Pertahanan adalah Kunci Southampton Menjadi Tim Kejutan

Taktik

by Dex Glenniza

Dex Glenniza

Managing editor of Pandit Football, master of sport science, bachelor of science (architecture actually), licensed football coach. Born with the full name of Defary Glenniza Tiffandiputra, growing up with a nickname Dex Glenniza. Who cares anyway! @dexglenniza

Pertahanan adalah Kunci Southampton Menjadi Tim Kejutan

Jika kita lihat klasemen sementara Liga Primer Inggris setelah 11 pertandingan, tim mana yang bisa dibilang paling mengejutkan? Nominasinya tentunya banyak. Namun, setidaknya kita bisa melihat nama Southampton (peringkat ke-2), West Ham United (4), Swansea City (5), dan bahkan tim yang sempat terseok-seok dan ingin memecat manajer mereka, Newcastle United (8).

Tetapi akan sangat bijaksana jika menyebut bahwa tim yang paling mengejutkan sejauh ini adalah Southampton. Kenapa? Banyak alasan pastinya: kepergian manajer mereka, Mauricio Pochettino, dan sejumlah pemain yang telah menjadi pemain kunci untuk kebangkitan mereka ke posisi delapan pada musim lalu telah membuat banyak orang percaya bahwa mereka akan sangat berjuang musim ini.

Bahkan pada awal musim, FourFourTwo saja memprediksi mereka akan menyelesaikan liga maksimal pada posisi 12 dan akan terseok-seok sepanjang musim. "Satu-satunya hal yang akan membuat Southampton menarik adalah pemain-pemain dari akademi mereka yang mungkin bisa membuat mereka sampai ke papan tengah klasemen," tulis FFT.

Membaca hal di atas, mungkin ada benarnya juga. Tetapi di bawah manajer baru mereka, Ronald Koeman, bukan hanya pemain akademi, tetapi juga beberapa pemain baru yang ia datangkan. Soton telah menjelma menjadi tim kejutan, tim yang paling dekat dengan sang pemuncak klasemen, Chelsea.

Kemudian jika Anda gemar bermain Fantasy Premier League, Anda pasti akan melihat empat nama pemain Soton ini muncul di Overall Dream Team sementara: Fraser Forster (51 poin), Nathaniel Clyne (63), Ryan Bertrand (61), dan Graziano Pellè (66).

Dari nama-nama di atas, kita bisa simpulkan sebagian besar keberhasilan Southampton telah didasarkan pada pertahanan mereka. Pertahanan Soton hanya telah membiarkan lima gol yang bersarang di gawang mereka musim ini. Ini adalah angka yang paling sedikit, bahkan dibandingkan tim dengan pertahanan terkenal seperti Chelsea sekalipun. Sebagai perbandingan, Chelsea sudah kebobolan 11 gol musim ini.

Kebetulan juga, ini adalah angka yang sama seperti musim lalu pada tahap yang sama, di mana tim Pochettino telah memainkan tujuh klub yang sama seperti yang Koeman hadapi musim ini, ditambah tim promosi (2012/13: Crystal Palace; 2014/15: Queens Park Rangers).











































CATATAN SOUTHAMPTON SETELAH 11 PERTANDINGAN
MusimPosisiMainMenangImbangKalahGolKebobolanAgregatPoin
2014-152118122351825
2013-143116411551022

Jadi, jika kami membandingkan awal musim (tepatnya 11 pertandingan pertama) Koeman dan Pochettino, tentunya menjadi perbandingan yang sangat realistis.

Melirik Pertahanan Southampton

Untuk menyebut pertahanan Soton adalah yang terkuat sejauh ini, tentu menimbulkan banyak pertanyaan lagi. Tetapi jika kita melirik FPL lagi, para bek The Saints berada pada jajaran atas bek-bek dengan poin tertinggi. Selain Forster (kiper), Clyne, dan Bertrand yang berada di Dream Team pada posisi pemain bertahan, ada nama lain seperti Jose Fonte (57 poin) dan Toby Alderweireld (33) yang mengantri di belakang mereka.
























































































KlubMusimKebobolan setelah 11 pertandinganKebobolan di akhir kompetisiPosisi klasemen di akhir kompetisi
Chelsea2004-053151
M. United2007-084221
Chelsea2008-094243
Arsenal1998-995172
Aston Villa1998-995466
Leeds2001-025375
Wigan2005-0655210
M. United2006-075271
Chelsea2010-115332
Southampton2013-145468
Southampton2014-155??

Kiper Southampton, Forster, faktanya telah membuat tujuh clean sheet (tertinggi di liga) yang menjadi sorotan khusus pada bagaimana pertahanan mereka dibentuk oleh Koeman.

"Tidak ada rahasia. Kami bertahan sebagai sebuah tim, kami cocok bermain dengan empat bek dan kami membuat diri kami sulit ditembus oleh lawan kami," kata Forster. "Kami bangga memiliki rekor pertahanan terbaik di negeri ini, tapi itu sebabnya kami bekerja keras di lapangan latihan sepanjang pekan dan kami tidak ingin ini berakhir. Kami benar-benar membatasi peluang lawan."

Kenyataannya Forster benar tentang "membatasi peluang lawan", dengan Southampton menghadapi angka ke dua paling sedikit menderita tembakan di liga musim ini (91) dan tembakan on target yang paling sedikit juga (24, atau rata-rata 2,2 per pertandingan). Musim lalu, Southampton menghadapi rata-rata 3,4 tembakan sepanjang musim.

Sebagian besar yang menghasilkan ini adalah berasal dari kegigihan tim Southampton secara keseluruhan dan juga lini tengah mereka. Klub memimpin peringkat tekel di liga sejauh ini, dengan 265 tekel, hampir 10% lebih baik dari peringkat berikutnya, Sunderland dengan 242 tekel.


































KlubMenderita tembakanRata-rata per pertandingan
Arsenal857,7
Southampton918,3
Manchester United11210,2
Liverpool11510,5
Newcastle United11910,8



































KlubMenderita tembakan ke gawangRata-rata per pertandingan
Southampton242,2
Stoke City282,5
Chelsea353,2
Manchester City363,3
Arsenal383,5

Rata-rata, Southampton membuat 24,1 tekel per pertandingan, lebih banyak daripada saat masa Pochettino selama musim lalu (21,2). Kebetulan lagi, Tottenham Hotspur yang dilatih oleh Pochettino memiliki rata-rata yang sama musim ini, yaitu 21,5 tekel per pertandingan.

Sementara bek kanan Clyne memimpin dengan telah membuat 55 tekel musim ini, yang tertinggi berikutnya adalah gelandang Morgan Schneiderlin (43) dan Victor Wanyama (39) yang berada di urutan ketiga dan kelima dalam peringkat tekel di liga.

Hal-hal di atas menunjukkan bahwa Southampton senantiasa selalu menjaga tekanan mereka pada lawan. Tekanan ini juga berakibat Forster yang hanya telah melakukan 18 penyelamatan musim ini. Angka itu adalah yang paling sedikit ke dua yang dibuat oleh kiper Liga Primer yang setidaknya telah memainkan 10 pertandingan, dengan hanya Asmir Begovic (Stoke City) berada di depannya.

Selanjutnya: Peran Lini Tengah

Komentar