Tepatkah Tambahan Waktu 2 Menit di Laga Semen Padang vs Arema?

Taktik

by Frasetya Vady Aditya

Frasetya Vady Aditya

Penyunting. Jangan terkekang; sepakbola cuma cangkang. Kontak: vady.aditya@gmail.com

Tepatkah Tambahan Waktu 2 Menit di Laga Semen Padang vs Arema?

Wasit Novari Ikhsan mendapat sorotan saat memimpin laga Semen Padang menghadapi Arema Cronous di Stadion H Agus Salim, Rabu (29/10) sore. Beberapa keputusannya dipertanyakan. Wajar, karena Novari memimpin laga yang berlangsung dengan tensi tinggi. Pertandingan tersebut amat krusial bagi dua tim. Siapapun yang menang akan lolos ke semifinal.

Di penghujung pertandingan, komentator di televisi menyebut ofisial pertandingan memberikan waktu tambahan yang terlalu singkat (dua menit). Pun dengan sejumlah komentar di twitter yang menganggap terdapat sejumlah insiden di babak kedua, yang membuat waktu tambahan mestinya lebih dari itu.

Penghitungan waktu di sepakbola sebenarnya berbeda dengan di olahraga lain seperti basket. Di basket, waktu dihitung saat permainan dilanjutkan. Di sepakbola, waktu tetap berjalan meski bola keluar, atau ada pemain yang ditandu karena cedera. Ini yang membuat di sepakbola dikenal aturan tambahan waktu.

Biasanya, tambahan waktu berkisar antara 1-4 menit. Namun, perlu diketahui bahwa hanya ada lima hal yang membuat wasit dapat memberikan tambahan waktu sebagai kompensasi dari waktu yang terbuang karena laga terhenti.

Menurut Laws of The Game FIFA nomor tujuh, tambahan waktu diberikan sebagai kompensasi atas beberapa kejadian yaitu (1) pergantian pemain, (2) masuknya tim dokter untuk menilai pemain yang cedera, (3) pemain keluar dari lapangan karena menerima perawatan, (4) membuang-buang waktu, dan (5) penyebab lainnya.

Keputusan tambahan waktu sepenuhnya menjadi kewenangan wasit. Nantinya, wasit memberikan sinyal kepada wasit keempat yang akan memberitahukan kepada pemain dan penonton lewat papan yang ia angkat.

Dari lima hal tersebut, tepatkah keputusan Novari Ikhsan memberikan waktu tambahan dua menit? Berikut kami jabarkan peristiwa yang terjadi di babak kedua:

=================

49:36 - 49:44 Dokter tim masuk untuk melihat kondisi Esteban Viscara (dihentikan selama 8 detik).

57:00 – 57:20 Pergantian pemain Semen Padang. Osas Saha keluar, Airlangga Sucipto masuk (dihentikan selama 20 detik).

59:39 – 60:41 Alberto Goncalves mendapat perawatan dan digantikan Samsul Arif (dihentikan selama 32 detik).

61:18 – 62:05 Pergantian pemain Arema. Ahmad Bustomi keluar, Hendro Siswanto masuk (dihentikan selama 47 detik).

71:05 – 72:25 Waktu saat dokter masuk ke lapangan ingga dokter kembali ke luar lapangan untuk melihat kondisi Victor Igbonefo (30 detik). Lalu  Igbonefo keluar lapangan untuk menerima perawatan. Laga dilanjutkan pada menit 72 detik 25 saat wasit meniup pluit tanda laga berlanjut (total waktu berhenti dari dokter masuk hingga laga berlanjut selama 80 detik).

88:41 – 89:29 Ada insiden antara Juan Revi dan Hendra Adi Bayaw, sehingga sejumlah pemain mengerubungi dua pemain tersebut (dihentikan selama 48 detik).

=================

Dari enam insiden di atas, total waktu yang terbuang sebanyak 235 detik atau tiga menit 55 detik yang terbuang. Melihat hitung-hitungan di atas, perangkat pertandingan dan wasit Novari Ikhsan kurang akurat dalam memberi waktu tambahan. Idealnya 4 menit. Mereka ternyata hanya memberi tambahan waktu 2 menit saja.

Nah, selama 2 menit tambahan waktu itu, ada waktu yang terbuang cukup banyak juga. Pada 91:10, pemain Semen Padang mengerubungi wasit karena tidak memberikan penalti saat Viscara dijatuhkan Igbonefo. Pada 92:30 permainan kembali dilanjutkan.

Wasit kembali menghentikan pertandingan pada 93:07 karena Gustavo Lopez digantikan Beny Wahyudi. Pertandingan kembali dilanjutkan pada 93:42.

Dari dua kejadian yang terjadi di waktu tambahan tersebut total ada 115 detik yang terbuang atau satu menit 55 detik. Jika ditambahkan dengan dua menit tambahan waktu, maka fase tambahan waktu sepanjang 3 menit 55 detik.

Untuk diketahui, wasit meniup pluit panjang tanda berakhirnya pertandingan tiga detik kemudian, pada menit 93 detik 45. Ada 10 detik selisihnya, tapi itu selisih yang relatif wajar.

Siapapun bebas menilai. Sekadar mengingatkan, dalam Laws of The Game FIFA, diatur bahwa semua keputusan termasuk pemberian menit waktu tambahan ada di tangan wasit. Di mana pun sama, wasit adalah juru tafsir resmi aturan main sepakbola. Semua yang ia putuskan adalah final dan tak bisa diubah.

Jadi, bagaimana penilaian Anda?

Catatan editor:

Tulisan ini dipantik oleh banyak mention yang masuk ke akun kami ihwal waktu tambahan yang diberikan wasit di babak kedua laga Semen Padang vs Arema.

Kami juga ingat bagaimana Diego Simeone, pelatih Atletico Madrid, mempertanyakan tambahan waktu 5 menit yang diberikan wasit Bjorn Kuipers di final Liga Champions. Simeone mempermasalahkan ini karena merasa itu terlalu lama dan memberi kesempatan Madrid menyamakan kedudukan lewat sundulan Sergio Ramos. Sebuah situs, www.playtheadvantage.com, kemudian membabar secara rinci berapa sebenarnya waktu yang terbuang di babak kedua. Dari situlah terlihat bahwa keputusan wasit memberi tambahan waktu 5 menit terbukti tepat. Silakan baca ulasan kami mengenai soal ini DI SINI.

Perhitungan kami boleh jadi tidak persis benar. Akan dengan senang hati jika ada pembaca yang budiman yang juga melakukan penghitungan serupa. Bayangkan jika setiap fans ada yang secara berkala melakukan ini. Ini jika dilakukan secara kontinyu dan kredibel, akan memberikan "tekanan dalam dosis yang pas" kepada wasit maupun Komisi Wasit untuk tidak main-main lagi saat memimpin dan menevaluasi kinerja wasit.

Upaya seperti ini, kami kira, menarik untuk terus dilakukan, terutama di laga-laga krusial. Pengawasan macam ini, yang berwatak kuantitatif, jika dilakukan dengan baik, bisa menjadi alat ukur yang relatif objektif untuk menakar seberapa baik atau buruk kepemimpinan wasit. Ini bisa memberikan pesan penting kepada otoritas sepakbola: bahwa pengawasan terhadap kinerja wasit oleh publik sudah semakin rinci dan melibatkan data-data yang bisa diuji akurasinya.


Komentar