20 Menit yang Sangat Berharga bagi Pesepakbola Profesional

Sains

by Sigit Pramudya Pilihan

Sigit Pramudya

Fisioterapis profesional. Anda bisa berkonsultasi dengan Sigit, terkait aspek kebugaran dan hal-hal terkait fisioterapi lainnya, melalui akun twitter: @sigitpramudya1.

20 Menit yang Sangat Berharga bagi Pesepakbola Profesional

Pemanasan adalah hal sangat penting dilakukan sebelum dimulainya latihan ataupun pertandingan. Pemanasan atau warming up bertujuan untuk menyiapkan otot, sendi, dan jaringan lunak lainnya untuk menerima beban latihan. Pemanasan juga berguna untuk meningkatkan denyut jantung, meningkatkan suhu badan, serta membuka wawasan pemain untuk menerima strategi yang akan diterapkan oleh pelatih dalam latihan. Dari semua tujuan di atas, hal yang paling penting dalam pemanasan adalah mencegah pemain dari cedera.

Namun, ternyata banyak kejadian pemain sepakbola di Indonesia justru cedera saat melakukan pemanasan, baik saat pemanasan baru dimulai atau setelah sesi pemanasan selesai dilakukan.

Berdasarkan yang saya amati sejak 2012 hingga sekarang, baik dari kesebelasan yang pernah saya bela atau dari beberapa pemain yang pernah berkonsultasi dengan saya, sebenarnya banyak faktor yang membuat hal ini terjadi. Tapi yang paling sering adalah karena kebanyakan pemain tidak melakukan pemanasan individual sebelum mengikuti pemanasan tim yang diberikan oleh staf pelatih.

Seberapa penting pemanasan secara individual ini? Ternyata itu sangat penting! Setiap manusia diciptakan dengan kriteria masing-masing yang terkadang sangat berbeda antara satu dengan lainnya. Ini juga yang terjadi pada seorang atlet, terutama pemain sepakbola.

Meski ada latihan tim, pemain tetap harus latihan individual

Tim pelatih biasanya memberikan jenis latihan pemanasan tim secara kolektif, dengan gerakan yang sama terhadap semua pemain. Ini hal yang wajar karena latihan tim secara umum bertujuan untuk kepentingan tim, bukan kepentingan secara individual. Sementara untuk kepentingan individual, maka setiap individu sendiri yang bertanggungjawab.

Fakta yang banyak terjadi di lapangan, sebagai contoh tim A akan melakukan latihan tim pukul 16:00 sore. Biasanya paling lambat para pemain sudah bersiap di tempat latihan jam 15:30 dengan sudah menggunakan kostum latihan, anggap saja menggunakan sepatu membutuhkan waktu 10 menit. Maka masih ada 20 menit sebelum pelatih kepala memberikan tanda berkumpul untuk memulai latihan. Di 20 menit waktu tunggu ini yang banyak disalahgunakan oleh pemain.

Ada beberapa pemain yang asyik bercanda dengan posisi diam (duduk/berdiri), ada beberapa pemain yang langsung ambil bola lalu lakukan latihan 4-2, ada beberapa pemain yang langsung oper-operan pendek hingga panjang, bahkan ada yang langsung melakukan tembakan-tembakan bola ke gawang,

Menurut saya ini sangat berbahaya. Sederhananya, otot mereka belum siap. Seharusnya 20 menit waktu tunggu digunakan untuk pemain melakukan pemanasan secara individual sesuai kebutuhan masing-masing, karena hanya pemain sendiri yang mengetahui apa yang dibutuhkan badannya agar siap menerima beban latihan.

Sebagai contoh, seorang stopper tentunya lebih baik melakukan latihan penguatan otot paha dengan menggunakan theraband (karet), atau latihan jinjit untuk menstabilkan pergelangan kakinya untuk persiapan gerakan melompat. Sedangkan seorang pemain yang bertipikal sprinter (winger) memerlukan latihan peregangan otot hamstring dan betis (gastrocnemiun, soleus) yang lebih banyak daripada pemain yang tidak bertipikal sprinter, sehinga stretching statis dan dinamis sangat baik dilakukan.

Saat saya bekerjasama dengan coach Widodo Cahyono Putro, pernah ada pemain yang ditegur oleh beliau karena sebelum pemanasan tim, selepas pakai sepatu langsung ambil bola dan latihan shooting-shooting ke gawang.

Lalu coach Freddy Muli juga sempat berbagi cerita saat timnas Indonesia usia muda yang waktu itu sedang melakukan pemusatan latihan di Jerman. Di sana, beliau melihat adanya fasilitas gym yang luas, dan para pemain Jerman sebelum memasuki lapangan, mereka melakukan beberapa latihan ringan di tempat itu, baik stretching statis dan dinamis, jogging ringan, back up - sit up, atau latihan keseimbangan.

Video di bawah ini akan memperlihatkan di mana beberapa pemain Bayern München melakukan pemanasan individual sebelum memasuki lapangan latihan dan bergabung bersama tim.

Memang bila pemain tidak melakukan pemanasan individual terkadang tidak akan berdampak cedera secara langsung. Awalnya bisa hanya terasa sedikit tertarik pada otot hamstring atau grup otot groin (selangkangan). Karena tidak begitu sakit, maka sang pemain tetap memaksakan diri mengikuti latihan tim hingga selesai, meski selama latihan sang pemain menahan sedikit rasa sakit atau rasa tidak nyaman tersebut saat bergerak.

Akhirnya rasa sakit akan meningkat saat selesai latihan, dan ini berlanjut beberapa hari ke depan jika tetap dipaksakan sehingga terjadi akumulasi dan mengakibatkan cedera yang tidak ringan, misalnya otot mengalami strain (robek) ringan hingga bisa robek yang lebih luas lagi. Ini mungkin tidak disadari oleh banyak pemain Indonesia.

Semua juga pasti tahu bahwa kejadian cedera justru banyak terjadi saat latihan tim daripada saat pertandingan. Ini berarti ancaman cedera saat latihan lebih besar daripada saat pertandingan.

Sebagai pemain profesional, tentunya mereka tahu betul bahwa untuk mengikuti latihan tim, mereka harus terlebih dahulu mempersiapkan diri secara matang, yaitu melalukan pemanasan sesuai kebutuhan masing-masing di luar waktu latihan tim. Jika tidak, ini akan sulit bila staf pelatih dipaksa memberikan pemanasan sesuai kebutuhan masing-masing pemain saat latihan tim bersama.

Teladan yang baik dari Cristiano Ronaldo

Jesé Rodríguez, sewaktu ia baru diangkat ke tim senior Real Madrid dari tim junior, ia sempat berkata: “Saat akan mengikuti latihan perdana setelah saya diangkat ke tim senior, saya ingin datang ke tempat latihan satu jam sebelum latihan dimulai. Ini agar tim pelatih melihat keseriusan saya dalam tim ini.”

“Namun sesampainya saya di tempat latihan, saya sangat terkejut ketika Cristiano Ronaldo sudah ada di sana. Kemudian beberapa ofisial berkata, Ronaldo biasa datang dua jam sebelum latihan dimulai untuk melakukan beberapa latihan ringan,” kata pemain yang saat ini bermain di Stoke City tersebut.

Memang hasilnya Cristiano Ronaldo merupakan pemain yang jarang mengalami cedera. Bahkan saat cedera, Ronaldo dapat pulih lebih cepat dari waktunya dan kembali seperti tidak mengalami cedera sebelumnya.

Untuk mengetahui latihan atau pemanasan seperti apa yang sesuai dengan kebutuhan tubuh kalian, sebaiknya kalian konsultasikan dengan fisioterapis dan dokter tim.

Komentar