Susu Cokelat adalah Minuman Rahasianya Para Atlet

Sains

by Dex Glenniza

Dex Glenniza

Managing editor of Pandit Football, master of sport science, bachelor of science (architecture actually), licensed football coach. Born with the full name of Defary Glenniza Tiffandiputra, growing up with a nickname Dex Glenniza. Who cares anyway! @dexglenniza

Susu Cokelat adalah Minuman Rahasianya Para Atlet

Setiap setelah latihan dan pertandingan, pemain sepakbola dan atlet olahraga lainnya tentunya butuh untuk melakukan pemulihan (recovery) otot-otot mereka. Selain melakukan istirahat yang tepat, pemulihan juga bisa dilakukan dengan beberapa asupan nutrisi yang tepat.

Selain untuk atlet, hal ini sebenarnya berlaku juga untuk kita semua yang senang berolahraga. Kita semua tentunya butuh juga untuk melakukan pemulihan karena kita harus bekerja, sekolah, dan juga melakukan aktivitas lainnya. Jangan sampai olahraga justru membuat tubuh kita sakit.

Penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa ada satu minuman yang paling cocok untuk kita konsumsi sebagai minuman pemulihan (recovery drink). “Minuman sakti” yang dimaksud adalah susu cokelat.

“Kita tahu bahwa susu cokelat memiliki rasio karbohodrat dan protein yang ideal, yang mana sangat penting untuk otot Anda dalam mengisi kembali level glikogen,” kata Kelly Prichett dari departemen makanan dan nutrisi di University of Georgia.

Awalnya hanya sekadar iseng

Khasiat ampuh susu cokelat ini ternyata ditemukan secara tidak sengaja. Sebuah studi ilmiah pernah melakukan penelitian untuk mengetahui minuman apa yang paling baik dikonsumsi setelah latihan. Maksud awal dari penelitian ini adalah untuk membandingkan beberapa produk sport drink yang beredar di masyarakat.

Sebanyak sembilan atlet sepeda kemudian diambil sebagai sampel. Beberapa dari mereka disuruh untuk mengonsumsi berbagai jenis recovery drink pada saat setiap latihan yang menguras glikogen. Sementara beberapa lagi dari mereka disuruh untuk meminum susu juga, yang awalnya dimaksudkan untuk sekadar menemani minuman pemulihan di atas agar rasanya lebih enak.

Namun secara mengejutkan, para atlet sepeda yang meminum susu justru bisa memiliki performa yang jauh lebih tinggi daripada mereka yang hanya mengonsumsi recovery drink.

Awalnya hasil di atas hanya dianggap kebetulan. Tapi sejak itu, beberapa peneliti olahraga dari berbagai institusi meniru penelitian yang sejenis di atas. Dan hasilnya pun sama.

Susu cokelat ternyata mengandung rasio karbohidrat dan protein sebanyak tiga berbanding satu, di mana hal ini bisa mempercepat pengisian kembali glikogen. Manfaat ini sebelumnya bisa ditemukan pada potasium di pisang, kalsium, dan vitamin D, yang juga biasa dikandung dalam kebanyakan sports drink.

Namun secara krusial, susu cokelat memiliki zat yang lebih alami untuk dicerna oleh tubuh manusia, di antaranya adalah karena memiliki baik protein yang paling cepat diserap (untuk selanjutnya dimanfaatkan untuk pertumbuhan dan perbaikan otot) maupun protein yang paling lambat diserap  (untuk menjaga asam amino di peredaran darah guna mengurangi kemungkinan kerusakan otot).

Baca juga: Menjawab Mitos pada Sepakbola dengan Sains

Lebih baik daripada sports drink

Setelah banyak penelitian dilakukan berkaitan dengan susu cokelat, berbagai macam sports drink kemudian berusaha melakukan penyesuaian. Salah satu di antaranya adalah Gatorade yang mencoba untuk mencontek rasio karbohidart-protein optimal pada susu. Namun, dengan produk terbaru mereka sekalipun, sports drink mereka masih belum bisa menyaingi susu cokelat.

“Kunci utamanya adalah belum ada penelitian yang menghasilkan kesimpulan bahwa susu cokelat memiliki manfaat yang lebih rendah. Jadi manfaat susu cokelat selalu sama atau lebih baik daripada recovery drink,” kata Prichett. “Dan dari sudut pandang harga, setiap pekannya Anda bisa menghabiskan 7 poundsterling (jika Anda meminum susu cokelat) dibandingkan 24 poundsterling. Sehingga ini lebih ekonomis.”

Namun, Prichett memberi contoh di Inggris. Jika kita melihat harga rata-rata susu cokelat dan sports drink di Indonesia, kecuali produk impor, kita bisa menemukan harga susu cokelat tidak semurah itu jika dibandingkan dengan sports drink. Biasanya harga 250 mililiter susu cokelat adalah Rp 5.000.

Melanjutkan, ketika kita mengira bahwa rasa cokelat hanya bersifat sebagai pemanis, ternyata gula tambahan dari cokelat tersebutlah yang membuat manfaat susu cokelat bisa setinggi itu. Misalnya saja, sebanyak 250 mililiter susu cokelat mengandung 30-35 gram karbohidrat dibanding 12 gram pada susu biasa.

Minumlah pada waktu yang tepat

Salah satu atlet lari maraton asal Inggris, Mo Farah, menyatakan bahwa susu cokelat sudah menjadi minuman yang paling penting dalam program pemulihannya.

Untuk membandingkan dengan produk susu lainnya, para peneliti juga sudah beberapa kali mencoba susu almond dan susu kedelai sebagai pembanding. Sayangnya, susu almond kurang dalam hal karbohidrat dan susu kedelai kurang dalam hal protein.

Selain membandingkan kedua produk di atas, para peneliti juga menyatakan perihal waktu yang tepat untuk mengkonsumsi susu cokelat.

“Jika kita ingin pemulihan secara cepat, kuncinya adalah konsumsi karbohidrat dan protein dua jam setelah latihan,” kata Prichett. “Kemampuan mengganti glikogen otot sedang tinggi-tingginya pada saat itu. Jika Anda menunggu lebih lama, bisa jadi akan memakan waktu lebih banyak untuk pemulihan secara alami.”

Susu cokelat bisa jadi kunci pemulihan

Susu cokelat juga dianggap sebagai minuman terbaik untuk para atlet lari. “Untuk pemulihan, saya hanya beristirahat dan meminum seliter susu cokelat,” kata Tom Denniss, seorang periset matematika dari Sydney yang pernah memecahkan rekor dunia dalam berlari mengelilingi dunia (600 maraton, atau sekitar 26.000 km, dalam 622 hari).

“Awalnya saya kira itu masalah sugesti, tapi nyatanya susu cokelat memiliki kandungan sodium, potasium, kalsium, dan magnesium yang tepat untuk keseimbangan elektrokimia dalam pemulihan otot,” lanjut Denniss.

Selain untuk para pelari, penelitian juga pernah dilakukan pada Tour de France. Acara terbesar olahraga sepeda ini bisa menghabiskan 7.000 sampai 8.000 kalori setiap harinya, yang mana kalori sebanyak itu tidak bisa didapatkan hanya dari makanan yang dikonsumsi oleh para atlet sepeda. Di sini lah peran susu cokelat menjadi penting.

“Susu cokelat adalah minuman yang sangat efektif terutama ketika kita melakukan maraton berturut-turut,” kata Prichett. “Anda tidak mungkin bisa mengalami pemulihan jika Anda tidak mendapatkan kandungan karbohidrat dan protein yang sesuai. Masalahnya Anda tidak mungkin makan sebanyak itu setiap setelah latihan karena Anda akan latihan atau berlomba kembali setelahnya.”

Jadi, setelah membaca tulisan ini, setiap kali Anda habis berolahraga, jangan lupa untuk meminum susu cokelat.

Sumber: The Guardian, The Telegraph, Family and Consumer Sciences

Komentar