Fellaini Lebih Berguna Ketika MU Membutuhkan Kekuatan Fisik

Taktik

by Ardy Nurhadi Shufi

Ardy Nurhadi Shufi

Pemimpin Redaksi | Pesepakbola Tarkam | Juru Taktik
ardynshufi@gmail.com

Fellaini Lebih Berguna Ketika MU Membutuhkan Kekuatan Fisik

Hasil negatif kembali diraih Manchester United pada pekan ke-8 liga Inggris. Menghadapi tuan rumah West Bromwich Albion dini hari tadi (21/10), tim berjuluk Setan Merah ini hanya membawa pulang satu poin setelah hanya mampu bemain imbang dengan skor 2-2.

United sebenarnya nyaris kalah pada laga ini. Skor 2-1 hampir menjadi skor akhir jika saja Daley Blind tak mencetak gol tiga menit menjelang wasit meniup peluit tanda berakhir pertandingan.

Hasil imbang ini tentu saja membuat kecewa sang manajer, Louis van Gaal. Karena hanya mampu meraih satu poin, kini selisih poin dengan Chelsea yang berada di puncak klasemen semakin jauh dengan 10 poin. Meskipun begitu, Van Gaal mendapatkan pelajaran penting dari laga ini.

Pelajaran penting yang didapatkan Van Gaal adalah bahwa Liga Inggris membutuhkan pemain dengan kekuatan fisik yang baik dibanding pemain yang memiliki kreatifitas tinggi. Hal itu ia temukan ketika pergantian yang dilakukannya pada babak kedua cukup membuahkan hasil.

Saat jeda turun minum, Van Gaal memutuskan untuk mengganti Ander Herrera dengan Marouane Fellaini. Awalnya, pergantian ini menimbulkan pertanyaan. Pasalnya, saat itu United sedang dalam kondisi tertinggal 1-0. Logikanya, bukankah seharusnya hadirnya Herrera bisa menambah kreasi di lini tengah dan memberikan umpan-umpan matang pada lini penyerangan? Karena seperti yang kita ketahui, visi bermain Fellaini tak sebaik yang dimiliki Herrera.

Tapi di situlah seorang Van Gaal mampu membuktikan hasil pengamatannya . Saat pertandingan memasuki menit ke-61, atau tepatnya 5 menit setelah Fellaini masuk, gelandang berambut afro ini berhasil mencetak gol penyama kedudukan.

Tak hanya turut menyumbang gol, Fellaini pun mendapatkan nilai tertinggi versi situs statistik whoscored.com. Ia pun kemudian ditasbihkan menjadi pemain terbaik pada laga ini.

Peran Fellaini memang begitu vital pada laga ini. Ia bisa mengimbangi permainan WBA yang begitu mengandalkan fisik. Berbeda dengan Herrera yang tak berkutik sehingga menampilkan performa yang tak begitu istimewa.

“Setelah pertandingan berjalan 30 menit, saya memutuskan untuk memasukkan Fellaini,” ujar Van Gaal pasca pertandingan pada Sky Sport. “Lalu saya berkata pada Fellaini, ‘lihat permainan Herrera karena saya akan memainkanmu. Ia bermain tak buruk, tapi tampaknya kita membutuhkan keseimbangan dengan kekuatan fisik yang kamu miliki. Itu sepertinya yang menjadi masalah kita.”

Statistik pun menunjukkan Fellaini tampil lebih baik dari Herrera. Tak seperti babak pertama, duel-duel di lini tengah menjadi lebih sering dimenangkan oleh kubu United.

Fellaini mencatatkan empat keberhasilan duel udara, tertinggi pada pertandingan itu. Selain itu ia pun melakukan 2 clearance, 1 intersep, dan 3 tackle. Berbeda dengan Herrera yang tak sekali pun melakukan aksi defensif.

Meski pada akhirnya United hanya mampu meraih hasil imbang, hal ini menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi Van Gaal. Dan menurutnya penampilan United pada babak kdua merupakan permainan United yang terbaik sejauh musim ini.

“Saya tipe pelatih yang menyukai pemain dengan kreatifitas tinggi. Namun di Inggris, anda memerlukan pemain yang memiliki kemampuan fisik yang baik dalam tim anda, dan Fellaini adalah salah satunya,” ujar Van Gaal.

“Saya sangat kecewa (atas hasil imbang) karena kami memainkan permainan terbaik kami musim ini. Saya pikir kami dapat memenangkan pertandingan,” ujar Van Gaal mengomentari permainan anak buanya. “Meskipun begitu, saya melihat semuanya telah lebih baik, para pemain mulai memahami formasi ini.”

Van Gaal pun mengatakan bahwa apa yang ditunjukkan anak asuhnya pada pertandingan ini menjalani modal penting untuk laga berikutnya. Ya, kita lihat saja nanti pertandingan pekan ke-9 United yang akan menghadapi Chelsea. Jika United lagi-lagi gagal mengalami kekalahan, mungkin Van Gaal memang tipe pelatih yang pandai mencari alasan.

foto: calciomercato.com

Komentar