang bermain lebih dalam. Sementara saat menyerang, empat pemain Arsenal dibiarkan berkeliaran di area pertahanan lawan.

Dari segi pengalaman, Rosicky bisa dibilang sebagai pemain senior. Ia memulai debutnya pada 1998 bersama Sparta Praha. Karirnya menanjak saat bergabung bersama Borussia Dortmund pada musim 2001/2002. Arsene Wenger pun kepincut dengan aksi pemain yang lahir di Praha, 34 tahun silam ini.

Pada 2006, Rosicky resmi berbaju Arsenal. Sejak musim pertamanya bergabung, ia sudah menjadi pilihan Wenger di lini tengah. Namun, cedera tendon yang didapatnya pada Januari 2008, membuatnya tak bermain hingga satu musim. Sempat mengikuti pertandingan pra-musim, cederanya kembali kambuh pada Agustus 2008.

Rosicky kembali menjadi pilihan pada musim berikutnya. Namun, lagi-lagi cedera yang membuatnya mesti menepi. Total, Rosicky telah bermain dalam 159 penampilan dan mencetak 18 gol untuk Arsenal di Liga Inggris. Musim ini, Rosicky baru bermain empat kali dengan tiga sebagai pemain pengganti. Ia telah mencetak satu gol dari 109 menit bermainnya.

Rosicky menunjukkan kapasitasnya sebagai salah satu gelandang terbaik Arsenal, kala The Gunners menundukkan Queens Park Rangers (QPR) 2-1 pekan lalu. Rosicky menyumbang satu gol kemenangan Arsenal pada menit ke-65.

Di pertandingan tersebut, Rosicky mencatatkan 70 umpan dengan presentase keberhasilan 82 persen. Ia juga sekali membuat operan kunci (key pass).

Grafis Umpan Rosicky

[Grafis umpan Thomas Rosicky kala menghadapi QPR]


Dari grafis di atas, terlihat kebanyakan alur bola Rosicky yang lebih dominan ke kedua sisi. Ia menjadi penyalur bola untuk serangan Arsenal dari kiri dan kanan.

Dengan absennya Mikel Arteta, Aaron Ramsey, Jack Wilshere, dan Mesut Oezil, semestinya tak ada alasan bagi Wenger untuk membangkucadangkan Rosicky. Kecuali dengan alasan taktikal seperti menghadapi West Ham misalnya. Dalam pertandingan tersebut, Wenger ingin memaksimalkan serangan balik dengan memperkuat lini tengah mereka dengan dua gelandang bertahan. Kehadiran Rosicky sebagai pengatur serangan dianggap tidak akan efektif dengan pola permainan Arsenal yang lebih mengandalkan serangan balik.

Selain itu, tidak diturunkannya Rosicky juga bisa dimaknai bahwa Arsene Wenger ingin menurunkan “kekuatan sesungguhnya” kala menghadapi Southampton, pekan depan. Walau kualitas West Ham dan Southampton bisa dibilang setara, tapi ada perbedaan cara bertahan dari keduanya.

West Ham amat mengandalkan kekuatan lini tengah mereka yang dihuni Cheikhou Kouyate, Alex Song, dan Morgan Amalfitano. Pilihan tiga gelandang ini juga menyakinkan Wenger untuk tidak menurunkan pemain seperti Rosicky. Sulit bagi pemain Arsenal untuk beradu fisik satu demi satu dengan tiga pemain tersebut. Maka, Wenger pun memutuskan menurunkan dua gelandang bertahan yang beroperasi di depan kotak penalti.

Hal ini bisa dibuktikan saat Kevin Nolan masuk, misalnya. Nolan merupakan gelandang yang bertipe lebih berpikir ketimbang berlari tanpa henti sepanjang 90 menit pertandingan. Ketidakhadiran Nolan sejak menit pertama, membuat strategi Wenger terbilang berhasil.

Menghadapi Southampton, agaknya Rosicky akan kembali diturunkan oleh Wenger. Namun, melihat ampuhnya strategi “empat penyerang” membuat peluang tersebut menjadi tidak mutlak. Yang jelas, Rosicky akan diturunkan tergantung tipe lawan yang akan dihadapi. Jika menghadapi lawan yang mengandalkan kekuatan fisik,agaknya Rosicky mesti menunggu lebih lama di bangku cadangan, atau menonton lewat televisi di rumah.

Sumber gambar; Talksport.com

Komentar