Jangan Sembarangan Mengangkat Perut yang Nyeri Akibat Benturan!

Sains

by Sigit Pramudya Pilihan

Sigit Pramudya

Fisioterapis profesional. Anda bisa berkonsultasi dengan Sigit, terkait aspek kebugaran dan hal-hal terkait fisioterapi lainnya, melalui akun twitter: @sigitpramudya1.

Jangan Sembarangan Mengangkat Perut yang Nyeri Akibat Benturan!

Pada Mei 2014, sepakbola Indonesia digemparkan dengan meninggalnya striker Persiraja Aceh, Akli Fairus, yang perutnya terkena tendangan dari kiper PSAP Sigli padat pertandingan Derby Aceh di Divisi Utama. Setelah dirawat satu minggu di rumah sakit, akil dinyatakan meninggal akibat bocornya kantong kemih dan robeknya usus.

Jauh mundur ke belakang, pada 2009, kasus serupa dialami oleh Jumadi Abdi, pemain PKT Bontang. Sama seperti Akli, Jumadi terkena tendangan pada bagian perutnya oleh Deni Tarkas pemain Persela Lamongan pada lanjutan Liga Indonesia.

Dari dua kejadian di atas, yang membuat saya agak kecewa adalah kematian kedua pemain tersebut lebih banyak diakibatkan karena kurang sigapnya dalam penanganan di lapangan. Korban tidak langsung dibawa ke rumah sakit. Kedua pemain tersebut sama-sama masih dibiarkan duduk di bench dan menahan sakit hingga pertandingan selesai.

Dengan penanganan seperti itu, tentunya banyak sekali pendarahan yang terjadi di dalam perut selama kedua pemain menunggu hingga pertandingan selesai. Jelas ini merupakan penanganan yang salah ketika pemain mengalami cedera saat pertandingan.

***

Cerita di atas berkaitan dengan pertanyaan yang diajukan followers @panditfootball yang bertanya pada #mitoscedera. Sebagian besar bertanya mengenai cedera perut dengan penanganan diangkat perutnya itu apakah benar atau salah.

Tentunya pernyataan itu tidak dapat dibenarkan seutuhnya. Inilah pentingnya seorang tenaga medis melakukan pemeriksaan baik subyektif ataupun obyektif pada pemain sebelum memberikan pertolongan.

Ketika sakit perut dikarenakan adanya benturan, sebenarnya tidak dibenarkan mengangkat bagian perut karena itu sama saja memberikan stretching atau penguluran pada otot - otot perut sehingga menyebabkan otot perut lebih banyak mengalami kerusakan/robekan. Pada kasus benturan, baiknya cukup dengan diberikan kompres es. Bila selama pemberian es dan etyl spray pemain masih terus merasakan sakit maka sangat dianjurkan untuk segera dibawa ke rumah sakit agar kasus Akli dan Jumadi tidak terulang kembali.

Sakit pada area perut ketika berolahraga selain akibat benturan dapat juga dikarenakan adanya gangguan metabolisme. Selengkapnya, simak beberapa jenis rasa sakit yang bisa terjadi di perut saat berolahraga.

a. Abdominal stitch

Nyeri ini biasanya dirasakan tepat di bawah tulang rusuk. Pada kasus ini nyeri dapat mereda ketika seseorang menurunkan intensitas olahraganya, namun beberapa orang tetap merasakan nyeri hingga beberapa hari ke depan setelah olahraga. Penelitian terdahulu menyebutkan bahwa nyeri ini muncul akibat berkurangnya aliran darah ke diafragma dikarenakan darah banyak tersalurkan ke otot – otot kaki untuk berlari atau berolahraga. Selain itu adanya over-stretch atau peregangan yang berlebihan pada ligament antara organ dalam dengan diafragma akibat gerakan menyentak saat berlari. Teori tentang penyebab sakit perut saat berolahraga ini bertahan di masyarakat kita sudah cukup lama.

Namun teori ini ternyata tidak dapat menjawab kenapa pada perenang juga mengalami sakit perut saat berolahraga, di mana pada gerakan berenang tidak ada aktivitas gerakan menyentak. Baru beberapa tahun terakhir ini, sebuah penelitian telah dilakukan dan hasilnya memunculkan teori yang dapat menjawab bagaimana seorang perenang dapat menderita sakit perut ketika berenang. Dalam penelitian ini disebutkan bahwa penyebab seseorang mengalami sakit perut saat berolahraga karena dalam perut terdapat “peritoneum parietalis” yaitu merupakan lapisan membran rongga perut di mana lapisan ini akan mengalami gesekan dengan dinding lapisan organ dalam saat seseorang bergerak atau berolahraga.

b. Perietal peritoneum

Gesekan ini seharusnya dapat berjalan lancar karena adanya cairan yang dapat menjadi pelumas untuk gesekan tersebut. Sehingga apabila cairan tidak tercukupi maka gesekan tidak lancar dan muncullah nyeri yang tajam. Penyebab lainnya adalah karena perut mengalami kembung yang menyebabkan penambahan tekanan pada membran sehingga gesekan juga tidak berjalan lancer. Biasanya kembung ini merupakan akibat dari makan dan minum yang banyak tepat sebelum berolahraga.

Selain itu ada jenis – jenis makanan yang dapat memicu kembung lebih besar dan dapat memperlambat gesekan pada membran perut, yaitu jenis makanan yang bergula tinggi seperti jus buah dan minuman ringan. Namun air putih, air kelapa dan air minum rendah gula dapat membantu Anda untuk memperlancar gesekan antara peritoneum parietalis dengan membran organ dalam perut. Penelitian terakhir juga menyebutkan bahwa perubahan yang mendadak pada panjang langkah dari berjalan ke berlari dengan frekuensi tinggi juga mempengaruhi munculnya nyeri pada perut saat berolahraga. Untuk penyebab terakhir ini penulis belum menemukan penjelasan yang lebih rinci.

Pengalaman saya selama berada di sebuah pertandingan sepakbola, kasus abdominal stitch ini lebih sering terjadi pada pemain daripada kasus akibat benturan antar pemain. Ketika akan terjadi benturan badan, biasanya tubuh akan refleks menggerakkan tangan untuk berusaha melindungi area perut karena otak kita menyadari bahwa di dalam perut terdapat organ-organ penting.

Lalu bagaimana sebaiknya penanganannya bila Anda atau teman Anda mengalami abdominal stitch ??

Pertama Anda dapat mengurungi intensitas olahraga. Selain itu Anda dapat menekan ke dalam pada area yang sakit secara perlahan sambil membungkuk dan dibarengi dengan mengambil nafas serta hembuskan secara perlahan.

Berikut ini merupakan tips agar tidak mengalami nyeri perut saat berolahraga :

  1. Hindari minum dan / atau makan tidak tepat atau berlebihan sebelum latihan terutama makanan yang berkarbohidrat tinggi seperti nasi.
  2. Bila memang terasa lapar, sebaiknya mengonsumsi makanan ringan seperti gandum murni/utuh.
  3. Mengonsumsi makanan besar terakhir Anda setidaknya dua jam sebelum olahraga dengan intensitas tinggi.
  4. Disela – sela latihan / olahraga jauh lebih baik untuk minum air sedikit demi sedikit dan teratur daripada langsung menghabiskan 1 botol.
  5. Program pelatihan juga dapat memiliki dampak. Semakin meningkatkan intensitas dan durasi latihan Anda, dengan peningkatan yang mendadak dapat meningkatkan kemungkinan terjadi kram perut.

Jika Anda melihat pemain diberikan penanganan dengan diangkat perutnya, bisa jadi itu dikarenakan adanya benturan pada punggung, atau punggung bagian samping, yang menyebabkan gangguan gerakan dari tulang rusuk untuk bernapas. Dengan mengangkat perut bisa memberikan gerakan relaksasi pada otot-otot punggung.

Memang sangat wajar mitos mengangkat perut ini muncul. Karena penonton sepakbola lebih terfokus pada bola, sehingga tidak begitu memperhatikan proses benturan atau proses ketika pemain mengalami cedera. Berbeda dengan saya dan rekan-rekan tim medis lain yang harus fokus melihat setiap pergerakan badan seorang pemain, tidak boleh terfokus hanya pada bola.

Komentar