Jamie Carragher Kritik Penampilan Buruk Dejan Lovren

Taktik

by Abimanyu Bimantoro

Abimanyu Bimantoro

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Jamie Carragher Kritik Penampilan Buruk Dejan Lovren

Masalah barisan pertahanan yang dihadapi Liverpool musim lalu membuat Brendan Rodgers harus mendatangkan beberapa pemain bertahan di awal musim ini. Salah satu pemain yang didatangkan Brendan Rodgers untuk menyelesaikan masalah ini adalah Dejan Lovren. Pemain asal Kroasia ini didatangkan Rodgers dengan banderol 20 juta Euro.

Harga tersebut tentu saja bukan harga yang murah, terlebih untuk seorang pemain bertahan. Maka dari itu, harapan yang cukup besar pun diberikan kepada pemain berusia 25 tahun ini. Setidaknya, biaya transfer yang besar tersebut tidak akan menjadi masalah jika Lovren berhasil menjawab masalah yang ada di barisan pertahanan Liverpool.

Namun sepertinya Rodgers harus menerima kenyataan pahit bahwa pemain yang didatangkannya bukan merupakan pemain yang tepat untuk menjawab masalah yang dimilikinya. Pasalnya, hingga memasuki pekan ke-16 Liga Inggris, pertahanan Liverpool tidak kunjung membaik. Dan yang lebih menyedihkan, rapor permainan Dejan Lovren sama sekali tidak sebanding dengan biaya yang telah dikeluarkan.

Mantan bek andalan Liverpool, Jamie Carragher, menjabarkan bagaiman buruknya permainan Dejan Lovren selama membela Liverpool. Carragher mengatakan bahwa Lovren membuat kesalahan-kesalahan fatal yang menyebabkan terbukanya lubang di area pertahanan Liverpool.

t

Carragher menunjukan bagaimana banyaknya kesalahan saat bertahan yang dilakukan Lovren. Dalam 15 penampilan yang sudah dijalani Lovren, sudah 2 kali Lovren melakukan kesalahan fatal saat bertahan yang berujung gol bagi lawan. Salah satunya terjadi pada gol ketiga Manchester United pekan lalu. Ketika itu, Lovren melakukan clearence yang sangat buruk sehingga membuat bola kembali bergulir ke pemain United dan berujung gol.

Tidak hanya itu, Carragher pun dengan rinci menunjukan bagaimana Lovren seringkali tidak berada di posisi yang tepat. Hal ini bahkan sudah terjadi sejak pertandingan kedua di liga kala melawan Manchester City.

Pada proses terjadinya gol pertama Manchester City, Lovren berada terlalu jauh dengan fullback kiri Liverpool, Alberto Moreno. Hal ini menyebabkan tercipta ruang kosong antara Moreno dan Lovren yang kemudian dimanfaatkan David Silva untuk masuk ke kotak penalti Liverpool.

Kondisi serupa juga terjadi pada saat terjadinya gol ketiga City di pertandingan yang sama. Jarak yang terlalu jauh antara Lovren dengan Moreno menyebabkan terbukanya ruang yang dimanfaatkan pemain City untuk mengirimkan umpan terobosan matang ke Aguero.

Kondisi yang semakin buruk ditunjukan Lovren saat pertandingan melawan MU pekan lalu. Selain melakukan kesalahan fatal saat terciptanya gol ketiga MU, Lovren juga banyak melakukan kesalahan posisi yang membuat pertahanan Liverpool berantakan. Lagi-lagi, akibat jarak yang terlalu jauh antara Lovren dengan fullback kiri Liverpool. Kali ini ruang terbuka yang tercipta tersebut dimanfaatkan Valencia untuk melakukan aksi individual dan berujung gol pertama Manchester United.

Tidak hanya itu, Carragher juga berpendapat bahwa kesalahan posisi Lovren ini berdampak pada Joe Allen yang harus bekerja lebih keras. Allen berkali-kali harus menutup ruang terbuka yang tercipta ini. Hasilnya, wilayah tengah Liverpool menjadi kekurangan jumlah pemain dan semakin mudah untuk ditembus.

Melihat kondisi ini, Carragher kemudian membandingkan dengan apa yang dilakukan Lovren saat bermain di Southampton. Ternyata bek Kroasia ini sudah melakukan kesalahan yang sama saat masih membela Southampton. Hanya saja, beruntung ketika itu kesalahan Lovren tidak berbuah fatal bagi pertahanan Southampton.

#t=17

Komentar